
Mendengar suara yang jatuh, Erik dan Diana pun segera menoleh dan menemukan Elvano putra bungsu mereka terjatuh di depan pintu mereka, sambil mengusap dahinya yang memerah dengan tangan mungilnya.
Mereka berdua segera menghampiri Elvano, mereka tentu terkejut dengan kehadiran Elvano yang tiba-tiba apalagi dengan suara yang terjatuh, dan mereka pun segera menolong putra mereka untuk berdiri.
"sayang kamu enggak pa-pa, ada yang sakit?"tanya Diana, sambil melihat keadaan putranya itu.
"adek enggak pa-pa, tapi dahi adek sakit~"rengek Elvano kepada Diana yang merasakan rasa sakit pada dahinya karena benturan dengan keras.
"Abang minta maaf ya dek?",ujar Erlangga yang meminta maaf kepada Elvano karena menjadi penyebab membuat adiknya itu terjatuh.
ya, orang yang membuat Elvano terjatuh hingga dahinya memerah adalah abangnya Erlangga, yang pada saat itu akan menuju ke kamarnya, namun saat perjalanan menuju ke kamarnya dia melihat adiknya elvano yang seperti sedang mengintip, Erlangga yang bingung dengan kelakuan adiknya itu pun langsung menghampiri Elvano, untuk bertanya, di saat sudah di dekat Elvano, secara tiba-tiba Elvano, yang pada saat itu yang akan pergi, Elvano pun membalikkan badannya dan tidak secara sengaja membuatnya menabrakkan dirinya kepada abangnya Erlangga. Dan membuat Elvano terjatuh di lantai dengan tidak elitnya.
"akkhh, gara-gara ni urang, pasti gue enggak akan terjatuh ni"batin Elvano yang kesal terhadap Erlangga sambil mengusap dahinya yang memerah
"kok adek bisa jatuh disini, bukannya adek di kamar ya?"tanya Diana yang bingung dengan keberadaan putra bungsunya itu yang berada di pintu kamar Diana dengan Erik.
"mampus gue"batin Elvano, yang membuat badannya kaku dan menegang saat mendengar pertanyaan Diana dan dia tidak menyangka akan mengalami kejadian ini.
"itu ma, tadi Abang mau ke kamar, pas mau ke kamar-"sebelum menyelesaikan ucapannya tiba-tiba Elvano yang tentunya panik langsung saja membuat dirinya menangis dengan kencang, untuk mengalihkan perhatian Diana mamanya.
"Mama, dahi adek sakit, rasanya kepala adek pusing~"rengekkan Elvano dengan diiringi dengan tangisannya
"iya, sayang enggak pa-pa adek kan putra mama yang tidak cengeng, jadi jangan nangis lagi ya, nanti kepalanya tambah pusing"ujar Diana yang berusaha membujuk putranya Elvano, sambil mengusap dahi anaknya yang memerah.
Setelah tangisannya mereda, membuat Elvano merasa lelah, dan membuat dirinya merasakan mengantuk, Diana yang melihatnya pun meminta Erlangga, untuk membawa Elvano ke kamarnya agar Elvano tidur dengan nyaman.
"Abang, anterin adek ke kamar ya, adek udah ngantuk"ujar Diana kepada Erlngga.
Erlangga pun langsung saja menggendongnya adeknya untuk menuju ke kamar milik adeknya, Elvano yang digendong pun langsung menyamankan dirinya kepada Erlangga dengan memeluk leher Erlangga, dan tak lupa menyandarkan pipinya yang seperti mochi pada pundak milik abangnya yang lebar.
Erlangga yang melihat cara tidur adeknya itu hanya terkekeh, apalagi pipi mochi milik adiknya yang menyandarkannya pada pundak miliknya seperti akan tumpah pipi adiknya itu.
Lalu, dia meninggalkan Diana dan Erik untuk menuju ke kamar Elvano, dan sesampainya di depan kamar milik adiknya dia pun memasuki kamar tersebut, dan membaringkan adiknya itu ke atas tempat tidur, dan bukannya keluar, Erlangga lebih memilih untuk berbaring di samping adiknya itu, dan dia pun memandangi wajah Elvano saat tidur yang menurutnya sangat imut, dengan wajah yang tersenyum manis, dia merasa bahwa dirinya masih tidak menyangka jika adiknya akan bangun dari tidur panjangnya dan kembali bersama keluarganya lagi, dan dirinya berjanji pada dirinya akan selalu melindungi adiknya.
Dan Erlangga hanya berharap bahwa keluarga nya akan selalu bersama-sama, dan hidup bahagia selamanya hingga maut menghampiri mereka.
Setelah puas memandangi wajah imut milik Elvano. Erlangga pun ikut tidur, dengan memeluk Elvano dan tak lupa Dirinya mencium kening dan pipi mochi milik Elvano.
"selamat tidur kesayangannya Abang"gumam Erlangga dengan suara lirih, dan dia pun dengan perlahan ikut menutup mata untuk menuju ke alam mimpi.