
Beberapa tahun kemudian
Kini si kembar Biru dan Queen telah berumur enam tahun. Keduanya menjadi anak yang cerdas dan pintar. Tak jarang mansion milik Felix ramai, kedua kakak adik itu sering berdebat.
"Kak Biru, ayolah temani aku bermain boneka. " rengek Queen.
Biru berdecak pelan, dia mengacak rambut adik nya dengan gemas. Bocah tampan itu mengangguk, dia memilih menuruti keinginan adik manjanya itu. Saat ini mereka berdua ada di Gazebo.
Ashley sendiri tengah mengurus anak ketiganya bernama Nixon Cullen yang usianya empat tahun.
"Sayang mau apa? " tanya Ashley pada si bungsu.
"Mau main sama kak Bilu. " ungkapnya cadel. Ashley tertawa pelan, hot mommy itu menciumi gemas putranya.
Nixon kecil tampak cemberut. Ashley menurunkan putranya itu, dia langsung memberitahu keberadaan Biru dan Queen. Bocah mungil itu lantas berjalan dengan pelan menuju ke Gazebo.
"Kak Bilu. " panggil Nixon. Biru dan Queen menoleh. Biru langsung menghampiri sang adik kemudian menggendongnya. Biru dengan pelan menurunkan adiknya duduk di sofa.
Keduanya memang sangat menyayangi Nixon dan menjaga si bungsu dengan posesif. Dari jauh Ashley tersenyum lebar melihat ketiga anaknya tampak akur dan saling menyayangi satu sama lain.
Grep sepasang lengan kekar memeluknya dari belakang. Ashley menoleh, mendengus pelan melihat bulu di wajah sang suami yang tampak lebat.
"Dad, ayo aku bantu cukur. " omel Ashley pada suaminya.
"Kenapa? " tanya Felix dengan kening berkerut.
"Sayang kalau orang orang mengira kamu kakek aku gimana. " ledek Ashley yang membuat Felix melotot. Ashley sendiri tertawa pelan, keduanya lantas masuk ke dalam walk in closet.
Dia mengoleskan obat di dagu suaminya, dia mulai mencukur kumis sang suami. Tangan Felix mulai meraba raba tubuh istrinya. Ashley sempat menegurnya namun di abaikan Felix.
"Diamlah Daddy, aku takut pisau cukur ini melukaimu. " tegur Ashley pada sang suami.
Felix akhirnya menurut, Ashley tentu saja melanjutkan pekerjaannya. Beberapa menit berlalu wanita itu selesai mencukur kumis suaminya. Terlihat Felix tampak sangat tampan dengan penampilannya yang sekarang.
"Sekarang, waktunya kita main kuda kuda an. " cetus Felix sambil mengangkat istrinya ke kamar mandi. Dia menurunkan wanitanya kemudian mengunci pintu kamar mandi.
Siangnya selesai berpakaian dan beres beres kedua suami istri itu lantas ke luar dan turun ke bawah. Ashley langsung memeluk kedatangan Irene dan ke luarga kecilnya.
"Akhirnya kalian kembali. " ucap Ashley dengan senyuman lebarnya.
"Oh ya Ash, kenalin ini Meryn dan River. " ujar Irene menyebutkan nama putri dan putranya pada sang sahabat.
Ashley langsung menciumi kedua keponakannya itu dengan antusias. Dia pun memberitahu ketiga anaknya pada Meryn dan River.
Irene dan Henry memiliki satu putri angkat bernama Meryn Lannister dan satu anak kandung bernama River Reid Adhytama.
Mereka semua langsung berkumpul di teras, Ashley meminta pelayan menyiapkan makanan dan camilan serta lainnya.

Kini mereka berkumpul di teras, sementara anak anak berada di gazebo yang letaknya beberapa meter saja.
Irene tertawa mendengarnya, pelayan datang menyajikan makanan dan camilan di atas meja. Setelah itu pelayan langsung pamit pergi.
"Kau tak ingin menambah anak lagi Ash? " tanya Irene.
"Tidak. aku sudah cukup memiliki Biru, Queen dan Nixon namun berbeda dengan pria di sebelahku ini. " ungkapnya seraya menyindir sang suami.
Felix tertawa tanpa merasa bersalah. Pria itu justru mencium gemas istrinya tanpa malu sedikitpun. Irene ikut tertawa melihat aksi pasangan di depannya ini. Ashley seperti biasa menabok lengan kekar sang suami.
"Aksi kalian tidak membuatku iri. " sahut Henry sambil meneguk kopinya kemudian menaruhnya kembali ke meja. Irene langsung mencubit lengan prianya itu.
"Berbeda kalau kau jomblo pasti iri Hen. " ceplos Felix membalas ucapan pria di depannya.
Para wanita hanya tertawa mendengarnya. Mereka menikmati kuenya dengan santai.
Di sisi lain Si kembar dan Nixon telah berkenalan dengan Meryn dan River. Biru dan Queen seumuran dengan Meryn, sementara Nixon berbeda satu tahun dari River.
Kelima anak itu langsung bergabung bersama orang tua mereka. Canda tawa mewarnai obrolan mereka. Tak hanya tawa namun perdebatan kembali terjadi namun justru di antara Biru dan Meryn.
Selesai makan anak anak itu kembali bermain di Gazebo. Ashley tak menyangka dirinya dan Felix telah memiliki tiga anak. Wanita itu kembali mengobrol dengan Irene dan Henry.
"Rene, kamu enggak mau nambah anak? " tanya Ashley.
"Enggak sih Rene, hanya saja saat ini aku tengah hamil. " gumam Irene pelan. Henry menyemburkan kopinya mendengar pengakuan istrinya.
Felix langsung mencibir kelakuan Henry barusan. Henry menoleh kearah istrinya dengan lekat. Irene mengangguk, dia menyakinkan suaminya jika dirinya berkata jujur.
"Congrats ya, Meryn dan River tak lama lagi punya adik. " ucap Ashley dengan tulus.
Gelak tawa mewarnai obrolan mereka. Felix dan Ashley menggoda habis habisan pasangan Irene dan Henry. Irene sendiri memukuli dada bidang suaminya dengan nada jengkelnya.
"Bukankah kamu bilang tak ingin menambah anak, sekarang aku tengah hamil Papi. " omel Irene dengan gemas.
Henry langsung menunjukkan cengiran kasnya. Pria itu tak menyangka jika kerja kerasnya setiap malam akan menumbuhkan benih dalam perut sang istri.
"Anak kita yang terakhir ini hadiah sayang. " elak Henry yang di tanggapi dengusan oleh Irene.
"Oh ya kata kamu Finn dan istrinya akan pulang? " tanya Henry mengalihkan pembicaraan.
"Iya nanti sore, Jerome dan keluarga kecilnya juga akan datang nanti. " sahut Ashley. Henry dan Irene saling melempar senyuman satu sama lain.
Mereka semua telah menemukan bahagianya masing masing. Ashley berharap keluarga kecilnya akan selalu bahagia begitu juga dengan rumah tangganya bersama Felix, suaminya.
Wanita cantik itu memeluk suaminya, keduanya saling mengucapkan cinta seperti biasanya. Dia sangat bahagia hidup bersama sang suami dan ketiga anak mereka.
Tak ada hal lain yang dia inginkan, keluarga dan sahabat telah berkumpul dan menciptakan kenangan indah bersama.
End