(Bukan)Pernikahan Impian

(Bukan)Pernikahan Impian
Bab 108 Extra Part 8 Ujung Kebahagiaan


Hari hari Henry dan Irene penuh kebahagiaan. Kini mereka asyik berkeliling di kota Visley. Keduanya tampak banyak belanja kebutuhan selama honeymoon.


Seperti sekarang selesai belanja, mereka pergi ke salah satu air terjun terdekat. Turun dari mobil, keduanya lekas turun.



Mereka duduk di tepi dengan kaki masuk ke dalam air. Irene menikmati suasana sejuk di dekat air terjun. Psutri itu melepaskan pakaian mereka lalu masuk ke dalam air. Irene dengan iseng mencipratkan air ke wajah suaminya.


"Rasakan ini. "


Henry tentu saja membalasnya. Keduanya menenggelamkan diri ke dalam air lalu muncul kepermukaan. Mereka melakukannya tiga kali, Irene tertawa pelan.


Satu jam berada di sana mereka segera naik dan berganti pakaian di dalam mobil. Henry melajukan roda empatnya meninggalkan area air terjun berada.


Tiba di rumah, Henry menurunkan barang belanjaan mereka yang di bang Irene. Keduanya lekas masuk ke dalam dan pergi ke kamar mereka.


"Sayang aku video call dengan Ashley dulu ya. " ucap Irene yang di angguki Henry.


Wanita cantik itu lekas menghubungi Ashley dan bertukar kabar.


"Ya ampun Rene, kamu ke mana saja. " omel Ashley yang di tanggapi Irene dengan tawanya.


"Aku lagi honeymoon dengan


Henry. " ungkap Irene sambil tersenyum.


Beberapa menit kemudian Irene mengakhiri obrolannya. Dia menaruh ponselnya di atas meja. Wanita itu mencoba gaun yang telah dia beli tadi kemudian menunjukkan nya pada sang suami.


"Sangat suka, kamu seksi dengan gaun merah ini. " ungkap Henry dengan tatapan nakalnya.


Irene mendengus pelan, dia tetap duduk di pangkuan sang suami. Wanita itu tiba tiba memeluk suaminya dengan erat. Henry tentu saja membalas pelukan sangat istri, dia sangat senang melihat istrinya mulai bermanja padanya.


Hot mommy itu mengakhiri pelukannya, menatap lekat wajah sang suami. Irene mengurungkan niatnya berbicara pada sang suami.


Henry mengerutkan kening melihat istrinya yang tiba tiba diam saja. Dia menarik dagu wanitanya, keduanya saling memandang satu sama lain.


"Apa ada masalah? " tanya Henry.


"Tak ada. " balas Irene sambil tersenyum manis.


"Yakin? " tanya Henry lagi memastikan. Irene pun mengangguk sebagai jawaban membuat suaminya tak lagi bertanya.


Irene menghela nafas panjang,dia tak sanggup menghancurkan harapan sang suami. Wanita itu memeluk tubuh Henry dengan sangat erat. Pria itu bangkit, menggendong istrinya lalu mengajaknya ke teras belakang.



Mereka langsung masuk ke dalam kolam renang. Keduanya langsung muncul dari dalam air.


"Segar. " gumam Irene sambil tersenyum lebar. Henry sendiri meminum vodka sambil memperhatikan istri tercintanya.


Pria itu tampak bahagia melihat wanitanya kembali ceria.


Henry menaruh gelasnya, dia meraih pinggang ramping sang istri. Keduanya berciuman dengan mesra, Irene membalas ciuman sang suami seperti biasanya.


"I love you Irene Adhytama. " ucap Henry dengan serius.


Irene terdiam, wanita itu terkejut mendengar pernyataan cinta dari suaminya. Dia masih tak percaya jika Henry mencintai dirinya.


"Terimakasih telah mencintaiku hubby, aku tak bisa berkata kata setelah mendengar ungkapan cinta darimu. " ungkap Irene dengan mata berkaca kaca.


Irene mendekati suaminya, tubuh keduanya merapat. Keduanya kembali berciuman dengan mesra. Ciuman itu berubah menuntut, Henry melepaskan pakaian mereka dan melakukan penyatuan di sudut kolam.


"Umh. " Irene mengalungkan tangannya ke leher suaminya. Henry membawanya duduk, menghujam istrinya dengan keras dan semakin dalam.


Suara er4ng4n dan des4h4n menggema di dalam area kolam. Henry tersenyum melihat wajah sayu istrinya. Pria itu semakin menghujam istrinya dengan keras.


Keduanya melakukan penyatuan dengan berbagai gaya. Dua jam kemudian Henry mengakhiri percintaan panas mereka. Mereka kini tengah mengatur nafas masih masih. Irene tampak lemas dalam pelukan suaminya.


Henry sendiri duduk di tepian dengan Irene berada di pangkuan, mereka kembali melakukan penyatuan. Irene bergerak, berusaha menyenangkan sang suami.


Hah


Kini mereka telah sampai pada puncaknya. Irene membenamkan kepalanya di dada bidang suaminya yang penuh keringat.


"Semoga usaha kita berhasil sayang, aku tak sabar menantikan kamu hamil anak kita. " bisik Henry dengan lembut.


"Iya Hubby aku mengerti. Aku tak sabar menantikan kembali hamil calon anak kita. " balas Irene seraya tersenyum.


Henry memakai kembali celananya, begitu juga sebaliknya. Keduanya segera naik ke atas, dia menggendong sang istri menuju ke kamar.


Malam harinya


Keduanya asyik makan malam berdua dengan romantis. Kali ini Irene tampak lebih terbuka,mengajak suaminya berdiskusi. Henry sendiri merasa senang saat istrinya melipatkan dirinya dalam mengambil keputusan.


Hanya menunggu waktu yang tepat, Irene pasti akan mencintai dirinya seutuhnya kelak. Pria itu akan bersabar menantikan waktu itu tiba.