(Bukan)Pernikahan Impian

(Bukan)Pernikahan Impian
Bab 101 Extra Part 1 Kehidupan baru Irene


Di tempat tinggal Irene tampak menikmati peran barunya merawat si kecil Meryn yang di sapa Ryn.


tok


tok


"Sayang, mami ke luar sebentar ya. Ada yang ketuk pintu. " ujar Irene yang langsung menciumi pipi gembul sang anak. Wanita itu lantas bangkit, ke luar dari kamar dan pergi ke depan.


Cklek


Irene terkejut melihat kehadiran nyonya Winna. Diapun membiarkan calon mertuanya itu masuk ke dalam rumahnya.



"Silakan duduk tante. " ujar Irene dengan sopan.


"Langsung saja Rene, tante ke sini ingin bicara sama kamu. Mau sampai kapan kamu menggantung hubungan kamu dengan Jerome? " tanya nyonya Winna pada Irene.


Irene mengatupkan bibirnya rapat. Wanita itu tampak bingung, dia seakan tak memiliki jawaban atas pertanyaan dari nyonya Winna padanya.


"Jika kamu belum siap berhubungan, putuskan saja pertunangan kamu dengan putra tante itu. " pungkas nyonya Winna. Wanita paruh baya itu juga memberikan beberapa nasehat pada Irene.


Irene menghela nafas panjang, dia lantas bangkit dan pergi ke kamarnya. Wanita itu kembali sambil menggendong si kecil Ryn. Diapun kembali duduk berhadapan dengan calon mertuanya lagi.


"Bayi siapa yang kamu gendong itu Rene? "


"Ini Meryn Lannister, putri aku


tante. " ungkap Irene.


"Mengenai hubunganku dengan Jerome, kami sudah berakhir satu bulan lalu. " ungkap Irene.


Nyonya Winna tentu saja terkejut mendengar pengakuan Irene barusan. Wanita paruh baya itu kecewa dengan keputusan Irene.


Satu jam kemudian nyonya Winna pamit pulang. Irene menghela nafas panjang, fokusnya kembali tertuju pada putrinya yang kini ada dalam pelukannya. Wanita itu mengusap sayang putri tercintanya itu dengan penuh kasih sayang.


"Maafin mami ya sayang, meski kamu tidak lahir dari rahim mami namun mami sangat sayang sama kamu Ryn. " gumam Irene sambil tersenyum.


Irene memutuskan tak akan menikah, dia memilih mengadopsi seorang anak. Rasa trauma yang di sebabkan oleh perbuatan Henry padanya di masa lalu membuat Irene kehilangan kepercayaan dirinya dan juga pada laki laki. Wanita itu menganggap semua pria sama saja, hanya nafsu yang mereka utamakan.


Irene sengaja merahasiakan hal ini dari kedua orang tuanya. Dia telah memilih jalannya sendiri, selain itu juga telah membayar pengasuh untuk membantunya merawat Ryn.



kini Irene duduk sambil menggendong Ryn, dia tengah memberikan susu pada sang anak melalui botol. Untungnya Ryn sangat suka dengan susu yang dia berikan pada si manis itu.


Sorenya sang pengasuh datang menyusul. Irene menyerahkan putrinya yang tertidur pada pengasuh. Wanita itu memilih jalan jalan sebentar agar dirinya refreshing.


"Aku memang tak pantas untuk siapapun termasuk Jerome. Dia pantas mendapatkan wanita yang lebih baik dari aku. " gumam Irene lirih.


Skip


Di Mall


Tanpa sengaja dia bertemu dengan Jerome yang tengah bersama seorang gadis. Irene memaksakan senyumnya di hadapan sang mantan tunangan. Jerome sendiri tentu saja terkejut, raut wajahnya tak bisa bohong jika pria itu masih menginginkan Irene.


"Hai apa kabar Jero? " sapa Irene dengan senyuman manisnya.


"Aku baik, oh ya kenalkan ini


Agnes. " ujar Jerome. Irene langsung berkenalan dengan Agnes. Wanita itu kembali memilih belanjaan di toko lain. Selesai memilih dia langsung membawanya ke kasir.


Selanjutnya Agnes mengajaknya berbincang sebentar di sebuah Restauran. Kedua wanita itu saling berbagi keluh kesah satu sama lain. Jerome sendiri hanya diam, pria itu tak banyak bicara.


Irene memperhatikan Agnes dan Jerome secara bergantian. Wanita itu lantas tersenyum tipis memandang kedua nya. "Kalian sangat serasi, aku yakin kelak jika kalian punya anak. Anak anak kalian pasti tampan dan cantik. " ungkap Irene.


"Kamu bisa saja Irene. " balas Agnes dengan senyuman malu malunya.


Selesai bicara mereka fokus pada makanan masing masing. Tak butuh waktu lama, Irene langsung pamit pulang duluan. Dia sengaja pergi begitu saja, tak ingin berhubungan dengan Jerome lagi.


Irene telah kembali ke rumahnya. Turun dari mobil, dia lekas menurunkan barangnya kemudian membawanya masuk ke dalam. Wanita itu langsung menaruhnya ke dalam kamar setelah itu membersihkan diri di kamar mandi.


Selesai mengakhiri aktivitas sorenya, Irene segera duduk di atas ranjang. Dia mengambil ponselnya kemudian mencari informasi mengenai pekerjaan. Irene hanya tak ingin menyusahkan kedua orang tuanya terus menerus.


"Kenapa aku harus bertemu dengan Jerome. Sepertinya dia telah menemukan pengganti ku, Agnes gadis yang baik dan pantas untuk Jerome. " gumam Irene. Irene berusaha menepis perasaan tak nyaman dalam dirinya.


Terdengar suara helaan nafas panjang ke luar dari bibir Irene. Wanita itu mengusap wajahnya sebentar, memilih bangkit dan ke luar dari kamar dirinya menuju kamar putrinya. Irene kini memperhatikan putrinya yang terlelap dalam box bayi.


"Hanya kamu yang menjadi alasan mami bahagia sayang. Segeralah cepat besar, mami tak sabar mengajak kamu ke manapun. " gumam Irene penuh harap.