
***Episode 6 #Adit?
Happy reading all***,,,
...******...
"Hentikan pernikahan ini " teriak seorang wanita dari arah pintu dengan perut yang tampak sangat buncit, wanita itu berjalan menujuh Adit di dampingi oleh seorang wanita paru baya di belakang nya.
semua orang yang hadir berdiri dan pandangan mereka mengarah pada wanita hamil tersebut.
plak,,
suara tamparan, bukan satu kali dua kali tapi berkali-kali yang layanan kan oleh wanita tersebut dan mendarat di pipi Adit.
Plak,,,plak,,,
"Tega kamu ya mas!! aku sedang hamil kamu malah nikah lagi" teriak wanita menarik narik baju Adit.
"Apa apa ini Adit " bentak pak Wijaya papa Lisa menatap wanita yang mengaku hamil anak Adit.
Kini air mata Lisa mengalir sangat deras mendengar bawa Adit telah menhamli seorang wanita.
"Sayang tunggu aku bisa jelasin " cegah Adit ketika Lisa hendak pergi dari sana.
Lisa menghempas kan tangan Adit secara kasar berlalu dari sana, rasa sakit menghantam dada nya. Mengapa Adit menghianati diri nya di hari pernikahan mereka.
Plak,,,plak
Sebuah tamparan di berikan Ardi ayah Adit, ketika Adit ingin mengejar Lisa.
"Sangat memalukan, siapa wanita ini?" bentak Ardi.
"Pa, Adit bisa jelasin "
"Tidak usah pernikahan ini di batalkan" potong pak Wijaya, sangat malu karena pernikahan putri nya batal.
"Om, Adit bisa jelasin. "ucap Adit memohon.
Pak Wijaya tidak menanggapi nya, berjalan menujuh pembawa acara untuk membubarkan para tamu.
Para tamu mulai berisik satu sama lain, memaki Adit dan beberapa di antaranya merasa kasihan terhadap Lisa.
plak,, plak,,,
Merah sudah pipi putih milik Adit yang sedari tadi mendapatkan tamparan, tapi dia pantas mendapatkan nya.
"Kamu membuat malu papa sama mama Dit, mama gagal mendidik mu" ucap Citra mama Adit dengan suara seduh nya.
"Ma, Adit bisa jelasin " ucap Adit tak di peduli kan sama sekali.
****
Sedangkan Lisa kini terus berjalan tanpa arah dengan air mata terus mengalir, tak menghiraukan semua mata yang menatapnya dengan rasa heran memperhatikan nya.
(Bagaimana semua orang tidak menatap nya, Lisa berlari dengan masih mengenakan baju pengantin dengan makeup mulai menghitam karena menangis).
"Tante" suara seorang menghentikan langkah kaki Lisa. "Tante ngak papa kan? " tanya nya setelah Lisa berhenti melangkah dan menoleh ke arahnya.
"Aku bukan tante mu, dan aku tidak setua itu hingga kau memanggil ku dengan sebutan tante." kesal Lisa perlahan air mata Lisa berhenti.
"Tidak, maksudnya kak, apa kakak tidak merasa risih di lihat banyak orang dengan pakaian kakak begini dengan makeup yang mulai luntur " jelas orang tersebut dengan panjang.
Lisa menatap sekeliling nya tampak semua mata menatap diri, apa lagi saat ini Lisa baru sadar bahwa dirinya masih memakai kebaya pernikahan.
"Sini ikut saya," ujur nya sambil menarik pergelangan tangan Lisa.
Lisa mengikuti langkah kaki pemuda yang menarik pergelangan tangan, pemuda yang seumuran dengan adiknya Indra. Lisa bisa menebak karena pemuda tersebut memakai seragam sekolah SMA.
Langkah mereka terhenti di depan sebuah WC umum.
"Ini kakak pake ini untuk menghapus makeup kak" ucap nya memberikan sebukus tisu dari dalam tas nya.
Lisa menerimanya dan masuk ke dalam.
...******...
Sedang kan kini di rumah Lisa suasana mulai hening karena para tamu telah pergi, begitu pun dengan keluarga Adit yang merasa malu kan ke lakukan Adit.
"Mas,,," setelah lama terdiam karna menyaksikan Adit yang sedari tadi mendapatkan tamparan.
"Puas kamu udah merusak pernikahan ku." bentak Adit ke wanita tersebut.
"Tapi ma,,mas,,," ucap wanita tersebut merasa takut mendapatkan bentak dari Adit.
Adit berlalu dari sana, ingin mencari Lisa dan menjelaskan semuanya setelah itu Adit baru akan menjelaskan kepada keluarganya dan keluarga Lisa.
"Mas,,, mas Adit," teriak wanita itu. "Aww,,, mbok sakit tolong" pekik nya menahan rasa sakit di perut nya .
"Ya ampun neng, ayo kita ke rumah sakit sekarang. " mereka pun berlalu dari sana, meninggalkan tempat pernikahan.
********
~**TBC~
Jangan lupa tambahkan favorit like and comen😊🥰**