Suamiku Anak SMA (Wisnu & Lisa)

Suamiku Anak SMA (Wisnu & Lisa)
Episode 23 #Pagi Yang Hangat


***Episode 23 #Pagi Yang Hangat


Happy reading all***,,,,


...************...


"Tadi aku ingin memberitahu mu tentang ini, tapi,,," ucap Wisnu mengantung kan ucapannya.


"Tapi apa?"ucap Lisa meredah.


"Kau sudah marah duluan tanpa mau memberi jeda untuk ku menjelaskan." lanjut Wisnu kembali mengecup lembut kening Lisa yang kini menjadi kebiasaan Wisnu ketika sedang berdua seperti ini.


"Aku tau aku salah, tidak seharusnya aku berbohong tapi percayalah aku tidak memiliki seorang kekasih seperti katamu tadi." ujur Wisnu menjelaskan.


"Maaf, maaf aku. Aku terlalu emosi hingga tidak mendengarkan penjelasan mu terlebih dahulu. Tapi kamu tetap salah kenapa tidak jujur dari awal saja hingga aku tidak perlu berpikir yang tidak tidak tentang mu." walaupun salah, sebagai seorang Wanita Lisa menyalahkan kembali Wisnu karna tidak berbicara jujur padanya.


Wisnu hanya terkekah mendengar istrinya itu tetap menyalahkannya. " Ok baiklah lain kali aku akan berkata jujur, ini pertama dan terakhir kali aku berbohong." ujur nya lagi.


"Aku tau uang yang aku berikan tidak seberapa mengingat istri seorang wanita yang berpenghasilan sendiri, tapi ini semata mata aku lakukan sebagai kewajiban ku untuk menafkahi mu sebagai seorang suami." katanya tersenyum.


Lisa merasa tersentuh dan terharu akan perkataan suami nya, jika pada umumnya seorang remaja akan menikmati masa muda untuk bersenang senang beda halnya dengan Wisnu. Lisa memeluk erat tubuh kekar Wisnu.


"Terima kasih bahkan ini lebih dari cukup, melihat kamu berusaha saja itu sudah cukup bagiku. "ucap Lisa lalu berkata lagi. "Bukankah kau memberikan ku kartu atm mu itu sama saja kamu sudah menjalankan kewajiban mu." ujur Lisa.


"Itu adalah uang pemberian ayah tiap bulan untukku, jika aku beranggapan sudah memberimu nafkah dengan memberikan kartu atm milikku sama saja kamu itu istri ayah bukan istri ku, itu kan uang pemberian ayah." tawa renyah keluar dari mulut Wisnu.


"Dan aku akan berusaha agar bisa memenuhi semua kebutuhan istri ku ini." ujur Wisnu mengacak acak rambut Lisa yang setia memeluknya.


"Sudah ah aku ingin mandi lengket ni, di tambah baju ku jadi tisu untuk menlap air mata." sahut Wisnu seketika Lisa kesal sendiri dengan perkataan Wisnu yang menurut nya menyendiri dirinya.


"Tau ah kesal." seraya melepaskan pelukannya.


Wisnu hanya terkekah menanggapi nya, lalu berjalan ke arah kamar mandi bermaksud untuk membersihkan diri terhenti saat Lisa mengatakan sesuatu.


"Tapi kamu masih punya satu kewajiban lain yang terpenuhi."sahut Lisa menghentikan langkah Wisnu.


Wisnu membalikkan badannya menatap wajah Lisa dengan alis yang di naikkan sebelah seolah bertanya, apa?


Lisa berjalan mendekati Wisnu, berhenti sejenak menatap wajah bingung suaminya itu mengalung kan kedua tangannya ke leher Wisnu berjinjit mendekati bibir ranum Wisnu dan menempelkan dengan bibir ranum miliknya.


cup


Deg, Wisnu membulatkan matanya merasakan rasa manis dan asin bercampur bekas air mata Lisa yang menempel di bibir ranum Lisa, dan berselang beberapa detik tangan Wisnu dengan spontan memegang pingan Lisa.


Lisa menjauhkan bibirnya menunduk malu sejenak, lalu kembali menatap wajah Wisnu yang membeku dengan perlakuan yang ia lakukan secara spontan.


"Kamu baru memberi ku sebagai dari nafkah yang wajib kamu penuhi, kamu baru memberikan nafkah secara materi belum secara batin." ucap Lisa yang sebenarnya sangat malu dan gugup mengatakan hal ini.


"Apa kamu sadar apa yang kamu katakan? aku,,"ucap Wisnu tertahan.


"Aku sadar dan itu kewajiban mu untuk memenuhinya dan aku juga sadar itu juga merupakan kewajiban ku memenuhi dan melayani kebutuhan batin mu. "ujur Lisa.


"Aku."Kecupan kembali mendarat di bibirnya sebelum ia berkata.


"Aku siap, jika kamu ingin melakukannya. "ucap Lisa penuh keyakinan.


******


Bismillahil 'aliyy al-azhim. Allahumma ij`alhaa dzurriyatan thayyibah, in kunta qaddarta an tukhrija dzaalika min shulbi. Allahumma jannibni asy-syaithaan wa jannib asy-syaithaan maa razaqtanaa.


Artinya: "Dengan nama Allah yang Maha Tinggi lagi Maha Agung. Tuhanku, jadikanlah ia keturunan yang baik bila Kau takdirkan ia keluar dari tulang punggungku. Tuhanku, jauhkan aku dari setan, dan jauhkan setan dari benih janin yang Kau anugerahkan padaku."


Wisnu mulai mencumbu istrinya itu, dan untuk pertama kalinya Wisnu dan Lisa merasa hubungan suami istri yang sesungguhnya untuk pertama kalinya.


*******


Lisa terbangun dari tidurnya ketika panggil alam datang kepada nya. Lisa menatap wajah Wisnu kembali mengingatkan kegiatan mereka semalam yang sangat asik di nikmati keduanya.


Tampak rona merah menjalar di wajah Lisa ketika kembali mengingatnya, menggigit lembut bibirnya merasa malu dengan keagresifannya mengajak Wisnu bermain bersama.


Lisa bangun dari tidurnya merasakan seluruh tubuhnya lelah, Lisa berusaha berjalan ketika merasakan sakit di area intinya.


"Ishtt." rintih Lisa berjalan masuki kamar mandi membersihkan dirinya dari bekas permainan mereka.


Pagi menjelang, Lisa membangun kan Wisnu yang tertidur kembali setelah melaksanakan sholat subuh bersama tanpa mengulangi kegiatan mereka semalam (ingat tanpa mengulangi).


Wisnu dan Lisa berjalan beiringan menujuh dapur, karena hari ini Lisa tidak membuat sarapan seperti biasa karena ia ikut tertidur bersama Wisnu.


Tampak senyuman hangat terpancar dari bibir keduanya pagi ini sehangat mentari pagi.


Membuat Almira merasa bingung, bukan kah mereka semalam sedang bertengkar alasan yang membuat tidak bisa tidur hingga subuh menjelang. Aneh? batin Almira.


*********


~***T.B.C ~


Hai Author update 3 bab sekaligus, jangan tanya kenapa? karena besok akhir pekan jadi Author menulis agar besok Author bisa menikmati akhir pekan tanpa beban memikirkan jadwal update 🥰🥰


jangan lupa vote ya🥰🥰


selamat malam minggu buat kalian yang keluar malam ini, Author si di rumah saja besok baru keluar🥰🥰


sampai jumpa di malam senin, see you all😇😇***