Suamiku Anak SMA (Wisnu & Lisa)

Suamiku Anak SMA (Wisnu & Lisa)
Episode 21 #Rutinitas Malam


***Episode 21 #Rutinitas Malam


Happy reading all***,,,,


...*******...


Setelah satu minggu berturut turut menginap di rumah orang tua Lisa, Almira tiap hari menelepon dan protes meminta menantu dan anaknya untuk pulang dan dengan berat hati Lisa harus ikut suaminya pulang karena salah satu kewajiban nya adalah ikut kemana pun suaminya pergi.


"Ya elah mama, kak Lisa cuma ke rumah suaminya dong lagi kita masih satu kota, mama menangis seakan akan kak Lisa akan tinggal di luar negeri saja." sahut Indra merasa mamanya itu berlebihan.


"Diam lah bang, kamu itu tidak tahu gimana rasanya melepaskan putri mama untuk ikut suaminya." kesal Elisa ke putra nya itu.


"Yah gak gitu juga kali ma." jengkel Indra.


"Indra bener ma, kalau Lisa sama suami Lisa bakal sering berkunjung ko." ujur Lisa mencium pipi mama nya itu sebagai salam perpisahan.


Mereka pun meninggalkan kediaman orang tua Lisa.


"Kakak tidak ingin ke supermarket dulu, beli kebutuhan apa saja yang kakak butuhkan. Takut nya nanti gak ada di rumah." tutur Wisnu.


"Boleh deh, ke betulan ada beberapa barang yang perlu di beli." ujur Lisa.


Wisnu pun melajukan mobil nya ke arah supermarket.


"Kakak ingin beli apa?" tanya Wisnu seraya mendorong troli belanjaan mengikuti langkah kaki Lisa.


Lisa mengambil beberapa barang yang dirasa ia butuhkan lalu berjalan ke arah kasir untuk membayar semua belanjanya.


"Totalnya dua ratus delapan puluh lima ribu kak." ucap mbak kasir.


Dengan cepat Wisnu memberikan kartu atm miliknya, sebelum Lisa menyodorkan miliknya.


"Ayo," meraih pergelangan tangan Lisa berlalu dari sana dengan tangan kiri menentang kantong belanja.


"Ingin makan siang dulu apa langsung ke rumah?" ujur Wisnu saat melihat jam di ponsel miliknya sudah menunjuk jam makan siang, yang berarti mereka menghabiskan waktu hampir sejam hanya untuk berbelanja beberapa keperluan Lisa.


"Iya boleh." sahut Lisa.


Saat ini mereka tengah berada di sebuah Cafe yang cukup terkenal karena berada di tengah tengah kota, tidak jauh dari supermarket mereka berbelanja.


Karena tempat yang trategis membuat isi cafe sangat penuh, dekat dari beberapa perkantoran, rumah sakit hingga mall, sangat cocok bagi para pekerja tidak perlu terlalu jauh untuk makan siang.


Wisnu melajukan mobil menujuh kediaman orang tua nya.


"Ya ampun sayang, akhirnya kamu sampai juga. Kenapa kalian lama sekali? tadi mama kamu bilang kalian sudah ke sini sejak sejam yang lalu."cecer Almira.


"Maaf bun, tadi Wisnu nemenin Lisa beli beberapa barang!" pekik Lisa.


"Kalau gitu Wisnu ke kamar dulu letakin koper milik istri Wisnu."ujur Wisnu berlalu pergi membawa koper serta kantong plastik belanjaan milik Lisa.


"Sini sayang duduk kita ngobrol, bunda kangen banget seminggu ini sendiri beberapa hari ayah Wisnu ada kerjaan kantor jadi selalu pulang sore menjelang magrib."curhat bunda Almira.


"Memang bunda gak keluar rumah, misalnya arisan gitu atau gak kumpul bareng tetangga." ucap Lisa.


"Iya juga sih."ucap Lisa membenarkan perkataan mertuanya itu. Mereka pun larut mengobrol, sedangkan di kamar Wisnu sedang mengobrol dengan sahabat sekaligus adik iparnya Indra melalui sambungan telpon.


"Jadi gimana udah bisa mulai besok?"tanya Wisnu.


"Bisa dong, gue udah bilang sama manajernya dan kita bisa langsung masuk aja besok. loh udah ngomong sama kak Lisa gak, takutnya nanti kita pulang malam terus. Kalau gue sih gak masalah secara gue masih lajang loh udah punya bini jadi apa apa harus izin dulu baru boleh keluar kalau nggak bisa bisa loh gak dapat jatah malam lagi." ledek Indra tertawa di balik ponsel Wisnu.


"Bisik loh, iya nanti gue ngomong sama Lisa soal ini." ujur Wisnu mematikan panggil secara sepihak.


Malam hari setelah makan malam Wisnu dan Lisa kembali ke kamar untuk istirahat. Wisnu menarik nafas siap mengutarakan apa yang ingin ia katakan bersama Indra siang tadi.


"Kak!" sahut Wisnu.


"Iya."jawab Lisa.


"Aku ngobrol sesuatu." ujurnya mengantung ucapannya "Mungkin besok hingga beberapa malam ke depan aku akan pulang telat, apa boleh?"ucapnya meminta izin.


"Emang kamu ada acara?" tanya Lisa.


"Iya, aku dan Indra akan lomba basket akhir bulan ini jadi kami perlu berlatih." ucap Wisnu beralasan.


"Ya udah nggak papa, nanti jangan terlalu lelah berlatih takutnya kamu sakit sebelum ikut lomba." ujur Lisa tersenyum.


Mereka pun segera tidur melepas penat seharian beraktivitas, sebelum kembali mengawali aktivitas kembali.


*******


Beberapa hari berlalu seperti ucapan Wisnu, ia selalu pulang saat jam akan menunjuk angka sepuluh malam. Tanpa rasa curiga sedikit pun Lisa selalu menyiapkan air hangat untuk Wisnu berendam menghilang penat seharian berlatih.


"Kamu sudah makan malam?" tanya Lisa ketika Wisnu keluar dari kamar mandi.


Wisnu mengelenkan kepala, karena sudah terlalu malam membuat nya tidak sempat menikmati makan malam sebelum pulang.


"Kebiasaan, pakai pakaian mu lalu turun, aku akan memanas kan makan dulu." kebiasaan Lisa beberapa terakhir ini karena kadang suaminya itu sering tidak makan malam. Awal pertama Wisnu pulang malam ia meminta makan karna tidak sempat melakukannya.


Dan setiap Wisnu pulang, ia akan menanyakan apa ia sudah makan atau belum.


"Kakak tidak makan juga?" tanya Wisnu melihat Lisa hanya memperhatikan tanpa ikut makan.


"Aku sudah makan bersama ayah dan bunda tadi."ujur Lisa, tapi Wisnu kekah menyuap kan makan nya ke dalam mulut Lisa.


"ih Wisnu aku sudah sikat gigi!!" kesal Lisa.


"hahahaha, stok pasta gigi di kamar mandi masih banyak jadi tidak akan habis jika kakak menggosok gigi lagi.


Mereka pun tertawa bersama, sesekali Wisnu menyuapi makanan miliknya ke dalam mulut Lisa.


******


~***T.B.C ~


Hai Author update, jangan lupa vote ya🥰🥰***