
***Episode 17 #Mertua
Happy reading all***,,,,,
....................................
"Kalau gitu Lisa ke atas dulu ya bun manggil Wisnu." kata Lisa masih canggun.
"Gak usah, nanti itu anak turun sendiri ko." ujur bunda Almira.
"Hmm, i iya bunda." jawab Lisa.
"Pagi sayang." ujur Wiraka mengoda sang dengan mencolet pingannya.
"Apaan si ayah ganjen banget, gak malu apa di lihat sama mentu kita !!" cletuk Almira.
"Selamat pagi menantu, bagaimana malam mu sama anak Ayah?" ujur Wiraka mengoda menantu nya itu, yang mana membuat Lisa tersimpu malu dibuatnya.
"Hmm,,," gumah Lisa merasa malu, dan gugup ingin menjawab apa.
"Apaan sih ayah ini, menantu bunda kan jadi malu." kesal Almira. "Kamu gak usah dengerin kata Ayah dia itu memang bermulut wanita, makanya selalu kepo." kata Almira.
"Hmm, iya bunda." kata Lisa gagap.
"Selamat pagi semuanya." sapa Wisnu.
"Ini dia nih yang ditunggu, eeh kamu kok pake baju sekolah sih?" tanya bunda Almira heran.
"Lah hari ini senin bukan?!" merasa heran dengan pertanyaan sang bunda.
"Iya bunda juga tahu kalau hari ini itu hari senin, tapi kamukan baru nikah kemarin jadi hari kita akan ke rumah mertua kamu. Gimana sih kamu!!" kesal Almira.
Wisnu mengalihkan pandangannya matanya ke arah sang istri, mata ketemu mata rasa gugup dan canggun melanda dan dengan cepat Wisnu mengalihkan kembali pandangan nya ke arah bunda
"Iya nanti Wisnu ganti deh bun." mengalah DEMI kedamaian bersama.
Wisnu duduk samping Lisa yang sudah duduk terlebih dahulu.
"Bunda bikin sandwich?" tanya Wisnu.
"Itu istri kamu buatin khusus buat kamu, coba deh pasti enak." ujur Almira.
Lisa dengan talenta melayani Wisnu. Untuk pertama kalinya Wisnu memakan makanan yang di buatkan khusus untuknya oleh sang istri.
"Nih kamu cobain nasi goreng buatan istri kamu, ayah juga cobain. Hari ini semua makanan yang ada di depan kita masakan yang di buat menantu kita yah." ujur Almira antusias.
Ayah dan anak mebelakan mata merasakan makanan buatan Lisa yang sangat enak.
"Wah wah wah menantu masakan kamu sangat enak, hmm tidak kayak menantu ibu,," ucap Wiraka tergantung.
"Ayah ledek bunda ya." ujur Almira merasa diri yang sedang di bicarakan oleh suami.
"Lah ayah kan gak bilang itu bunda, bisa saja menantu ibu yang lain." elak Wiraka.
"Lah kan menantu ibu kan cuma bunda yang cewek, kan ayah anak laki-laki satu satu, dan saudara ayah juga kan cewek semua otomatis menantu ibu gak ada lagi yang cewek selain bunda." kesal Almira.
Lisa yang tidak tahu siapa yang di perdebatan kan oleh kedua mertuanya itu merasa heran.
"Kamu udah makannya?" tanya Wisnu ke Lisa mendapat gelengan kepala.
"Eh, belum." jawab Lisa heran.
"Yah udah kita sarapan di kamar aja." ajak Wisnu lalu membawa Lisa ke dalam kamar untuk sarapan.
Bukan tanpa alasan Wisnu mengajak Lisa pindah tempat untuk sarapan. Jika Ayah dan Bundanya sudah berdebat itu akan sangat panjang dan menghabiskan waktu.
"Kita ngapain ke kamar?" tanya Lisa.
"Kakak belum tahu, kalau sudah berdebat begitu pasti akan lama." jawab Wisnu. "Yah udah kamu lanjut sarapan dulu, Wisnu mau ganti baju dulu." ujur Wisnu.
"hmm,, iya" jawab Lisa.
Wisnu keluar dari ruang ganti baju, bersamaan dengan Lisa yang telah menyelesaikan sarapannya.
"Kakak sudah selesai?" ujur Wisnu.
drttt,,,
drttt,,,
derit ponsel Wisnu yang berada di atas naskah samping tempat tidur.
"Ya, hallo Sa? kenapa? tumben pagi-pagi nelpon?" tanya Wisnu ke si penelpon.
"....."
"hari ini gw gak masuk, lo bisa nanya ke yang lain."
"....."
"Iya nanti gw hubungi."
"....."
"Iya gw ada acara keluarga."
"....."
"Iya."
Wisnu mematikan panggilnya, lalu kembali menghubungi seseorang.
"Hallo dra?"
"....."
"Iya bentar gw mau kesana." ucap Wisnu seraya menatap ke arah Lisa yang sedari memperhatikan nya.
"....."
"Iyalah, eh tadi saila nelpon nanyain soal proposal buat acara porseni bulan depan."
"....."
"Iya, mungkin minggu depan."
"....."
"Iya." kata terakhir seraya menutup sambungan telpon nya.
"Kakak udah selesai kan?" di jawab anggukan oleh Lisa. "Ayo turun bunda pasti udah nungguin."
mereka pun berjalan beiringan turun.
"Ayah sama bunda udah selesai debatnya?" ujur Wisnu menarik kursi meja makan tepat di depan sang bunda.
"Ayah kamu tu yang ngajak bunda debat." ujur sinis bunda.
"Iya iya ayah yang salah."mengalah untuk kedamaian, karna pada dasarnya wanita selalu benar dan seorang pria di wajibkan mengalah karna mereka selalu salah.
"Kamu sudah siap Wisnu, hari ini kamu akan menemui mertua kamu." ucap sang bunda.
"Kok kesannya Wisnu bakal ke medan perang ya." gugup Wisnu menatap Lisa yang baru saja dari dapur meletakkan piring kotor.
Lisa tersenyum menatap Wisnu yang merasa gugup, sama seperti dirinya saat ini.
******
~T.B.C~