Suamiku Anak SMA (Wisnu & Lisa)

Suamiku Anak SMA (Wisnu & Lisa)
Episode 18 #Nasib Pernikahan


***Episode 18 #Nasib Pernikahan


Happy reading all***,,,,


....................


Saat ini Lisa dan Wisnu beserta kedua orang tua Wisnu sedang menujuh kediaman orang tua Lisa.


Wiraka dapat melihat di balik kaca spion, sang anak dan menantu nya masih sama sama kaku dalam situasi ini. Butuh waktu sekitar empat puluh menit untuk sampai ke rumah Lisa.


"Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh,"


"Waalaikumsalam Warahmatullahi Wabarakatuh, kalian sudah datang."jawab Elisabeth antusias menyambut sang menantu dan keluarga besan nya.


Sedangkan Lisa pamit menujuh kamarnya, meninggalkan kedua orang tua nya dan mertuanya untuk berbincang entah apa yang dibicarakan.


"Gak nyangka ya jeng, akhirnya kita jadi besan betulan."ucap Elisa membuka percakapan dengan heboh.


"Iya ya jeng, gak nyangka banget, emang ya kita memang jodoh berbesanan."jawab Almira dengan senang.


Para suami hanya mengelenkan kepala melihat tingkah laku para istri yang baru saja menjadi besan, yang memang dari awal mereka menikah dulu untuk menjodohkan anak masing masing setelah sekian lama akhirnya itu terwujud.


Sedangkan Wisnu yang merasa sendiri memilih untuk menyusul sang istri ketimbang ikut mengobrol dengan para orang tua.


Di dalam kamar, Lisa baru saja menganti pakaiannya dan merebahkan tubuhnya yang terasa sedikit lelah.


tok


tok


tok


Suara ketukan dari luar membuyarkan lamunan Lisa dan segera membuka pintu kamarnya.


"Apa aku boleh masuk."tanya Wisnu saat Lisa membuka pintu kamarnya yang berdiam diri.


"Ah, iya tentu saja. Masuklah." ujur Lisa membuka lebar pintu kamarnya dan menutup nya kembali setelah Wisnu masuk.



Wisnu memperhatikan setiap sudut kamar Lisa yang terlihat sangat rapi walaupun tidak seluas kamarnya, dengan jendela kamar yang menampakkan halaman rumah yang di tumbuhi pepohonan, meja belajar minimalis melengkapi kesang elegan sangat cocok dengan kepribadian Lisa yang kalem menurut Wisnu.


"Kamu ingin teh?" tanya Lisa membuyarkan lamunan Wisnu.


"Ah, iya boleh." ujur Wisnu, kemudian Lisa membalikkan badannya melangkah pergi. "Kak." sahut Wisnu sebelum Lisa mencapai pintu.


"Iya. " ucap Lisa kembali menatap wajah Wisnu.


"Tehnya tambahkan lemon, maksudku teh dengan lemon." ujur Wisnu.


"Iya, emm ingin yang dingin atau hangat?" tanya sebelum kembali melangkah.


"Dingin saja." sahut Wisnu tersenyum.


Wisnu kembali memperhatikan kamar Lisa, tidak terlalu banyak barang dan terlihat sangat rapi. Wisnu mendudukkan bokongnya seraya mengeluarkan ponsel miliknya dari dalam saku celana, mengirimkan sebuah pesan singkat ke Indra mengatakan bahwa dirinya sudah berada di rumahnya.


Wisnu kembali meletakkan ponselnya di samping tubuhnya, berjalan ke arah jendela menghirup udara menarik nya dan menghembuskan nafas nya membuangnya secara perlahan. Memandang ke arah langit memikirkan bagaimana nasib pernikahan nya dengan sang istri nanti.


Saat ini pikiran nya di penuhi berbagai macam pertanyaan. Sanggupkah diri menjadi seorang suami, kepala rumah tangga, serta seorang iman yang baik untuk sang istri dengan keadaan dirinya saat ini yang masih berstatus sebagai seorang pelajar, sanggup kah ia menjalankan kewajiban nya sebagai seorang suami yang kini memiliki sebuah tanggung jawab yang besar yakni seorang istri, sanggup kah ia menjalankan kewajiban nya menafkahi dan memberi kehidupan baru dan baik untuk sang istri.


Kini di pundaknya telah terdapat sebuah beban yang harus ia pertanggung jawabkan di hadapan manusia, makhluk hidup, dunia, serta tuhan.


Memikirkan itu semua Wisnu hanya bisa berdoa dan berharap ia bisa melakukan tanggung jawabnya dan mampu menjalankan kewajiban nya sebagai seorang suami.


Wisnu memejamkan matanya untuk menghilangkan segala pertanyaan yang memenuhi isi kepala dan tanpa sadar Lisa telah kembali.


Pintu terbuka menampakkan Lisa dengan membawa sebuah nampan berisi dua buah gelas beserta piring berisi makanan ringan.


Lisa menatap punggung Wisnu sambil meletakkan nampan di atas meja.


Dengan perasaan gugup Lisa memberanikan diri menepuk lembut bahu sang suami "Wisnu!" ujur Lisa.


"Iya," kaget Wisnu tersadar dari lamunannya.


"Aku liatin dari tadi diam saja, lagi mikir sesuatu?" tanya Lisa.


Wisnu menghembuskan nafas nya secara kasar, ia harus membicarakan apa yang ia akan lakukan dengan pernikahan ini, karena bagaimana pun Lisa adalah istrinya ia juga berhak memberikan pendapat maupun solusi dalam pernikahan mereka.


"Aku ingin kita berbicara. "ucap Wisnu dengan serius, memegang kedua tangan Lisa mengiringi nya untuk duduk.


Lisa mengambil nampan berisi dua gelas lemon teh sesuai keinginan Wisnu. "Ini minumlah dulu, kamu pasti hauskan?" ujur Lisa meletakkan nampan tersebut di depan Wisnu.


"Terima kasih."sahut Wisnu mengambil satu gelas lemon teh."Ini sangat enak, kakak yang membuat nya?" ucap Wisnu kembali meneguk minumnya sampai habis.


"Benar kah? terima kasih, kebetulan aku sedikit suka dan suka membuatnya."ucap Lisa tersenyum. "Hmm, apa yang ingin kamu bicara?"lanjut Lisa saat Wisnu meletakkan gelas nya.


Wisnu menatap lekat wajah Lisa "Aku tidak tau harus memulai dari mana, aku sudah kepikiran ini sejak kemarin. Jujur saja aku takut tidak sanggup menjalaninya. Sekarang aku adalah seorang suami, bukan lagi seorang anak, kini aku sebagai seorang suami yang memiliki sebuah kewajiban dan tanggung jawab menjaga dan membimbing istri ku, jika aku memiliki kesalahan tolong katakan karena aku butuh waktu untuk belajar menjadi seorang iman yang baik dalam rumah tangga kita." jelas Wisnu menatap tangan Lisa yang di genggam nya.


"Tentu, aku juga harus belajar banyak menjadi seorang istri yang baik." dengan suara serak menahan tangis.


"Maka dari itu mari kita belajar bersama."ucap Wisnu meraih kepala Lisa, mengecup lembut kening yang sejak kemarin sah menjadi istri nya.


"Kok malah nangis, udah dong entar matanya bengkak." gurau Wisnu mengecup kedua mata berair Lisa. "Asin." kata Wisnu lagi.


"ihh apa si." kesal Lisa mencubit perut Wisnu, mereka tertawa bersama melanjutkan percakapan yang sempat tertunda sejenak.


.......


~T.B.C~


**Maaf baru bisa update sekarang, saya ucapkan terima kasih karena sudah setia menunggu cerita ini update.


aku usahain siang ini update 1 atau 2 bab, jadi tambahkan favorit agar dapat notifikasi saat cerita ini update lagi**.