Suamiku Anak SMA (Wisnu & Lisa)

Suamiku Anak SMA (Wisnu & Lisa)
Episode 1 #prolog


Episode 1 #prolog


"Lisa,,," teriak jihan temen baik Lisa. Yah saat ini Lisa tengah berada di sebuah hotel di mana tempat berlangsungnya hari kelulusan Lisa atau biasa di sebut hari wisuda.


"Jihan." sapa Lisa memeluk sahabatnya.


Mereka berjalan bersama menuju tempat yang telah di sediakan untuk para wisudahan begitu pun para orang tua.


Hingga beberapa saat lalu, kini telah tiba penyebutan nama dengan lulusan terbaik.


Lisa sangat terkejut ketika namanya lah disebut sebagai lulusan terbaik hingga hampir keseluruhan nilai IPK nya nyaris sempurna yaitu 4.0 untuk program studi pendidikan S2.


Dengan rasa haru dan bangga Lisa berjalan naik keatas panggung, tapi sebelum itu Lisa menoleh ke belakang di mana orang tua nya berada. Kedua orang tua Lisa memberi senyuman sebagai tanda mereka bangga dengan pencapaiannya.


Di atas panggung, dangan perasaan bahagia Lisa menyampaikan rasa syukur nya dan terima kasih nya.


****


Hingga tiba waktunya acara sesi foto para wisudahan, tapi wajah Lisa tampak murung karena seseorang yang di nantinya tak kunjung datang, dari awal acara hingga sesi pemotretan.


"Kejutan, selamat ya sayang atas kelulusan mu." ujur seseorang yang sangat di nanti Lisa.


"Adit." dengan mata berkaca kaca hingga air matanya nyaris tumpah karena berpikir kekasihnya itu tidak datang. Aditya Syahid pria yang telah menjadi kekasih Lisa sejak tiga tahun lalu. "Aku pikir kau tidak akan datang."sambung Lisa.


"Bagaimana mungkin aku tidak akan datang di acara istimewa kekasih ku ini, ini untukmu." ucap Adit sambil menyerahkan satu buah boneka beruang wisuda dan sebuket mawar merah.


"Terima kasih." Lisa menerimanya dengan senyuman yang manis.


Tidak lupa Adit menyapa kedua orang tua Lisa. Mereka pun melakukan sesi foto bersama.


"Maaf om tante nggak papa kan Lisa pergi sama saya?" tanya Adit kepada kedua orang tua Lisa yang ingin mengajak Lisa keluar.


"Tidak masalah, asalkan kamu jangan ke malaman bawa anak saya." jawab ayah Lisa yang di angguking ibu Lisa.


"Makasih om tante, Adit janji tidak sampai ke malaman bawa Lisa." ujur Adit begitu senang.


"Kalau begitu Lisa pamit ya pah mah." pamit Lisa mencium tangan kedua orang tua nya berganti dengan Adit.


"Iya, kamu hati hati ya sayang." ucap mama Lisa dan mereka pun berpisah dengan Adit membawa Lisa menujuh mobil nya.


***


Didalam mobil....


"Kamu mau ajak aku kemana?" tanya Lisa setelah Adit melajukan mobil nya memecah jalan raya.


"Ada dong sayang, kalau aku kasih tahu sekarang itu bukan lagi kejutan namanya." jawab Adit kembali fokus menyetir.


Setelah menghabiskan waktu sekitar 40 menit Lisa dan Adit telah sampai ke sebuah restoran yang terletak tidak jauh dari pantai.


"Kamu yang menyiapkan semua ini." tanya Lisa mengagumi ruang yang telah di sulap seindah mungkin. "Adit." Lisa berbalik ketika tak mendapat jawaban dari Adit.


"Mungkin inilah waktu yang tepat untuk mengatakan ini."


Dan seketika itu pun Adit membungkukkan badannya dan mengeluarkan sebuah kotak berbentuk hati warna merah, "Halisa Putri, aku Aditya Syahid melamar mu mau kah kamu menjadi istri ku dan menjadi pendamping di sisa hidupku kelak?"


"I iya, aku mau menjadi istri." jawab Halisa dengan nada bergetar lantaran merasa bahagia.


Adit pun memasangkan cincin di jari manis Lisa sebagai tanda bahwa Lisa adalah miliknya. "Besok malam aku akan dan membawa kedua orang tua untuk melamar mu secara di depan keluarga mu" ucap Adit mencium mesra kening Lisa yang di balas angukan malu oleh Lisa.


Mereka pun menikmati makanan yang telah disediakan dengan perasaan bahagia.


Hari kini semakin sore matahari perlahan menengelamkan dirinya di upuk barat pertanda sebentarlagi hati akan mulai gelap.


"Adit fokus kedepan aku tidak mau kalau harus mati sekarang." kesal Lisa lantaran sedari tadi Adit terus menggenggam dan mencium tangannya.


"Aku rela mati sekarang kalau itu bersama mu." goda Adit dan terus mencium tangan Lisa membuat Lisa tersimpu malu dibuatnya.


"Kau tak ingin masuk." tanya Lisa yang saat ini mereka berdua telah berada di depan rumah Lisa.


"Tidak karena aku ingin cepat cepat pulang dan memberi tahu orang tua ku untuk melamar mu besok." yang mana membuat Lisa kembali dengan muka merah lantaran merasa senang dan malu.


"Ya udah kamu masuk sana, jangan lupa salam buat papa dan mama mertua. Katakan kalau besok calon mantunya akan datang melamar putri nya yang cantik ini" gombal Adit mencolet pipi Lisa.


"Apaan sih, udah sana pulang" usir Lisa walaupun pada kenyataannya merasa senang.


"Aku pulang ya, kamu jangan lupa mimpi aku bentar kalau kamu tidur" ucap Adit memberikan ciuman hangat di kening Lisa dan di balas angukan.


Setelah mobil Adit sudah tidak terlihat lagi, Lisa melangkah kakinya kedalam rumah.


"Assalamualaikum." salam Lisa ketika masuk ke dalam rumah melihat sang mama dan mencium punggung tangan wanita yang telah melahirkannya itu.


"Waalaikumsalam, kamu sudah pulang sayang" jawab sang mama.


"Papa mana mah?" tanya Lisa mencari keberadaan papanya.


"Papa kamu ada di ruang kerjanya, emang ada apa kamu mau ngomong sesuatu?" tanya balik sang mama.


"Iya mama, Lisa pengen ngomong hal penting sama papa dan mama" jawab Lisa.


"Ya sudah, sana kamu bersin badan kamu dulu" tintah sang mama dibalas anggukan oleh Lisa dan berjalan menujuh kamarnya.


******


Hai welcome di cerita aku semoga suka jangan lupa follow like and komen yah😇😇😇