Suamiku Anak SMA (Wisnu & Lisa)

Suamiku Anak SMA (Wisnu & Lisa)
Episode 22 #Bertengkar


***Episode 22 #Bertengkar


happy reading all***....


....................


Keesokan malamnya Lisa sedang menyiapkan makan malam untuk keluarganya.


"Wisnu masih pulang malam nak?" tanya Almira.


"Iya bun, katanya sih harus latihan ekstra buat lomba akhir bulan ini." jawab Lisa.


"Tidak bisa Wisnu latihan hingga larut malam begini, walaupun lomba keluar kota pun ini pertama kalinya Wisnu latihan hingga larut seperti ini, paling larut hanya dua atau tiga hari selebihnya pulang sore." sahut Wiraka.


Lisa pun berpikir seperti itu, karena Indra adik nya juga merupakan anggota tim basket sekolah tidak pernah pulang latihan selarut ini.


Lisa merasa sesak memikirkan itu semua, jadi beberapa hari ini suaminya itu membohongi nya dengan alasan berlatih.


"Lisa ke kamar duluan yah, bun!" ucap Lisa telah menyelesaikan makan malamnya meninggalkan kedua mertuanya.


"Iya." jawab kedua mertuanya.


Lisa menangis tersedu merasakan sesak di dada, sakit yang sama ia rasakan saat di khianati Aditya dulu.


Apa mungkin suaminya itu memiliki seorang kekasih, mengingat suaminya itu masih remaja tidak mungkin bila tidak memiliki seorang kekasih.


Sakit rasanya menghantam dada di khianati untuk kedua kalinya oleh lelaki.


Lisa terus menangis tanpa menyadari ke pulangan Wisnu yang merasa heran tidak bisa nya istri itu tidak menyambut dirinya seperti malam malam sebelumnya.


"Kak." ujur Wisnu, merasa di abaikan Wisnu menghampiri Lisa kaget mendapati istrinya sedang menangis. "Kakak nangis kenapa?" tanya Wisnu.


"Kamu kemana saja?"tanya Lisa menatap Wisnu dengan mata penuh air mata.


"Kok kakak nanya gitu aku,," ucap Wisnu terpotong.


"Aku nanya kamu kemana saja beberapa hari ini?" ucap Lisa dengan suara sedikit meninggi kemudian kembali menangis saat suaminya itu masih saja terus berbohong kepada nya.


"Ya ampun kakak, aku kan sudah izin untuk lat,,"


"Mana ada latihan basket hingga selarut ini, awalnya aku pun heran mengapa kamu harus pulang sampai selarut ini jika hanya untuk sekedar latihan." ucap Lisa tertahan. "Saat ayah sama bunda nanyain kamu yang selalu pulang hingga selarut ini dan itu menambah rasa keraguan ku bertambah bawah kau bukan pulang malam karena berlatih tapi untuk hal lain." hedrik Lisa mengeluarkan semua hal yang buat sakit.


Dengan siaga Wisnu memeluk Lisa erat yang ada sang empunya tubuh menepis tangan yang ingin memeluk nya.


"Ok ok aku jujur, emang aku pulang selarut ini memang bukan karena berlatih tapi,,"


"Karena apa hah? menemui kekasih? jawab Wisnu." pecah sudah tangis Lisa yang ia tahan sedari tadi tidak kuat lagi bila harus memendam nya lebih lama lagi.


"Oh ya tuhan." ucap Wisnu menarik kasar rambutnya. "Ok aku akui telah membohongi kakak beberapa hari terakhir ini, tapi bukan untuk menemui kekasih ku atau pun sejenisnya." sela Wisnu frustasi mendekap kembali Lisa ke dalam pelukannya tanpa ada penolakan.


"Dengarkan aku." ucap Wisnu melepas kan pelukannya memegang kepala Lisa mengecup lembut kening serta kedua mata Lisa yang berair. "Aku pulang selarut ini bukan karena menemui kekasih ku atau pun berselingkuh, tapi aku lakukan semua itu karena kau istri ku." sangkal nya sedari tadi istrinya itu tak memberinya kesempatan untuk menjelaskan, melepaskan genggam tangannya.


Wisnu meraih tas sekolah miliknya dan mengambil sesuatu dari dalam tasnya.


"Ini, karena ini aku selalu pulang larut." ujur Wisnu menyerahkan sebuah amplop pulang ke tangan Lisa.


Lisa menatap bingung amplop yang baru saja di berikan Wisnu kepadanya. "Apa ini?" tanya Lisa.


"Bukalah." suara Wisnu melunak.


Lisa merobek ujung amplop lalu mengeluarkan beberapa lembar uang pecah seratus ribu itu, menatap dengan bingung ke arah Wisnu.


"Itu gaji pertama ku bekerja, dan aku memberikan semuanya kepada mu sebagai nafkah sebagai mana yang di berikan seorang suami kepada istrinya." ujur Wisnu. "Tadi aku ingin memberitahu mu tentang ini, tapi,,," ucap Wisnu mengantung kan ucapannya.


Sedangkan di luar kamar Almira tidak sengaja mendengar pertengkaran anak dan menantunya. Segera berjalan kembali ke kamar.


"Ayah bangun." ucap Almira membangunkan suaminya.


"Ada apa sih bun, ayah ngantuk ni." ujur Wiraka mencari posisi nyaman.


"Seperti Wisnu dan Lisa bertengkar!" ucap Almira sontak membuat Wiraka bangun dari tidurnya.


"Kenapa?" tanya Wiraka.


"Apa mungkin karena Wisnu selalu pulang malam hingga selarut ini yang membuat Lisa marah."ucap Almira memberi anggapan pertengkaran anak dan menantunya.


"Sudahlah bun, biarkan mereka menyelesaikan masalah mereka sendiri, kita tidak bisa ikut campur karena itu privasi mereka." ucap Wiraka membaringkan tubuhnya kembali.


"ish ayah bunda serius ni."kesal Almira melihat suaminya itu kembali tidur, sepanjang malam Almira tidak bisa memikirkan apa penyebab anak dan menantunya itu bertengkar hingga subuh menghampiri.


...*********...


~***T.B.C ~


Hai Author update jangan lupa vote ya🥰🥰***