
***Episode 13 #Salah paham
Happy reading all***,,,
*******
Akhir pekan adalah hari yang bisa orang orang menikmati hari libur mereka setelah beberapa hari merasa stres akan beberapa hal yang mengurus pikiran.
"Jihan,,," sapa Lisa memeluk sahabatnya saat ini mereka bertemu di sebuah pusat pembelajaran. "Kamu apa kabar beb?" pertanyaan yang sering kita dengar dari seseorang saat bertemu.
"Kabar aku baik beb!" seru Jihan. "Keadaan kamu sendiri gimana? Aditya sudah gak ganggu kamu lagi kan?" tanya Jihan.
"Kalau kabar aku sih baik, kalau soal Adit?!" gantung Lisa.
"Kenapa beb?" tanya Jihan mendengar jawaban Lisa gantung.
Lisa sadar dari lamunannya. "Yah gitu deh, beberapa hari ini dia selalu datang ke rumah." tutur Lisa.
"Terus?!" ujur Jihan penasaran.
"Apaan sih kepo bangat, hihihi" ucap Lisa terkekih.
"ih ke bisaan bikin kepo orang saja, hahaha" ujur Jihan ikut tertawa melihat sahabatnya kembali ceria lagi dan tidak seperti beberapa hari lalu.
"Sekarang giliran aku yang bertanya, gimana hubungan kamu sama pak Doni?" tanya Lisa.
"ya, gitu gitu aja gak ada kemajuan." jawab Jihan murung yang mana membuat Lisa merasa bersalah telah bertanya. "Tapi kamu tahu gak ternyata pak Doni itu seorang duda" lanjut Jihan.
"WHATTT!!!" bola mata Lisa hampir keluar mendapatkan kenyataan tersebut.
"Eh tuh mata sudah mau lompat Keluar," ledek Jihan.
"Kamu serius?" ucap Lisa merasa gak percaya, dari segi mana pasti semua orang berpikir bahwa Doni masih seorang lajang.
"Iya, aku dengar sendiri dari sekretarisnya kemarin, rasanya makin gak mungkin deh" ujur Jihan makin murung.
"Ya elah belum di coba juga beb, udah main nyerah aja. Ingat kata para buaya, sebelum jalur kuning kembali melengkung masih ada kesempatan bukan." tutur Lisa menaik turunkan alis nya.
"Apaan sih, dapat dari mana tu kata kata?!hahaha" merasa geli akan pepatah yang di lontarkan sahabatnya itu.
Mereka larut dalam perbincangan yang menyenangkan, keluar masuk toko berbelanja kebutuhan masing masing.
"Wah belanja aku banyak juga ternyata, kurang berapa nol lagi nih angka rekening aku!!" canda Lisa walaupun pada kenyataannya barang yang di belinya sangat lah banyak, bahkan beberapa barang yang merasa tidak di perlukan pun ikut terbeli menghabiskan waktu dan uang tentunya.(itulah wanita tidak kenal waktu dan bahkan hampir tidak sadar membeli barang).
"Kamu ma udah dari dulu kali suka gak sadar kalau udah shopping." ujur Jihan.
"Kamu pun sama," jawab Lisa.
"Eh udah jam 5 pulang yuk" ajak Jihan.
Lisa melihat jam yang melingkar di pergelangan tangan nya. "Waduh udah mau jam 5 lagi, pasti mama sudah khawatir " ucap Lisa.
"Cikk dasar anak mama" ledek Jihan.
"Hahahaha,,," mereka pun tertawa dan berjalan beiringan menujuh mobil masing masing.
*****
Di perjalanan Lisa terkenah macet karena di depan sedang terjadi kecelakaan, yang mengharuskan beberapa pengendara mengambil jalan lain. Begitu pun dengan Lisa yang ikut mengambil jalan lain agar cepat pulang karena hari mulai gelap karena awan mendung di tambah jam sudah menunjuk pukul 5 lewat beberapa menit.
Lisa melewati daerah yang jarang pengendara mobil lewati.
Entah hari ini mengapa terasa sangat sial bagi Lisa dari jalan macet, mengambil jalan pintas dan sekarang mobil Lisa mogok di tengah jalan. Sungguh sial bukan??
Lisa merasa bingung harus bagaimana karena tidak mengerti memperbaiki mesin mobil nya. Lisa memutuskan untuk mencari seseorang untuk membantu nya.
Lisa sudah berjalan sudah agak jauh dari mobilnya, tapi tak seorang pun Lisa melihat satu orang pun melintas.
Tiba tiba,,
"Eh neng mau ke mana" entah dari arah mana dua orang pria bertubuh jakung datang menghadap langkah kaki Lisa.
"Kalian berdua siapa " dengan suara bergetar kaki Lisa melangkah mundur menghindari ke dua penjahat tersebut.
"Tenang aja neng kita nggak akan ngapa ngapain eneng kok, iya gak bro" ucap salah penjahat tersebut.
Lisa berbalik dan berlari tapi dengan siaga kedua penjahat itu mengejar Lisa.
"Tolong,," teriak Lisa meminta tolong.
"Eneng gak usah takut kita gak bakal nyakitin cuma mau main mainin doang kok, iya kan bro" ucap salah penjahat yang berhasil meraih pergelangan tangan Lisa.
"Tolong jangan sakiti saya, kalian ingin uang kan? saya akan berikan semua uang saya, tapi tolong jangan sakiti saya" air mata Lisa mengalir lantaran merasa sangat takut.
"kita gak butuh uang neng, tapi kita butuh,,,"
krekk,,,
suara robekkan baju Lisa,
bruk,,burkk,,,
Lisa mundur dan terduduk merasa sangat sangat takut kerana untuk pertama kalinya mendapatkan pelecehan.
Seseorang datang entah siapa memukul saat melihat Lisa hampir di lecekan.
Perkelahian berlangsung beberapa saat dan ke dua penjahat tersebut kabur lantaran mendapatkan pukul dari pemuda tersebut.
"Kakak tidak apa apa kan?" ucap Wisnu yang kebetulan juga lewat dan melihat Lisa hampir saja di lecekan dua orang penjahat.
"Ehh,, kalian berdua sedang apa? berbuat zina ya" teriak beberapa orang warga datang memperogokin Wisnu dan Lisa.
****
~T.B.C~