
"Bibi, apa bibi sedang memasak? " tanya liu chen karena mencium aroma gosong,
"eh, eh iya bibi lupa,masuklah duduk dulu, bibi akan ke dapur",sambil berlari meng rou menuju arah dapur karena pasti masakannya gosong.
Saat liu chen baru saja duduk dengan lingyun dari luar dekat pintu terdengar suara sangat keras," hahaha di mana keponakan tampanku?" ucap pria itu, pria itu mendatangi di mana liu chen sedang duduk.
"Salam paman, chen'er memberi hormat" ucap liu chen kepada lelaki itu, yang tak lain adalah Ling zhan, patriak klan Ling.
Ling yun juga melakukan hal sama, tak lama setelah itu dari pintu ada teriakan lagi.
"Ayah, ibu ,aku pulang," teriakan dongma, yang akhirnya di marahi ayahnya,
"kenapa teriak teriak" ucap ling zhan memarahi putranya.
"Maaf ayah, " ucap dong ma.
"Cucuku" ucap seorang wanita paruh baya yang terlihat sudah tua tapi tak menutupi kecantikannya,di sampingnya juga ada pria tua, mereka adalah Ling zhou atau kakek liu chen,dan tang mei atau nenek liu chen.
Kakek dan nenek Liu chen akhirnya memeluk liu chen,mereka lalu duduk bersama, sedangkan bibi liu chen sedang memasak di dapur, liu chen akhirnya juga mengenalkan lingyun, memberi tahu asal usul ling yun.
"Yun'er, beri salam kepada Kakek, nenek dan paman",ucap liu chen.
"Salam kakek, nenek, paman, yun'er memberi hormat," ucap ling yun.
Nenek tang mei, berdiri dari kursinya, dan berjalan mendekati lingyun, memeluk lingyun sambil mengusap kepalanya,lalu berkata" mulai sekarang kami adalah keluargamu yun'er, panggil aku dengan nenek mei, itu kakek zhou, dan itu paman zhan, mereka adalah keluargamu.
Tak terasa akhirnya lingyun menangis dan memeluk erat nenek mei, dia benar benar bahagia di terima semua orang sebagai keluarga, sedangkan kakek zhang pun ikut merasakan bagaimana perasaan ling yun saat ini.
Sekarang di meja sudah banyak makanan, akhirnya semua menikmati makanan itu, hanya liu chen yang makan sedikit karena sebelum datang dia sudah makan, tapi berbeda dengan ling yun, yang duduk di antara bibi meng rou dan nenek mei, mangkuknya penuh dengan makanan akibat di ambilkn nenek mei dan bibi meng rou.
Setelah selesai makan, mereka mengobrol ringan, sedangkan Lingyun yang mengantuk di ajak bibi meng rou untuk tidur, setelah menemani ling yun sebentar bibi pun kembali berkumpul bersama.
"Iya bibi, dia jalan dari restoran keluarga lu sampai ke sini, yun'er begitu semangat saat aku mengatakan akan mengenalkan kakek dan nenek kepadanya" ucap liu chen.
"Kasihan yun'er, kita akan bersama sama membuat dia lupa dengan kesedihan " ucap nenek mei menimpali.
Liu chen menceritakan perjalananya karena pertanyaan pertanyaan penasaran dari mereka, tapi tidak dengan sistem, Liu chen hanya bercerita, bahwa dia bertemu dengan seorang kakek tua dan menyelamatkannya, memberikan warisan dan berpesan, "segeralah kuat dan berjalanlah di jalan kebenaran, hitam tak selamanya kotor, dan putih tak selamanya bersih, jagalah yang kau sayangi, tolong yang pantas kau tolong dan musnahkan yang pantas di musnahkan" ketenangan hanya ada sebelum badai, jadi bersiap siaplah.
Semua mendengarkan tanpa ada yang memotong penjelasan liu chen,liu chen juga menjelaskan tujuannya berkunjung.
"Kakek, ini untuk kakek, dengan isi di dalamnya chen'er yakin dalan 1 bulan kakek akan segera naik dari ranah ke ranah langit awal"
"Nenek, ini untuk nenek di dalam ini ada pil kecantikan dan pil yang sama dengan kakek, nenek akan bisa naik ke ranah bumi puncak dan jika beruntung akan sama dengan kakek ke ranah langit.
"eh, ini, chen'er"ucap kakek zhou. kakek liu chen. sangat kaget setelah mengedarkan kesaradaran spiritualnya kedalam cincin, bagaimana tidak,ada beberapa pil kuktivasi dewa, pil pinyembuhan, pil energi dan beberapa pil lain, semuanya pil tingkat tinggi paling rendah tingkat illahi.
Mereka bergantian melihat isi cincin, karena kakek zhou hanya ternganga tanpa menjawab pertanyaan mereka.
"Paman, Bibi, kakak Ma, inti masing masing untuk kalian, " ucap liu chen.
"dan jangan bertanya dari mana, itu seperti ceritaku tadi paman".
Meeeka hanya bisa terdiam dengan apa yang di lakukan liu chen, mereka berterimakasih kepada liu chen dengan apa yang di berikan liu chen, bagaimana tidak, untuk mendapatkan pil tingkat dewa itu akan menghabiskan pendapatan klan selama setengah tahun.
"paman, paman, " ucap liu chen memanggil pamannya, karena pamanya masih terbengong dengan apa yang di dapatkannya.
"Paman, Bibi, Kakek, Nenek, dan kakak ma, aku ingin kalian bertambah kuat, untuk melindungi semua keluarga, dan apapun yang akan mengganggu ketenangan dan kenyamanan kota bukit bunga,dan paman, apakah di klan ling ada tanah setidaknya luasnya 5 ha? "jelas liu chen dan menanyakan sesuatu kepada pamannya.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
BERSAMBUNG