
"permisi paman man" ucap liu chen,.
"kemarilah, mari duduk" kata paman tang man.
"selamat pagi tuan muda",sapa penjaga gerbang yang semalam menyapa liu chen di gerbang dan mendapatkan rezeki dari liu chen.
"eh paman penjaga semua,selamat pagi paman semua" jawab liu chen yang berbaik menyapa semua.
"bagaimana istirahatnya tuan muda" tanya salah satu penjaga.
"ah sangat nyaman paman, aku tertidur pulas sampai pagi, mungkin karena terlalu letih",jawab liu chen dengan penuh hormat kepada mereka.
akhirnya liu chen serta ran, ren, dan lingyun duduk mengitari meja panjang yang telah tersedia berbagai makanan untuk sarapan bersama beberapa orang itu.
"karena tuan muda liu chen sudah datang, mari silahkan, makanan seadanya untuk sarapan"ucap paman tang.
"kakak aku mau itu",ucap lingyun kepada chen'er,
"baik yun'er kakak ambilkan",jawab liu chen, dengan telaten liu chen mengambilkan makanan lingyun, kadang chen'er mengelap wajah ling yun karena belepotan, mereka melihat bagaimana liu chen memperlakukan lingyun dengan sangat baik,mereka sudah mendapatkan kabar dari paman tang man, bahwa tuan muda liu chen ingin mengangkat lingyun sebagai adiknya, dan membawanya ke kota bukit bunga, paman tangman juga menceritakan bagaimana liu chen di kota bukit bunga, semua pujian terlontar dari mereka, dan sekarang mereka melihat di depan mereka sendiri bagaimana liu chen, akhirnya mereka sarapan dengan kusuk tanpa suara.
setelah sarapan selesai, liu chen mengutarakn niatnya kepada semua orang, yaitu menjadikan lingyun adiknya dan membawanya ke kediaman klan liu di kota bukit bunga, dan mereka semua setuju, dan lingyun akhirnya berpamitan
"paman semua, lingyun mengucapkan terimakasih untuk semua bantuan paman, lingyun tidak tau harus bagaimana membalas kebaikan paman semua kepada lingyun, setelah lingyun besar nanti lingyun berjanji akan mengunjungi paman semua,lingyun akan ikut bersama kakak chen paman" ucap lingyun sambil membungkuk hormat.
mereka semua sudah tau sopan nya lingyun, mereka bergantian mengelus rambut lingyun,
"yun'er berbahagialah dengan keluargamu yang baru, dan jangan nakal di sana" ucap salah satu penjaga.
"lingyun, kelak jika ada waktu paman akan mengunjungimu bersama bibi" ucap paman yang lain lagi.
"yun'er....
banyak mereka berpesan kepada lingyun,
"terimakasih paman semua, lingyun akan mengingat semua pesan paman semua," jawab lingyun.
"paman tang man, paman penjaga dan semuanya, sepertinya aku harus segera melanjutkan perjalanan, agar siang nanti kami sudah sampai di kota bukit bunga" ucap liuchen.
liu chen lalu mengeluarkan 7 cincin penyimpanan, dan masing masing di berikan 1 buah cincin.
"paman semua di dalamnya ada bebeeapa pil dan senjata, semoga paman semua semakin kuat,terimakasih atas kebaikan paman semua kepada kami dan terimakasih telah merawat lingyun"ucap liu chen
"tuan muda, ini tidak perlu, sungguh kami tak mengharapkan ini"ucap salah satu penjaga.
"terimalah paman, aku akan kecewa jika paman paman menolaknya" ucap liuchen.
"sekali lagi terimakasih tuan muda" ucap mereka bersama sama.
"baiklah paman semua, kami pamit undur diri, berkunjunglah ke klan liu jika kalian ke kota bukit bunga".
lingyun berteriak " dadaaaa paman semua, aku akan merindukan kalian".
mereka samua hanya tersenyum sambil melambaikan tangan ke arah rombongan liu chen.
"apakah lingyun ingin terbang"? tanya liu chen.
"apaka kakak bisa terbang?, qin'er mau jika kakak bisa terbang" jawab ling yun.
setelah tak terlihat dari gerbang, liu chen lalu menggendong lingyun, lalu mengajak ran dan ren terbang, liu chen menyelimuti lingyun dengan qi nya, liu chen sengaja tidak mengajak ke dunia jiwa, karena mengajak lingyin terbang, dan juga jarak ke kota bukit bunga hanya 3 jam jika terbang kecepatan sedang.
wussshhh wussshhh wussshhh ketiganya terbang dengan kecepatan sedang, karena ingin lingyun menikmati terbangna,.
"yeay,,, yeay,, lingyun terbang," teriak lingyun dengan bahagia, liu chen hanya tersenyum melihat kebahagiaan adik angkatnya ini.
"apakah yun'er suka"? tanya liu chen.
"ah yun'er suka chen gege, nanti ajari yun'er terbang ya hihihi" jawab lingyun.
"kakak akan mengajari yun'er, kalau yun'er sudah besar dan tidak malas",jawab liu chen.
"baik chen gege, siap laksanakan" ucap lingyun dengan imutnya.
setelah beberapa jam mereka terbang, akhirnya mereka melihat sebuah kota, liu chen dan yang lain turun, dan mulai berjalan ke arah gerbang, menunggu antrian masuk yang agak panjang.
tiba tiba salah satu penjaga menghampiri liu chen
"tu.. tu.. tuan muda,benarkah ini anda?, tuan muda liu chen, benarkah anda masih hidup?" ucap penjaga itu tiba tiba bersimpuh sambil menangis di kaki liu chen.
"eh, paman, apa yang paman lakukan, aku memang liu chen, berdirilah paman, kenapa paman melakukan itu?" tanya liu chen.
"terimakasih tuan muda, putraku sudah sembuh berkat bantuan tuan muda sebelum tuan muda pergi, dan kenapa aku bersimpuh karena aku bersyukur, tuan muda masih hidup, semua warga bersedih tentang kabar yang beredar bahwa tuan muda meninggal, meski itu belum tentu benar,kami serasa kehilangan"jawab penjaga itu.
"ouh,, dan paman lihat aku berdiri di sini dan sehat kan, hehehe "jawab liu chen sambil menggaruk belakang kepalanya yang tidak gatal.
"paman akun segera masuk, dan mereka saudaraku,aku pulang dulu ya paman" jawab liu chen.
"ah silahkan tuan muda",jawab penjaga itu.
liu chen melemparkan sekantong perak, lalu berkata" bagi rata dengab teman teman paman yang berjaga, aku permisi paman".
"terimakasih tuan muda, terimakasih" jawab penjaga itu.
liu chen dan yang lain berjalan menelusuri jalan kota bukit bunga, tujuannya adalah toko pakaian untuk membeli pakaian untuk lingyun dan yang lain.
"yun'er, apa........
...BERSAMBUNG.....