
tak terasa airmata liu chen mengalir kembali, dia lalu bersujud di bawah kaki ayahnya, "ayah,, chen'er pulang"kata liu chen.
"bangunlah putraku, ayah bangga padamu" ucap sang ayah kepada liu chen.
liu chen juga memberi salam kepada para tetua klan liu semua, serta para sepupu nya mereka berpelukan erat, mereka sangat dengan liu chen, meeeka selalu bersama sama diam diam pergi ke hutan untuk berburu, dan berakhir di marahi bersama.
setelah semuanya pergi, akhirnya ayah liu chen mengajak istrinya dan putranya dan teman teman putranya untuk masuk,
akhirnya mereka duduk bersama, saling diam.
ibunya berkata "chen'er apa kamu tidak ingin mengenalkan mereka kepada kami nak? dan tidakkah kamu menceritakan kenapa kamu terlambat pulang?".
"ah iya,, maaf ayah ibu,,
pemuda ini adalah kakak ran,dan ini kakak ren, mereka kembar, dan aku bertemu mereka di dekat hutan lembah kabut, mereka tinggal di sana, dan sekarang akan menjadi bagian dari keluarga kita,
"boleh kan ayah, ibu"?
"tentu boleh putraku, "jawab ayah liu chen.
"ran, ren, kalian dapat memanggil kami dengan sebutan paman dan bibi"
"salam paman, salam bibi,kami adalah pengawal tuan muda",jawab liu ran dan liuren.
ayah liu chen menyadari sesuatu saat dia tak bisa melihat ranah 2 pemuda di depannya dan dia juga tak bisa melihat ranah putranya.
"kenapa aku tak bisa melihat ranah mereka, apa mereka lebih kuat? " bathin ayah liu chen.
Lamunan ayahnya buyar, saat liu chen berkata
"dan yang ini adalah adikku ayah, ibu,
namanya lingyun, dia akan bermarga liu, jadi liu lingyun,"
ayah liu chen dan ibu liu chen lalu memandang gadis kecil di dekat liu chen, sambil mendengarkan apa yang di ceritakan liu chen, tak terasa air mata menetes dari pelupuk mata orang tua liu chen.
"salam paman bibi, aku lingyun" ucap lingyun.
"tidak,, tidak",,, ling ling segera menarik kursinya dan berjalan ke arah lingyun,memeluk lingyun dan mengusap rambutnya, lingyun juga membalas pelukan ling ling
"yun'er mulai sekarang tidak boleh memanggil paman dan bibi, mulai sekarang, panggil aku ibu, dan dia adalah yun'er sekarang,yun'er akan tinggal bersama ayah, ibu, dan kakak chen di sini".ucap lingling kepada lingyubn
tangisan lingyun akhirnya pecah, dia merasa bahagia dengab keluarga barunya, kehangatan dari seorang ibu yang tak pernah di rasakannya, sekarang di rasakannya.
setelah tangisan reda, sekarang ayah liu chen juga memeluk lingyun,, mereka akhirnya mengobrol bersama, liu chen menceritakan semua perjalananya kecuali mendapatkan sistem,mulai dari di serang hewan buas sampai berbohong bertemu dengan roh abadi, yang memeberikannya ilmu, kemampuan serta ingatan ingatan alkemis, dan juga warisan warisan harta.
"kakak, yun'er lapar" ucap lingyun pelan, sambil menarik ujung baju liu chen, ayah dan ibu liu chen tertawa mendengar itu, liu chen tersenyum sambil mengacak ngacak rambut lingyun, lingyun menatap kakaknya sambil memanyunkan bibirnya dan menggembungkan pipinya
"iiihh kakak",ucap lingyun.
akhirnya tawa pecah di antara mereka,
"baiklah ibu akan memasak untuk putri cantik ibu, "kata ling ling di sertai senyum.
"ibu,, bolehkah aku ikut" ucap lingyun,
sekarang di ruangan itu hanya liu chen, liu ren, dan liuran,
"chen'er kenapa ayah tak bisa melihat ranah ran, ren, dan dirimu? "tanya ayah liu chen.
liu chen lalu tersenyum kepada ayahnya, dia melepaskan cincinnya dan wossshhhh aura pekat chen'er keluarkan,
"haaaaahhh,, ranah langit, benarkah itu chen'er, bagainama secepat itu" tanya ayah liu chen terkejut.
"benar ayah, dan untuk kakak ran dan kakak ren, mereka berada di atasku ayah, "terang liu chen kepada ayahnya.
"apaaaaaaa"... ayah liu chen sangat terkejut mendengarnya,bagaimana tidak pemuda 18 tahun sudah sampau ke ranah ilahi, sama dengan leluhur leluhur kekaisaran, dan leluhur sekte besar.
"ayah,, ayah", panggilan liu chen, membuyarkan rasa bengong ayahnya, liu chen tersenyum menatap ayahnya.
"ayah, nanti aku akan mengobati ibu dulu, setelah itu nanti malam, aku ingin ayah mengumpulkan para tetua klan,chen'er ingin membangun klan ini dan meningkatkan kekuatan klan" kata liu chen kepada ayahnya.
"ah baiklah chen'er, ayah tidak tahu rahasia apa yang kamu dapat dan ingin kamu lakukan nak, ayah harap semua berjalan di jalan yang benar" jaeab ayah liu chen.
" tentu ayah" jawab liu chen singkat.
mereka akhirnya mengobrol ringan, hingga akhirnya semua masakan memenuhi meja, lalu mereka makan bersama, kebahagiaan yang liu chen rasakan saat ini adalah kebahagiaannyang liu chen harapkan sebelum dia berinkarnasi,
dalam hati liu chen berguman "terimakasih liu chen, tenaglah di sana, aku akan menggantikanmu untuk membahagiakan dan menjaga mereka semua".
setelah mengobrol ringan, akhirnya liu chen menggendong ling yun ke kamar ibunya, liuchen kembali ke ruangan tadi.
"kakak ran, tolong jaga lingyun,dan kakak ren tong jaga pintu depan karena aku akan berusaha menyembuhkan ibu"kata liu chen memberi tugas.
"baik tuan muda" jawab mereka.
"ayah, ibu mari ke ruang kultivasi, chen'er akan mencoba mengobati ibu" terang liuchen kepada orang tuanya.
tanpa berkata apapun mereka mengikuti liuchen. karena ini adalah harapan mereka, penyakit lingling sudah 4 tahun lebih, dan semakin memburuk, ling ling terkena racun kelabang perak saat mencari tanaman obat bersama suaminya, untuk menaikkan ranah kultivasi mereka.
"ayah, ibu, maafkan chen'er yang tidak sopan, ibu harus membuka punggung ibu, karena chen'er akan memberikan akupuntur,dan akan terasa sedikit sakit, karena akan menutupi titik vital dalam tubuh ibu, agar racun tidak menyebar, dan ayah, aku minta kepada ayah agar ayah duduk di depan ibu, dan alirkan energi ayah ke ibu agar ibu tetap terjaga" memberi penjelaaan kepada mereka.
liu chen mulai mengalirkan qi ke jarum jarum tersebut, liu chen cukup berhati hati, setelah jarum terakhir liuchen tusukkan ke punggung ibunya
"arrrgggghhhhh,,,argghhh,, hosshhh,, hosshh,, "
"ibu tetaplah terjaga" ucap liu chen, lalu liuchen mengedarkan kekuatan spiritualnya, perlahan mengirim qi menggiring semua racun dengan qi nya untuk keluar,,
"hoeeexx,, hoeeex," ibu liu chen mengekuarkan cairan hitam pekat beberaoa kali,, hoeeexx, dan lagi..
setelah hampir satu jam berlalu, yang di keluarkan ling ling bukan ciaran hitam pekat, tapi hanya air
"fiuuuhhh,akhirnya," guman liu chen, liu chen lalu mengeluarkan pil pemulih qi, pil penyembuh dan pil pengembali energi bersama sama,ibu telanlah,
perlahan liu chen mengeluarkan semua jarum dari punggung ibu nya,
setelah itu dia juga menelan beberapa pil seperti ibu nya dan ikut duduk lotus.....
...BERSAMBUNG.....