
Liu chen, ran dan ren, sudah sampai di kedai depan penginapan, dia mencari meja yang kosong.suasana kedai meskilun malam terlihat sangat ramai, banyak kultivator ranah prajurit,terlihat dari pakaian mereka rata rata pemburu hewan buas untuk di jual.
"selamat malam kakak, apakah kakak kakak ini ingin memesan sesuatu"tanya gadis kecil berusia 4-5 tahun.
"selamat malam gadis kecil, apakah kamu bekerja di sini? jika iya, kakak bertiga memesan makanan terbaik dan minuman terbaik di kedai ini, jangan arak ya. " jawab liu chen.
"baik kakak, lingyun akan segera menyiapkan pesanan kakak kakak semua",jawab lingyun sambil teesenyum manis dan imut, sangat menggemaskan
liu chen yang mengedarkan kesadaran spiritualnya bahwa ada sesuatu dalam tubuh gadis kecil itu,tapi dia belum beranjak dari tempatnya, tiba tiba seorang pria paruh baya mendatangi meja liu chen.
"maaf tuan muda semua, apa saja yang tuan muda pesan? maaf jika ling yun mengganggu tuan muda semua. "kata pelayan kedai.
"tidak apa paman, kami memesan makanan dan minuman terbaik jangan arak ya paman".jawab liu chen
"oh iya paman, apa dia putri paman"?tanya liu chen penasaran, karena ling yun masih kecil tapi sudah bekerja.
"bukan tuan muda, lingyun adalah anak penjaga gerbang yang meninggal 6 hari lalu, karena tidak memiliki sanak saudara dan tinggal sendiri, setiap waktunya makan dia di minta datang oleh pemilik kedai, karena ayah lingyun sendiri orang yang di kenal baik oleh warga desa ini tuan. " jawab penjaga kedai.
"ouh, terimakasih infonya paman, apakah paman bisa mempertemukan aku dengan pemilik kedai?" tanya liu chen.
pelayan itu berfikir sebentar tapi kemudian menjawab pertanyaan liuchen
" maaf tuan, jika tuan ingin bertemu pemilik kedai saat ini tidak ada di ruangannya, sebentar lagi biasanya datang,karena tiap sore dia pulang dan beranjak agak malam datang lagi ke kedai".
"baiklah paman, siapkan saja pesananku sambil aku menunggu pemilik kedai" kata liu chen.
ran dan ren hanya diam mendengarkan percakapan antara liu chen dan penjaga kedai.
saat mereka bertiga sedang mengobril, dari jalan arah ke kedai tampak pria paruh baya berusia 50 an,dia melangkahkan kaki masuk ke dalam kedai, liu chen dari tadi memperhatikan lelaki tersebut, lalu saat dia mengingatnya liu chen memanggil
"paman tang man",panggil liu cen.
lelaki paruh baya tadi menengok, memperhatikan sebentar seperti mengingat sesuatu, lelai itu mendekat ke meja liu chen dia terkejut, lalu berkata,
"chen'er..benarkah kamu chen'er? "
kedekatan tang man dengan liu chen sendiri karena tangman selalu mengawal tuan kota tang yu kemanapun pergi, jadi sering bertemu liu chen bersama tuan kota jika mereka ke perumahan perumahan rakyat kurang mampu untuk memberi bantuan.
"benar paman, aku liu chen, apakah paman juga bermalam di desa ini,sudah setengah tahun lebih ya paman kita tidak bertemu"? tanya liu chen,
"eh paman, lupa perkenalkan, dia saudaraku namanya liu ran, dan ini liu ren mereka saudara seperjalananku paman".terang liu chen
"salam tuan tang man" hormat mereka bersamaan kepada paman tangman,.
"ah anak muda yang sopan,salam kenal, dan chen'er paman bukan menginap di sini, tapi ini kedai yang paman bangun,setelah paman memutuskan berhenti menjadi pengawal tuan kota".jawab tang man
mereka bercerira panjang lebar, karena memang kedekatan yang baik di antara mereka, paman tang man juga menceritakan kabar yang beredar di kota bukit bunga, termasuk kabar dirinya yang meninggal, sampai beberapa klann2 hari lagi akan berangkat berkelompok, ke hutan lembah kabut untuk mencari liu chen..
tiba tiba saat obrolan,
"kakak semua pesananya sudah datang"
"tunggu sebentar ya kakak semua nanti makananya akan di antar paman yang tadi" terang ling yun.
"baik lah gadis kecil, terimakasih",jawab liu chen.
"sama sama kakak semua" jawab ling yun.
"maaf paman, tadi aku menunggu pemilik kedai, rupanya paman man pemiliknya, kebetulan sekali, aku hanya ingin bertanya paman, kenapa anak sekecil lingyun bekerja di sini?" tanya liu chen.
"dia tidaj bekerja di sini chen'er, mungkin tadi habis makan lalu membantu, sudah sering tiap selesai makan agar pulang beristirahat,karena sering sakit dan badanya dingin, tapi dia tetap ingin membantu, orang tuanya sudah meninggal beberapa hari lalu, jadi dia paman minta untuk makan di sini". terang paman tang man kepada liu chen.
"ah ternyata begitu,maaf paman, misal ling yin menjadi adikku dan bagian keluagaku, kepada siapa aku harus menemui keluarganya paman? " tanya liu chen.
setelah beberapa saar..
"Lingyun, kemarilah nak......
bersambung.....