
"Sistem,kira kira berapa lama perjalananku pulang ke rumah dan ke arah mana ?"bathin liu chen
[ ding : tuan dapat ke arah utara ke kota mawar, lalu menuju kota delima stelah itu baru ke kota bukit bunga perjalanan selama 3 hari dengan kecepatan tinggi. atau tuan bisa menyusuri hutan langsung ke arah timur dari sini, nelewati desa kalmong lalu ke arah kota bukit bunga 1 hari 1 malam]
[ding : dengan ranah tuan saat ini sistem sarankan rute tercepat agar segera sampai rumah, karena sistem mendeteksi ibu pemilik tubuh perlu segera di sembuhkan].
degh.. degh jantung liu chen berdetak kencang dengan wajah menegang, saat mendengar kalimat sistem terakhir.
"semoga belum terlambat ",bathin liu chen.
"adik chen.. adik chen..ada apa" tanya ran.
"adik chen",tanya ran lagi, sambil menggoyang goyang badan liu chen.
"eh.. iya.. apa kak ran"? jawab liu chen
"hem,, justru aku yang bertanya,dan kemana sekarang" jawab liu ran
"maaf maaf kak, perasaanku tadi tidak enak,baiklah kita akan terbang ke arah timur",jawab liu chen..
mereka bertiga, terbang dengan kecepatan tinggi ke arah timur,liu chen mengedarkan aura naganya agar tidak ada gangguan dalam perjalanan, dalam benaknya adalah segera sampai rumah, dan menyembuhkan orang tuanya saat ini, dia benar benar rindu kebersamaan bersama keluarga, meski saat ini mereka bukan keluarga aslinya,tapi liu chen sudah berjanji dalam hatinya dia akan menjaganya seperti orang tuanya sendiri.
tampilan liu chen saat ini bukan sepetti pemuda 14 tahun, dia terlihat semakin tampan, gagah, tinggi, dan badannya semakin berisi, dia terlihat seperti usia 18 tahun.
Tiga pemuda tampan itu melesat dengan kecepatan penuh sambil memperhatikan sekitarnya, belum ada halangan apapun selama setengah hari perjalanan liu chen.
Sementara di tempat lain,tepatnya klan liu, kediaman patriak liu yan, tampak gadis cantik sedang menuangkan teh dan menemani seorang wanita paruh baya yang terlihat pucat tapi tak dapat menyembunyikan kecantikannya, wanita itu adalah ling ling ibu dari liu chen, dan gadis cantik itu adalah tang qin su (putri tuan kota tang yu).
"qin'er, terimakasih, bolehkah ibu bertanya"?tanya ling ling
"kenapa bu"? jawab tang qin
"kenapa menantu ibu habis menangis? "
"eh... (wajah tang qin memerah seperti tomat,)gak ada apa apa ibu,tadi sebelum ke sini aku mampir ke makam ibu, aku ingat ibuku bu" jawab tang qin.
ling ling menaruh gelasnya di meja dekat ranjang, lalu memeluk tang qin,, mengelus kepalanya, kasih sayang ling ling dan kehangatan ini yang membuat tang qin dekat dengan ling ling(ibu liu chen.
"qin'er ,saat rasa sepi menggelayut manja di hatimu, tutup matamu rasakan kehangatan masa indah bersama ibumu, dia akan selalu bersamamu".kata ling ling.(cieeeee cieee puitis banget).
kembali ke 3 pemuda tampan yang sedang melesat dengan kecepatan tinggi,hari sudah semakin sore, desa yang di katakan sistem belum juga tampak, mereka menambah kecepatan karena tak ingin melakukan perjalanan malam.
saat matahari mulai hampir tenggelam dari kesadaran jiwa liu chen menemukan banyak manusia.
" sepertinya itu desa",guman liu chen.
wussshhh,, wusssshhh,, wussshhh,, mereka melesat dan turun agak jauh dari gerbang desa,desa tersebut memiliki gerbang dan pagar pelindung desa agak tinggi sekitar 2-2.5 meter, liu chen pun menyadari bahwa di dekat hutan rawan serangan binatang buas.
perlahan liu chen dan liu ran serta liu ren berjalan mendekati gerbang,
Berhenti!......
Bersambung..........