Sistem Kekayaan Pria Soleh

Sistem Kekayaan Pria Soleh
7. Misi Wudhu yang Benar


Mata Aziel terlihat membesar kala mendengar angka yang diberikan fantastis dibanding sebelumnya. Beberapa detik ia merenung, tanpa mengomentari ucapan Sistem.


Dia melangkah cepat memasuki area mesjid dan segera masuk ke dalam area tempat berwudhu pria. 'Wudhu doang mah gampang. Dulu serial anak bocah tuyul dari negeri jiran tontonan Aziel juga sering aku lihat.'


Perlahan ia membuka keran dan memperhatikan aliran air tersebut dalam diamnya. Dia masih mencoba mengingat tahapan demi tahapan tata cara berwudhu. Ia sudah sangat lam tidak melakukan ini, membuatnya ragu dan gugup, harus mendahulukan yang mana.


Akhirnya ia langsung membasuh mukanya. Setelah itu mengusap kepala dan akhirnya langsung mencuci kaki.


[ teeeeet ] Kali ini notifikasi berbeda terdengar di dalam telinganya.


[ Salah! Salah! ]


[ Dana dalam akun bank gaibmu dipotong sebesar lima puluh ribu rupiah! ]


[ Sisa saldomu saat ini ialah Rp350.000,- ]


Rahang Aziel bergetar. Ia memukul dinding ruang wudhu itu.


"Euuww ...." celetuk anak kecil yang memperhatikannya semenjak tadi. Ia mengernyitkan wajah turut meringis bagai dirinya merasakan sakit dari laki-laki yang sedikit lebih besar darinya.


Aziel mengibaskan tangannya yang terasa kebas sesaat. Ia menatap dingin pada bocah yang berkisar usia sekolah dasar.


"Abang ngapain?" Bocah itu berdiri di sampingnya, menyalakan keran yang tepat berada di sebelah keran yang ia gunakan. Anak laki-laki yang mengenakan baju koko itu melirik Aziel sejenak.


Setelah itu, ia pun memulai berwudhu sesuai dengan tata cara yang benar. Kedua tangan anak itu terlihat menengadah, dengan mulut komat kamit. Aziel dalam diam sembari menjaga image, ia melakukan hal yang sama.


Ketika anak itu menangkupkan kedua tangan di wajah, Aziel melirik dan melakukan hal yang sama. Bocah itu mulai mencuci tangan, ditiru oleh Aziel. Anak itu berkumur, juga ditiru oleh Aziel.


"Ekheeemm ...." Anak itu menyadari lali-laki yang lebih besar darinya ini sedang meniru dia.


"Ekheeemm ...." Aziel pun meniru mengikuti deheman bocah di sampingnya ini.


Bocah laki-laki itu mengernyitkan wajah. Tiba-tiba ia menampung air dengan kedua tangannya, dan itu diikuti oleh Aziel. Bocah laki-laki di sampingnya tadi memercikan air yang ada di tangannya ke arah tubuh Aziel.


[ Dilarang kata-kata ancaman terucap di dalam bibirmu! ]


[ Maka, danamu akan dikurangi sebesar lima puluh ribu rupiah! ]


[ Sisa saldo yang kamu miliki saat ini adalah sebesar tiga ratus ribu rupiah. ]


Tangan Aziel mengepal bergetar karena amarah di dalam hatinya. Ia melirik kembali pada bocah SD tersebut yang mencibir mengeluarkan lidah padanya. Tangannya sudah bergetar karena memendam rasa ingin memberikan pelajaran padany.


"Huiffttt ...." Hanya helaan napas yang panjang yang bisa ia lakukan. Sejenak ia melirik kembali bocah itu berwudhu.


Namun, kali ini ia ingin menghafal semua tata cara di dalam kepala. Ia menelaah setiap usapan pada wajah, tangan, kepala, telinga, hingga ke kaki. Sekali lagi, anak kecil tadi mendapatkan dirinya sedang diperhatikan oleh orang yang sama. Anak itu kembali menampung air tadi, menyiramny pada Aziel.


Akan tetapi siraman itu tiba-tiba terpantul begitu saja hingga mengenai tubuh anak usil itu. Tubuhnya seketika menjadi basah kuyup. Hal ini membuat anak kecil itu menangis dengan suara kencang.


"Awas ya! Aku kadukan pada Bapak!" tangis anak usil itu berlari ke arah luar.


"Hati-ha—" ucap Aziel. Akan tetapi, sebelum ia memberi peringatan, anak itu terpeleset.


Aziel segera menahan tubuh anak yang sudah tergelincir dan anak itu tidak jadi jatuh. "Nah, ini gara-gara kualat sama orang tua!" gumam Aziel membelakangi anak itu. Ia mencoba mempraktikan cara berwudhu dengan baik. Anak itu pun pergi meninggalkan lokasi wudhu, masuk ke dalam mesjid.


"Emmm, Sist ... Emang yang dikomat-kamiti anak tadi itu apa ya?" Tangan Aziel sudah dalam keadaan bersiap untuk berdoa.


[ Nawaitul whuduua liraf'il hadatsil asghari fardal lillaahi ta'aalaa ]


[ Silakan dibaca sendiri, karena ini tidak ada Sistem pengulangan! ]


"Nawaitul whuduua liraf'il hadatsil asghari fardal lillaahi ta'aalaa," ucap Aziel dengan lancar.


[ Bagus! Lanjutkan! ]


Ia mulai gerakan mencuci kedua tangan hingga seluruh bagian yang wajib disucikan selesai. Setelah usai, ia segera masuk ke dalam mesjid dan duduk di dalam mesjid menunggu iqomah dikumandangkan oleh garin. Namun, notifikasi dana masuk tak kunjung berbunyi juga.