
Sesampainya di lokasi yang dimaksud yaitu di Shinjuku Gyeon Park.
“Thank u so much.” Kata Kaira kepada supir taxi.
“You’re welcome.”
Kaira mencari-cari disekeliling taman tersebut sambil mencemaskan keadaan Raffa.
“Kamu dimana,
apa benar kamu disini. Apakah kau menungguku sampai saat ini atau kau sudah
balik lagi, anginnya dingin banget lagi aduh jaket aku juga ketinggalan di
hotel. Maafkan aku. Aku janji kali ini aku akan jujur kepadamu Raffa. Tolong
tunggu aku sebentar saja.” Kata Kaira dalam hati.
Dia mencari-cari di sekeliling taman, karena saat itu sangat ramai pengunjung.
“Menara itu apa
itu gedung yaah, sepertinya aku ingat pernah menggambarnya, iya aku ingat.
Kalau begitu Raffa pasti ada di sekitar sini. Raffa tunggu aku, pasti aku akan
menemukanmu. Anginnya semakin dingin, kalau dia menunggu lama pasti dia
kedinginan. Aku harus segera bertemu dengannya.”
Tiba-tiba ada
lelaki misterius yang memakai jaket hitam dan topi serta masker hitam yang
menabrak dan mendorong Kaira hingga membuat Kaira jatuh dan pingsan. Lelaki itu
bahkan menghantamnya dengan batu hingga mengenai kepalanya. Lalu lelaki itu
segera kabur. Kemudian para pengunjung taman tersebut berkerumun untuk melihat
apa yang terjadi.
**
Raffa masih
menunggu Kaira datang, dia telah menunggu sejak kemarin malam hampir 12 jam.
Jadi saat pintu kamar hotel Kaira kemarin malam diketuk oleh staff hotel,
sebenarnya staff hotel akan memberikan surat Raffa kepada Kaira namun Kaira
tidak membuka kamarnya sehingga keesokan paginya Kaira baru menerima surat dari
Raffa. Raffa sudah pergi terlebih dahulu ke taman yang dimaksud, dia sengaja
datang malam hari karena dia juga harus menyiapkan hadiah untuk Kaira. Dia membawa
buket bunga untuk Kaira dan satu box cantik yang berisi gaun berwarna merah
“Aku akan menunggumu sampai kau datang Kaira, aku tulus mencintaimu dari dalam lubuk
hatiku.” Kata Raffa dengan lirih.
Lalu Raffa melihat ada kerumunan orang dari kejauhan, sehingga membuatnya ingin melihatnya
dari dekat.
“Ada apa ya itu? Coba aku lihat sebentar setelah itu aku balik kesini lagi.” Kata Raffa
dalam hati.
Tiba-tiba Raffa
sangat shock ketika dia melihat Kaira jatuh pingsan didepan matanya, dia segera
menolongnya dan menggendongnya untuk dibawa kerumah sakit terdekat.
“She is my wife.” Kata Raffa.
Lalu dia segera membawanya ke rumah sakit, dia menangis dan menyesali perbuatannya.
“Ini semua
salahku, kalau saja aku tidak menyuruhnya datang ke taman, pasti dia tidak akan
terluka seperti ini. Aku mohon segeralah sadar Kaira.” Kata Raffa sambil
menangis tersedu-sedu. Raffa menunggu Kaira di ruang tunggu sambil terus berdoa
memohon kesembuhan Kaira.
Beberapa menit kemudian dokter keluar dari ruang perawatan Kaira dan memberitahu keadaan Kaira
saat ini. Dokter tersebut mengatakan bahwa kondisi Kaira baik-baik saja hanya
pingsan dan luka kecil akibat benturan batu dikepalanya. Raffa sangat lega
mendengar penjelasan dari dokter tersebut. Kemudian Raffa masuk ke ruang
perawatan Kaira dan setia menunggu Kaira disampingnya.
“Cepatlah sadar
Kaira, aku akan semakin menyalahkan diriku jika kau belum sadar juga. Maafkan
aku, aku selalu saja membuatmu celaka.” Kata Raffa sambil menunduk dan
menangis. Kemudian Kaira sadar, dia melihat disampingnya ada Raffa yang
menangis sambil memegangi tangannya. Hal itu membuatnya menangis juga namun dia
berpura-pura tidur karena tidak ingin membuat Raffa khawatir.