
Kei menemui
wanita yang mirip Viona.
“Apa yang kamu
lakukan?” Tanya Kei.
“Raffa masih
belum mengakui semua kejahatan yang dia lakukan, lalu kamu menyuruhku untuk
diam dan menunggu begitu saja?” Tanya wanita itu.
“Kondisi
keluargaku saat ini sedang banyak masalah, kak Arabella sekarang pingsan karena
kekasihnya sedang dalam keadaan kritis, lalu ibuku juga sedang tidak stabil dan
juga kelelahan dengan semua masalah yang terjadi. Aku mohon tolong mengertilah,
dan jangan berbuat sesuka hatimu.” Kata Kei.
“Lalu apa
rencanamu?” Tanya wanita itu.
“Aku akan
menemui papi dan mengaku bahwa aku dibalik semua ini dan aku akan meminta papi
untuk mengakui semua kejahatannya.” Kata Kei.
“Kamu yakin akan
mengungkapkan bahwa kamu dibalik semua ini?” Tanya wanita itu.
“Yakin, dengan
begitu aku yakin papi juga akan mengakui semua kejahatannya. Tolong jangan
melakukan hal apapun untuk kali ini, aku mengerti bagaimana perasaanmu saat ini
tapi tolong mengertilah.” Kata Kei.
“Baiklah kalau
begitu. Kamu terlihat sangat lesu, makanlah dulu. Aku akan menyiapkan makanan
untukmu.” Kata wanita itu.
“Terima kasih.”
Kata Kei.
Beberapa menit
kemudian.
“Makanlah
terlebih dahulu.” Kata wanita itu.
“Baiklah. Kamu
memasak apa memangnya?” Tanya Kei.
“Aku tadi
membuat roti prata dan laksa. Coba saja dulu, ini makanan yang sangat terkenal
disana.” Kata wanita itu.
“Hmmm rasanya
sangat enak, kamu pandai juga membuatnya.” Kata Kei.
“Kenapa kamu mau
membantuku?” Tanya wanita itu.
“Karena aku
merasa kasihan denganmu saat itu meskipun aku juga tidak menyukai kehadiranmu.”
Kata Kei.
“Bukankah kalian
senang dengan kepergianku? Apalagi kamu harus membantu dan melawan ayahmu
sendiri. Bukankah itu sangat berat untuk kamu lakukan?” Tanya wanita itu.
“Aku tidak ingin
papi hidup menanggung dosa dan kesalahan terhadapmu.” Kata Kei.
“Aku tidak akan
dan tetap selalu disamping ibumu, sepertinya dia sangat tertekan akhir-akhir
ini.” Kata wanita itu.
“Tentu saja,
mengapa kamu harus menikah dengan papi saat itu?” Tanya Kei.
“Karena itu
permintaan mendiang Angel dan juga permintaan tantenya Angel. Tapi seiring
waktu aku justru menyukai Raffa. Apakah kamu sudah tau bahwa Angel adalah ibu
kandung Arabella?” Tanya wanita itu.
“Tidak, jadi tante
Angel istri om Rasya adalah ibu kandung Arabella? Apakah Arabella
mengetahuinya?” Tanya Kei.
“Tidak, aku
tidak ingin memberitahunya waktu itu. Aku pikir sebaiknya dia hanya mengetahui ayah
kandungnya saja itu sudah cukup. Cepat habiskan makanannya nanti keburu
dingin.” Kata wanita itu.
“Iya, terima
kasih.” Kata Kei.
“Oh iya
sebenarnya yang dikubur saat itu siapa?” Tanya wanita itu.
“Itu jasad orang
lain yang tidak diketahui identitasnya.” Kata Kei.
“Aku sangat
berhutang budi padamu Kei.” Kata wanita itu.
“Apakah kamu
berencana akan menggunakan identitas sebagai Viona?” Tanya Kei.
“Tidak, aku
menikmati dengan identitas baruku sebagai Marina.” Kata wanita itu.
“Baiklah tante
Marina.” Kata Kei.
“Panggil saja
aku Marina.” Kata Marina.
“Kenapa tidak
memakai nama Viona saja?” Tanya Kei.
“Tidak, nama itu
banyak kenangan buruk yang terjadi padaku dan juga aku banyak melakukan
berbagai kesalahan dan kecurangan serta semena-mena terhadap orang lain. Jadi
aku akan mengubah identitasku sebagai Marina. Lupakan Viona dan jadilah sosok
Marina yang baik bagi diriku. Bagaimana menurutmu?” Tanya Marina.
“Bagus, jadi
apakah kamu akan kembali ke Singapore atau tetap tinggal di Indonesia?” Tanya
Kei.
“Aku akan
memikirkannya.” Kata Marina.
Info :
Jangan lupa like nya ya teman-teman.
Salam sehat semuanya, terima kasih.