Perjanjian Pernikahan (Kisah Cinta Seorang Janda Cantik)

Perjanjian Pernikahan (Kisah Cinta Seorang Janda Cantik)
part 102


Kei menemui


wanita yang mirip Viona.


“Apa yang kamu


lakukan?” Tanya Kei.


“Raffa masih


belum mengakui semua kejahatan yang dia lakukan, lalu kamu menyuruhku untuk


diam dan menunggu begitu saja?” Tanya wanita itu.


“Kondisi


keluargaku saat ini sedang banyak masalah, kak Arabella sekarang pingsan karena


kekasihnya sedang dalam keadaan kritis, lalu ibuku juga sedang tidak stabil dan


juga kelelahan dengan semua masalah yang terjadi. Aku mohon tolong mengertilah,


dan jangan berbuat sesuka hatimu.” Kata Kei.


“Lalu apa


rencanamu?” Tanya wanita itu.


“Aku akan


menemui papi dan mengaku bahwa aku dibalik semua ini dan aku akan meminta papi


untuk mengakui semua kejahatannya.” Kata Kei.


“Kamu yakin akan


mengungkapkan bahwa kamu dibalik semua ini?” Tanya wanita itu.


“Yakin, dengan


begitu aku yakin papi juga akan mengakui semua kejahatannya. Tolong jangan


melakukan hal apapun untuk kali ini, aku mengerti bagaimana perasaanmu saat ini


tapi tolong mengertilah.” Kata Kei.


“Baiklah kalau


begitu. Kamu terlihat sangat lesu, makanlah dulu. Aku akan menyiapkan makanan


untukmu.” Kata wanita itu.


“Terima kasih.”


Kata Kei.


Beberapa menit


kemudian.


“Makanlah


terlebih dahulu.” Kata wanita itu.


“Baiklah. Kamu


memasak apa memangnya?” Tanya Kei.


“Aku tadi


membuat roti prata dan laksa. Coba saja dulu, ini makanan yang sangat terkenal


disana.” Kata wanita itu.


“Hmmm rasanya


sangat enak, kamu pandai juga membuatnya.” Kata Kei.


“Kenapa kamu mau


membantuku?” Tanya wanita itu.


“Karena aku


merasa kasihan denganmu saat itu meskipun aku juga tidak menyukai kehadiranmu.”


Kata Kei.


“Bukankah kalian


senang dengan kepergianku? Apalagi kamu harus membantu dan melawan ayahmu


sendiri. Bukankah itu sangat berat untuk kamu lakukan?” Tanya wanita itu.


“Aku tidak ingin


papi hidup menanggung dosa dan kesalahan terhadapmu.” Kata Kei.


“Aku tidak akan


dan tetap selalu disamping ibumu, sepertinya dia sangat tertekan akhir-akhir


ini.” Kata wanita itu.


“Tentu saja,


mengapa kamu harus menikah dengan papi saat itu?” Tanya Kei.


“Karena itu


permintaan mendiang Angel dan juga permintaan tantenya Angel. Tapi seiring


waktu aku justru menyukai Raffa. Apakah kamu sudah tau bahwa Angel adalah ibu


kandung Arabella?” Tanya wanita itu.


“Tidak, jadi tante


Angel istri om Rasya adalah ibu kandung Arabella? Apakah Arabella


mengetahuinya?” Tanya Kei.


“Tidak, aku


tidak ingin memberitahunya waktu itu. Aku pikir sebaiknya dia hanya mengetahui ayah


kandungnya saja itu sudah cukup. Cepat habiskan makanannya nanti keburu


dingin.” Kata wanita itu.


“Iya, terima


kasih.” Kata Kei.


“Oh iya


sebenarnya yang dikubur saat itu siapa?” Tanya wanita itu.


“Itu jasad orang


lain yang tidak diketahui identitasnya.” Kata Kei.


“Aku sangat


berhutang budi padamu Kei.” Kata wanita itu.


“Apakah kamu


berencana akan menggunakan identitas sebagai Viona?” Tanya Kei.


“Tidak, aku


menikmati dengan identitas baruku sebagai Marina.” Kata wanita itu.


“Baiklah tante


Marina.” Kata Kei.


“Panggil saja


aku Marina.” Kata Marina.


“Kenapa tidak


memakai nama Viona saja?” Tanya Kei.


“Tidak, nama itu


banyak kenangan buruk yang terjadi padaku dan juga aku banyak melakukan


berbagai kesalahan dan kecurangan serta semena-mena terhadap orang lain. Jadi


aku akan mengubah identitasku sebagai Marina. Lupakan Viona dan jadilah sosok


Marina yang baik bagi diriku. Bagaimana menurutmu?” Tanya Marina.


“Bagus, jadi


apakah kamu akan kembali ke Singapore atau tetap tinggal di Indonesia?” Tanya


Kei.


“Aku akan


memikirkannya.” Kata Marina.


 


 


Info :


Jangan lupa like nya ya teman-teman.


Salam sehat semuanya, terima kasih.