
Keesokan paginya.
“Makan dulu sayang.” Kata Kaira.
“Ah iya.” Kata Raffa.
“Kamu sedang memikirkan apa mas? Apakah kamu sedang memikirkan mimpi
semalam? Memangnya kamu mimpi apa sih?” Tanya Kaira.
“Tidak kok.” Kata Raffa.
“Lalu kamu kenapa bengong seperti itu mas? Cerita saja padaku.” Kata Kaira.
“Tidak penting kok sayang, kamu masak apa hari ini?” Tanya Raffa.
“Aku memasak nasi goreng mas. Aku ambilkan makanan untukmu ya.” Kata Kaira.
“Aku makan di kantor saja, aku berangkat sekarang ya.” Kata Raffa
terburu-buru.
Raffa pergi berkunjung ke makam Viona.
“Kenapa kamu datang ke mimpiku? Kenapa kamu tidak bisa pergi dan menghilang
dari hidupku dan juga pikiranku? Apakah kamu sengaja mendatangiku untuk
membalasku? Tidak akan pernah bisa.” Kata Raffa di samping makan Viona. Tiba-tiba
datanglah Arabella.
“Papi.” Kata Arabella, Raffa pun sangat kaget dan ketakutan.
“Eh A Arabella?” Kata Raffa ketakutan.
“Sedang apa papi disini?” Tanya Arabella sambil menaburkan bunga.
“Eh eh papi sedang mengunjungi bunda kamu.” Kata Raffa gugup.
“Papi tidak menaburkan bunga? Papi datang menemui bunda dengan tangan
kosong seperti itu?” Tanya Arabella.
“Papi tadi buru-buru jadi tidak sempat membawakan bunga untuk bundamu, yang
penting papi sudah mendoakan yang terbaik untuknya.” Kata Raffa.
“Aku juga sangat merindukannya, aku sudah selesai. Papi mau pergi ke
kantor?” Tanya Arabella.
“Iya, kalau kamu mau kemana?” Tanya Raffa.
“Aku mau pergi ke rumah untuk menemui mami.” Kata Arabella.
“Kamu sering berkunjung kesini?” Tanya Raffa.
“Tidak, aku berkunjung kesini setiap aku sedang di Indonesia. Bagaimana dengan
papi?” Tanya Arabella.
arah mobilnya.
“Apakah papi juga merasa kehilangan bunda?” Tanya Arabella.
“Tentu saja.” Kata Raffa.
“Terima kasih papi telah mengunjunginya, oh iya aku ingin membuka kasus
bunda kembali untuk mencari tau apa yang terjadi sebenarnya pada bunda, apakah
papi akan membantuku?” Tanya Arabella.
“Apa? Untuk apa kamu membuka kasus itu kembali? Ikhlaskan kepergian bunda
agar dia tenang disana.” Kata Raffa.
“Kepergian bunda banyak meninggalkan misteri pa, dari mulai jatuh dari atap
lalu ditemukan di bathup. Itu sangatlah tidak wajar pa.” Kata Arabella.
“Apa lagi yang bisa kamu lakukan? Pihak polisi sudah menutup kasus itu dan
mengungkapkan bahwa bunda tenggelam.” Kata Raffa.
“Tidak, aku tidak percaya. Aku akan meminta polisi untuk membuka kasus itu
dan mencari tau kebenarannya, aku rela membayar berapapun asalkan apa yang aku
inginkan bisa aku dapatkan. Papi akan membantuku kan?” Tanya Arabella.
“Maaf, papi tidak bisa.” Kata Raffa.
“Kenapa papi tidak bisa? Apakah papi tau pemilik kalung ini?” Tanya
Arabella sambil menunjukkan kalung kepada Raffa.
“Kalung siapa itu? Kalung milik Viona?” Tanya Raffa.
“Aku menemukannya di saku baju bunda, di saku baju yang dipakai saat dia
terjatuh dari atap. Kalau benar itu milik bunda kenapa dia menyimpannya di
saku. Papi tau sendiri kan bunda selalu memakai perhiasan miliknya dan tidak
menyimpannya di saku bajunya. Aku yakin pasti ada yang di sembunyikan dari
bunda. Aku harus mencari tahu kebenarannya pa.” Kata Arabella.
“Papi yakin itu kalung milik bunda.” Kata Raffa.
“Kenapa papi sangat yakin? Apakah papi tau apa yang dilakukan oleh bunda di
atap saat itu?” Tanya Arabella.
“Papi harus pergi ke kantor, maafkan papi ya sayang.” Kata Raffa, lalu dia
pergi meninggalkan Arabella.