
Kaira dan Kei datang ke rumah Viona untuk makan malam bersama.
“Mami.” Kata Feya.
“Sayang, kamu cantik sekali.” Kata Kaira.
“Tentu saja, mami kan cantik wajar kalau anaknya juga cantik. Kita berdua
kan mirip ma.” Kata Feya.
“Kamu bisa saja deh.” Kata Kaira.
“Masuk yuk ma, makanannya sudah siap semuanya kok.” Kata Feya.
“Iya, bundamu sudah bisa bicara belum?” Tanya Kaira.
“Belum ma.” Kata Feya.
**
Raffa sedang berdandan dikamarnya.
“Hari ini Kaira dan Kei datang untuk makan malam bersama, Feya mengundang
mereka untuk mengajak makan malam. Kamu tidak keberatan kan? Oh ya kamu didalam
kamar saja atau ikut ke bawah juga?” Tanya Raffa. Viona pun hanya mengangguk.
“Kamu ingin turun juga dan ikut makan bersama mereka?” Tanya Raffa, Viona
mengangguk.
“Ok baiklah, sekarang kita turun ya.” Kata Raffa.
Dimeja makan, semua berkumpul untuk menikmati makan malam bersama, Viona
duduk di kursi roda.
“Hai Viona, kondisimu masih belum pulih juga ya? Semoga kamu segera
sembuh.” Kata Kaira.
“Mami pasti senang karena kondisi bunda seperti ini kan?” Kata Arabella.
“Kakak kenapa sih kok sepertinya tidak suka jika mami datang kesini?” Tanya
Feya.
“Memang aku tidak suka.” Kata Arabella.
“Kalau kakak tidak suka, tidak usah ikut makan malam bersama, masuk saja
kedalam kamar.” Kata Feya.
“Apa kamu bilang? Berani sekali kamu mengusirku?” Tanya Arabella.
“Daripada kakak mengganggu suasana, lebih baik tidak usah disini.” Kata
Feya.
“Kamu benar-benar membuatku kesal ya.” Teriak Arabella.
“Sudah sudah jangan bertengkar.” Kata Kaira.
“Lebih baik kita makan saja, jangan berdebat seperti itu, papi tidak suka.”
Kata Raffa.
“Mami ambilkan makanan untuk kalian bertiga ya.” Kata Kaira.
“Terima kasih mami, tolong ambilkan untuk papi juga ya ma. Sudah lama tidak
sambil melirik ke arah Viona. Viona pun semakin kesal.
“Papi bisa makan sendiri.” Kata Raffa.
“Ayolah pa, padahal dulu papi sangat manja pada mami, aku masih
mengingatnya.” Kata Feya.
“Ayolah pa, tidak usah malu dengan kita.” Kata Kei.
Lalu Raffa mendekat dan duduk disamping Kaira. Kaira pun menyuapi suaminya.
“Aku akan memotret kalian berdua, so sweet sekali.” Kata Feya.
“Hahaha papi tersipu malu.” Kata Kei.
Viona mengalihkan penglihatannya dari Raffa dan Kaira, dia hanya menunduk
dan terlihat sangat kesal.
“Kurang ajar Feya, aku akan membalasmu. Lihat saja dan tunggu
pembalasanku.” Kata Viona dalam hati.
Tiba-tiba Viona menjatuhkan gelas dengan sengaja.
“Astaga.” Kata Kei.
“Aduh merusak suasana saja.” Kata Feya.
Saat Raffa hendak membantu Viona, Kaira menarik tangan suaminya.
“Biarkan saja dia, duduklah disampingku. Lagipula ada ART yang
membantunya.” Bisik Kaira.
Akhirnya Raffa menuruti perkataan Kaira.
“Bunda, bunda tidak terluka kan? Aku akan mengantar bunda ke kamar ya.”
Kata Arabella.
“Pasti dia terbakar cemburu dan sengaja menjatuhkan gelas, hahaha memangnya
enak aku kerjain.” Kata Feya dalam hati.
“Mami menginaplah disini.” Kata Feya.
“Mami harus pulang sayang.” Kata Kaira.
“Aku akan mengantarmu pulang.” Kata Raffa.
“Baiklah.” Kata Kaira.
“Mami naik mobil papi saja, aku akan mengemudi sendiri.” Kata Kei.
“Kamu tidak apa-apa mengemudi sendiri?” Tanya Kaira.
“Hati-hati dijalan.” Kata Raffa.
“Jaga mami dengan baik dan nikmati waktu kalian bersama, aku permisi dulu.”
Kata Kei.
“Besok aku akan mampir ke rumah mami.” Kata Feya.
“Iya, mami pulang dulu ya sayang.” Kata Kaira sambil memeluk Kaira.
“Terima kasih ya mami mau datang kesini, i love u mami.” Kata Feya.