Perjanjian Pernikahan (Kisah Cinta Seorang Janda Cantik)

Perjanjian Pernikahan (Kisah Cinta Seorang Janda Cantik)
Pertengkaran Rasya dan Angel


Angel kembali pulang ke rumahnya.


“Darimana kau?” Tanya Rasya.


“Aku dari rumah sakit


mengantarkan makanan buta tante Intan.” Kata Angel.


“Oh, kau masih sering bertemu


dia?” Tanya Rasya.


“Jarang, baru hari ini aku


bertemu lagi dengannya. Memangnya kenapa?” Tanya Angel.


“Aku tidak suka jika kau sering


bertemu dengannya.” Kata Rasya.


“Dia kan tanteku, kenapa aku


tidak boleh bertemu dengannya?” Tanya Angel.


“Meskipun dia seorang dokter tapi


dia sering memberikan dampak negative kepadamu, sering mempengaruhi hal buruk


kepadamu. Makanya aku tidak suka jika kau sering menemuinya.” Kata Rasya.


“Aku tidak suka jika kau


melarangku untuk bertemu dengan siapapun, lagipula dia adalah saudara


satu-satunya yang tinggal disini, dan juga dia sering membantuku dulu.” Kata


Angel.


“Membantu menggoda suami orang?


Membantu menyakiti istri orang? Lalu membantu merusak rumah tangga orang juga?”


Tanya Rasya dengan kesal.


“Cukup mas, aku tidak suka jika


kau melarangku untuk bertemu dengan siapapun yang aku inginkan. Lebih baik kau


fokus saja bekerja dan hasilkan banyak uang agar kita bisa seperti dulu lagi.”


Kata Angel.


“Kau pikir aku selama ini diam


saja tidak bekerja begitu? Pokoknya aku tidak suka jika kau masih saja bertemu


dengannya, aku ini suami kamu jadi kau harus nurut apa kata suamimu.” Kata


Rasya.


Kemudian Raffa datang ke rumah


mereka.


“Ada apa ini? Apakah aku


mengganggu kalian?” Tanya Raffa.


“Oh maaf, tidak kok kami hanya


sedang mempermasalahkan masalah kecil saja.” Kata Rasya.


Lalu Angel pergi bersama anaknya.


“Kau bertengkar dengan istrimu?”


Tanya Raffa.


“Biasa lah, dalam rumah tangga


memang selalu saja ada pertengkaran kecil. Ada apa kesini? Kenapa tidak


menelfonku dulu?” Tanya Rasya.


“Kebetulan tadi aku ada kunjungan


ke hotel dekat rumahmu jadi aku mampir saja kesini.” Kata Raffa.


“Silahkan duduk, aku ambilkan


“Tidak perlu repot-repot, aku


bisa ambil sendiri kok.” Kata Raffa.


“Sore-sore begini kau masih belum


sampai rumah, apa Kaira tidak mencarimu?” Tanya Rasya.


“Aku sudah bilang kalau aku


mampir ke rumahmu sebentar. Tadi dia juga habis periksa ke dokter.” Kata Rasya.


“Siapa dokter kandungannya?”


Tanya Rasya.


“Kalau tidak salah namanya dokter


Intan. Dia sangat terkenal di rumah sakit tempat istriku periksa.” Kata Raffa.


“Kenapa tidak coba dokter yang


lain saja?” Tanya Rasya.


“Istriku sudah cocok dengan


dokter Intan, jadi sepertinya sampai melahirkan nanti tetap dengan dokter


Intan.” Kata Raffa.


“Meskipun dia dokter terkenal


tapi tetap saja kita harus cari dokter lain. Kondisi istrimu baik-baik saja


kan?” Tanya Rasya.


“Sepertinya baik-baik saja, nanti


aku akan menanyakannya.” Kata Raffa.


“Lebih baik pulanglah, kasihan


istrimu. Oh ya lebih baik kau cari saja dokter lain.” Kata Rasya.


“Memangnya kenapa dengan dokter


Intan?” Tanya Raffa.


“AKu mengenalnya dengan baik kok,


dia dokter kandungan yang hebat dirumah sakit tersebut. Teman-temanku banyak


yang periksa ke dokter Intan.” Kata Angel tiba-tiba datang.


“Wah pantas saja istriku sangat


percaya pada dokter Intan. Oh yak arena sudah jam segini aku langsung pulang


ya.” Kata Raffa.


“Iya, semoga Kaira dan bayinya


baik-baik saja. Percayakan saja pada dokternya, dokter jauh lebih mengerti


kondisi Kaira disbanding kita kan.” Kata Angel.


“Iya kau benar juga.” Kata Raffa.


“Kau masuklah, Kenzo memanggilmu.”


Kata Rasya.


Kemudian Angel masuk kedalam


rumah, sedangkan Rasya mengantarkan Raffa sampai pintu depan.


“Aku pulang dulu ya.” Kata Raffa.


“Aku ragu dengan dokter Intan,


sebaiknya kau cari dokter lain saja.” Kata Rasya.


“Aku yakin dia dokter yang bisa


dipercaya.” Kata Raffa.