
Angel kembali pulang ke rumahnya.
“Darimana kau?” Tanya Rasya.
“Aku dari rumah sakit
mengantarkan makanan buta tante Intan.” Kata Angel.
“Oh, kau masih sering bertemu
dia?” Tanya Rasya.
“Jarang, baru hari ini aku
bertemu lagi dengannya. Memangnya kenapa?” Tanya Angel.
“Aku tidak suka jika kau sering
bertemu dengannya.” Kata Rasya.
“Dia kan tanteku, kenapa aku
tidak boleh bertemu dengannya?” Tanya Angel.
“Meskipun dia seorang dokter tapi
dia sering memberikan dampak negative kepadamu, sering mempengaruhi hal buruk
kepadamu. Makanya aku tidak suka jika kau sering menemuinya.” Kata Rasya.
“Aku tidak suka jika kau
melarangku untuk bertemu dengan siapapun, lagipula dia adalah saudara
satu-satunya yang tinggal disini, dan juga dia sering membantuku dulu.” Kata
Angel.
“Membantu menggoda suami orang?
Membantu menyakiti istri orang? Lalu membantu merusak rumah tangga orang juga?”
Tanya Rasya dengan kesal.
“Cukup mas, aku tidak suka jika
kau melarangku untuk bertemu dengan siapapun yang aku inginkan. Lebih baik kau
fokus saja bekerja dan hasilkan banyak uang agar kita bisa seperti dulu lagi.”
Kata Angel.
“Kau pikir aku selama ini diam
saja tidak bekerja begitu? Pokoknya aku tidak suka jika kau masih saja bertemu
dengannya, aku ini suami kamu jadi kau harus nurut apa kata suamimu.” Kata
Rasya.
Kemudian Raffa datang ke rumah
mereka.
“Ada apa ini? Apakah aku
mengganggu kalian?” Tanya Raffa.
“Oh maaf, tidak kok kami hanya
sedang mempermasalahkan masalah kecil saja.” Kata Rasya.
Lalu Angel pergi bersama anaknya.
“Kau bertengkar dengan istrimu?”
Tanya Raffa.
“Biasa lah, dalam rumah tangga
memang selalu saja ada pertengkaran kecil. Ada apa kesini? Kenapa tidak
menelfonku dulu?” Tanya Rasya.
“Kebetulan tadi aku ada kunjungan
ke hotel dekat rumahmu jadi aku mampir saja kesini.” Kata Raffa.
“Silahkan duduk, aku ambilkan
“Tidak perlu repot-repot, aku
bisa ambil sendiri kok.” Kata Raffa.
“Sore-sore begini kau masih belum
sampai rumah, apa Kaira tidak mencarimu?” Tanya Rasya.
“Aku sudah bilang kalau aku
mampir ke rumahmu sebentar. Tadi dia juga habis periksa ke dokter.” Kata Rasya.
“Siapa dokter kandungannya?”
Tanya Rasya.
“Kalau tidak salah namanya dokter
Intan. Dia sangat terkenal di rumah sakit tempat istriku periksa.” Kata Raffa.
“Kenapa tidak coba dokter yang
lain saja?” Tanya Rasya.
“Istriku sudah cocok dengan
dokter Intan, jadi sepertinya sampai melahirkan nanti tetap dengan dokter
Intan.” Kata Raffa.
“Meskipun dia dokter terkenal
tapi tetap saja kita harus cari dokter lain. Kondisi istrimu baik-baik saja
kan?” Tanya Rasya.
“Sepertinya baik-baik saja, nanti
aku akan menanyakannya.” Kata Raffa.
“Lebih baik pulanglah, kasihan
istrimu. Oh ya lebih baik kau cari saja dokter lain.” Kata Rasya.
“Memangnya kenapa dengan dokter
Intan?” Tanya Raffa.
“AKu mengenalnya dengan baik kok,
dia dokter kandungan yang hebat dirumah sakit tersebut. Teman-temanku banyak
yang periksa ke dokter Intan.” Kata Angel tiba-tiba datang.
“Wah pantas saja istriku sangat
percaya pada dokter Intan. Oh yak arena sudah jam segini aku langsung pulang
ya.” Kata Raffa.
“Iya, semoga Kaira dan bayinya
baik-baik saja. Percayakan saja pada dokternya, dokter jauh lebih mengerti
kondisi Kaira disbanding kita kan.” Kata Angel.
“Iya kau benar juga.” Kata Raffa.
“Kau masuklah, Kenzo memanggilmu.”
Kata Rasya.
Kemudian Angel masuk kedalam
rumah, sedangkan Rasya mengantarkan Raffa sampai pintu depan.
“Aku pulang dulu ya.” Kata Raffa.
“Aku ragu dengan dokter Intan,
sebaiknya kau cari dokter lain saja.” Kata Rasya.
“Aku yakin dia dokter yang bisa
dipercaya.” Kata Raffa.