Perjanjian Pernikahan (Kisah Cinta Seorang Janda Cantik)

Perjanjian Pernikahan (Kisah Cinta Seorang Janda Cantik)
Kei menyayangi adiknya


Rasya, Kei dan Kenzo datang


menjenguk Kaira di rumah sakit.


“Mami.” Panggil Kei.


“Kei sayang, sini sayang mami


sama papi rindu sekali.” Kata Kaira. Lalu Kei berlari ke arah ibunya.


“Lihatlah adek bayi nya, lucu


sekali dan cantik.” Kata Raffa.


“Mami sama papi tetap sayang sama


Kei kan meskipun ada adek bayi?” Tanya Kei.


“Tentu saja sayang. Coba cium


adek bayi nya, adek bayi nya rindu sekali sama kakak nya loh.” Kata Kaira. Lalu


Kei mencium adiknya.


“Adek bayinya namanya siapa ma?”


Tanya Kei.


“Namanya Feya, bagus tidak?”


Tanya Kaira.


“Namanya cantik ma.” Kata Kei.


“Kei sayang kan sama adek Feya?”


Tanya Kaira.


“Tentu saja sayang, adek bayi


lucu sekali.” Kata Kei sambil menyentuh pipi Feya.


“Oh ya kapan kamu pulang ke


rumah?” Tanya Rasya.


“Oh ya terima kasih ya sudah


menjaga Kei, sepertinya besok lusa sudah bisa pulang karena kondisiku dan


anakku sehat-sehat saja.” Kata Kaira.


“Syukurlah kalau bisa segera


kembali pulang. Aku turut senang mendengarnya.” Kata Rasya.


“Selamat ya Kei, akhirnya punya


adik yang cantik dan lucu.” Kata Kenzo.


“Terima kasih.” Kata Kei.


“Semoga mama Angel segera hamil


ya biar Kenzo segera punya adek.” Kata Kaira.


“Mama sama papa setiap hari


berantem terus tante.” Kata Kenzo dengan polosnya.


“Papa sama mama tidak bertengkar


sayang, hanya beda pendapat saja.” Kata Rasya sambil menutupi masalahnya. Kaira


pun ikut bingung dengan jawaban polos Kenzo.


“Pulang yuk.” Ajak Rasya.


“Kenzo masih ingin disini pa, aku


bosan dirumah, soalnya mama sama papa berantem terus.” Kata Kenzo. Suasana pun


menjadi canggung, tiba-tiba Angel menelfon Rasya.


“Tuh mama sudah menelfon pasti


Kenzo disuruh segera pulang.” Kata Rasya.


“Kenzo nggak mau pulang pa, Kenzo


disini saja.” Kata Kenzo.


“Sebentar ya papa angkat telfon


dari mama dulu.” Kata Rasya, lalu dia keluar untuk menerima telfon istrinya.


“Hallo, ada apa?” Tanya Rasya.


“Kenzo dimana?” Tanya Angel.


“Dia tidak mau pulang, dia ingin


disini.” Kata Rasya.


harus belajar.” Kata Angel.


“Biarkan saja dia disini, dia


senang bisa berkumpul bersama Kaira dan anak-anaknya.” Kata Rasya.


“Aku bilang pulang sekarang, biar


aku yang bicara sama Kenzo, kasihkan ponselmu padanya.” Kata Angel.


“Kenzo, mama mau bicara sama


kamu.” Kata Rasya sambil memberikan ponselnya kepada anaknya.


“Hallo, mama.” Kata Kenzo.


“Pulang sekarang, kamu waktunya


belajar.” Kata Angel.


“Tapi Kenzo masih ingin disini


ma, boleh ya ma. Kenzo ingin bermain sama Kei dan juga adik bayi ma.” Jawab Kenzo.


“Mama bilang pulang sekarang,


atau mama akan membencimu selamanya.” Bentak Angel.


“Baiklah Kenzo sama papa pulang


sekarang ma.” Jawab Kenzo dengan sedih.


“Besok Kenzo bisa kesini lagi


kok.” Hibur Kaira.


“Tidak usah tante, mama melarang


Kenzo sering kesini. Kenzo pamit pulang dulu ya tante dan om. Bye Kei bye Feya.”


Kata Kenzo.


“Hati-hati ya sayang.” Kata Kaira.


“Permisi, aku pamit dulu ya.”


Kata Rasya.


Saat perjalanan pulang, Kenzo


terlihat murung dan sedih.


“Kenzo kenapa? Kenzo kesal sama


mama ya?” Tanya Rasya.


“Kenzo ingin punya mama sebaik


tante Kaira yang selalu sayang sama anaknya. Tidak seperti mama Angel yang


selalu memarahi Kenzo dan melarang Kenzo.” Kata Kenzo.


“Semua ibu itu pasti sayang sama


anaknya, dulu waktu Kenzo bayi siapa yang merawat kalau bukan mama, mama sampai


rela tidak bekerja demi megurus dan menjaga Kenzo loh, terus siapa yang selalu


mengantar jemput Kenzo, mama Angel kan. Setiap ibu dan ayah itu pasti sayang


sama anaknya dan punya cara sendiri untuk menyayangi anaknya. Jadi Kenzo tidak


seharusnya bicara seperti itu ya, kalau misalnya mama tau Kenzo bicara seperti


ini pasti mama sedih sekali, Kenzo tidak mau kan jadi anak yang tidak berbakti.”


Kata Rasya.


“Iya, maaf ya pa. Kenzo sayang


sama mama dan papa.” Kata Kenzo.


“Maafkan papa nak, papa tidak


bisa membuat mama kamu berubah menjadi lebih baik, tapi papa janji akan jadi


ayah yang baik untuk Kenzo. Papa sangat sayang sama Kenzo.” Kata Rasya dalam


hati.


 


 


 


Info :


Jangan lupa mampir ke novelku yang lain ya, judulnya "Menua Bersamamu". Terima Kasih.