
Rasya, Kei dan Kenzo datang
menjenguk Kaira di rumah sakit.
“Mami.” Panggil Kei.
“Kei sayang, sini sayang mami
sama papi rindu sekali.” Kata Kaira. Lalu Kei berlari ke arah ibunya.
“Lihatlah adek bayi nya, lucu
sekali dan cantik.” Kata Raffa.
“Mami sama papi tetap sayang sama
Kei kan meskipun ada adek bayi?” Tanya Kei.
“Tentu saja sayang. Coba cium
adek bayi nya, adek bayi nya rindu sekali sama kakak nya loh.” Kata Kaira. Lalu
Kei mencium adiknya.
“Adek bayinya namanya siapa ma?”
Tanya Kei.
“Namanya Feya, bagus tidak?”
Tanya Kaira.
“Namanya cantik ma.” Kata Kei.
“Kei sayang kan sama adek Feya?”
Tanya Kaira.
“Tentu saja sayang, adek bayi
lucu sekali.” Kata Kei sambil menyentuh pipi Feya.
“Oh ya kapan kamu pulang ke
rumah?” Tanya Rasya.
“Oh ya terima kasih ya sudah
menjaga Kei, sepertinya besok lusa sudah bisa pulang karena kondisiku dan
anakku sehat-sehat saja.” Kata Kaira.
“Syukurlah kalau bisa segera
kembali pulang. Aku turut senang mendengarnya.” Kata Rasya.
“Selamat ya Kei, akhirnya punya
adik yang cantik dan lucu.” Kata Kenzo.
“Terima kasih.” Kata Kei.
“Semoga mama Angel segera hamil
ya biar Kenzo segera punya adek.” Kata Kaira.
“Mama sama papa setiap hari
berantem terus tante.” Kata Kenzo dengan polosnya.
“Papa sama mama tidak bertengkar
sayang, hanya beda pendapat saja.” Kata Rasya sambil menutupi masalahnya. Kaira
pun ikut bingung dengan jawaban polos Kenzo.
“Pulang yuk.” Ajak Rasya.
“Kenzo masih ingin disini pa, aku
bosan dirumah, soalnya mama sama papa berantem terus.” Kata Kenzo. Suasana pun
menjadi canggung, tiba-tiba Angel menelfon Rasya.
“Tuh mama sudah menelfon pasti
Kenzo disuruh segera pulang.” Kata Rasya.
“Kenzo nggak mau pulang pa, Kenzo
disini saja.” Kata Kenzo.
“Sebentar ya papa angkat telfon
dari mama dulu.” Kata Rasya, lalu dia keluar untuk menerima telfon istrinya.
“Hallo, ada apa?” Tanya Rasya.
“Kenzo dimana?” Tanya Angel.
“Dia tidak mau pulang, dia ingin
disini.” Kata Rasya.
harus belajar.” Kata Angel.
“Biarkan saja dia disini, dia
senang bisa berkumpul bersama Kaira dan anak-anaknya.” Kata Rasya.
“Aku bilang pulang sekarang, biar
aku yang bicara sama Kenzo, kasihkan ponselmu padanya.” Kata Angel.
“Kenzo, mama mau bicara sama
kamu.” Kata Rasya sambil memberikan ponselnya kepada anaknya.
“Hallo, mama.” Kata Kenzo.
“Pulang sekarang, kamu waktunya
belajar.” Kata Angel.
“Tapi Kenzo masih ingin disini
ma, boleh ya ma. Kenzo ingin bermain sama Kei dan juga adik bayi ma.” Jawab Kenzo.
“Mama bilang pulang sekarang,
atau mama akan membencimu selamanya.” Bentak Angel.
“Baiklah Kenzo sama papa pulang
sekarang ma.” Jawab Kenzo dengan sedih.
“Besok Kenzo bisa kesini lagi
kok.” Hibur Kaira.
“Tidak usah tante, mama melarang
Kenzo sering kesini. Kenzo pamit pulang dulu ya tante dan om. Bye Kei bye Feya.”
Kata Kenzo.
“Hati-hati ya sayang.” Kata Kaira.
“Permisi, aku pamit dulu ya.”
Kata Rasya.
Saat perjalanan pulang, Kenzo
terlihat murung dan sedih.
“Kenzo kenapa? Kenzo kesal sama
mama ya?” Tanya Rasya.
“Kenzo ingin punya mama sebaik
tante Kaira yang selalu sayang sama anaknya. Tidak seperti mama Angel yang
selalu memarahi Kenzo dan melarang Kenzo.” Kata Kenzo.
“Semua ibu itu pasti sayang sama
anaknya, dulu waktu Kenzo bayi siapa yang merawat kalau bukan mama, mama sampai
rela tidak bekerja demi megurus dan menjaga Kenzo loh, terus siapa yang selalu
mengantar jemput Kenzo, mama Angel kan. Setiap ibu dan ayah itu pasti sayang
sama anaknya dan punya cara sendiri untuk menyayangi anaknya. Jadi Kenzo tidak
seharusnya bicara seperti itu ya, kalau misalnya mama tau Kenzo bicara seperti
ini pasti mama sedih sekali, Kenzo tidak mau kan jadi anak yang tidak berbakti.”
Kata Rasya.
“Iya, maaf ya pa. Kenzo sayang
sama mama dan papa.” Kata Kenzo.
“Maafkan papa nak, papa tidak
bisa membuat mama kamu berubah menjadi lebih baik, tapi papa janji akan jadi
ayah yang baik untuk Kenzo. Papa sangat sayang sama Kenzo.” Kata Rasya dalam
hati.
Info :
Jangan lupa mampir ke novelku yang lain ya, judulnya "Menua Bersamamu". Terima Kasih.