Perjanjian Pernikahan (Kisah Cinta Seorang Janda Cantik)

Perjanjian Pernikahan (Kisah Cinta Seorang Janda Cantik)
Janda Cantik Episode 13


Sesampainya


dirumah Adena.


“Baru datang


bu.” Kata Imah art Adena.


“Iya, Cio sama


mama dimana?” Tanya Adena.


“Dikamar mas


Abercio bu, tadi oma nya mau membawanya ke rumah tapi mas Cio tidak mau.


Sekarang mereka tidur.” Kata Imah.


“Oh iya,


lagipula sekarang sudah malam. Oh iya ada makanan apa dirumah? Aku membawa


atasanku, dia ingin mencoba masakanku.” Bisik Adena.


“Wah jadi itu


calon papanya mas Cio ya bu?” Kata Imah sangat senang.


“Heiiii


pelankan suaramu, nanti mama bisa mendengarnya.” Kata Adena.


“Maaf bu, di


kulkas banyak bahan makanan kok bu, mau saya bantu?” Tanya Imah.


“Kalau kamu


membantuku itu namanya bukan masakanku tapi masakanmu. Kamu kembali saja ke


kamar dan jangan bilang sama mama ya kalau malam ini aku membawa atasanku.”


Kata Adena.


“Beres bu


asalkan saya di ajak jalan-jalan lagi hehehe.” Kata Imah.


“Hmmmm iya


tenang aja. Cepat masuk ke kamar sana.” Kata Adena.


Kemudian Adena


segera membuat makanan untuk Aidan, sementara Aidan menunggunya di taman sambil


melihat-lihat sekililing. Tidak lama kemudian, Adena menghampiri Aidan.


“Sedang apa


pak?” Tanya Adena.


“Oh ini aku


sedang melihat-lihat taman, banyak juga ya tanaman kamu, sepertinya kamu sangat


menyukai bunga anggrek, disini sangat banyak koleksi anggrek milikmu bahkan aku


melihat jenis anggrek yang harganya lumayan mahal.” Kata Aidan.


“Aku dan ibuku


memang sangat menyukai bunga anggrek, kalau yang mahal itu aku dapatkan secara


gratis dari seseorang.” Kata Adena.


“Kalau boleh


tau, dari siapa kamu mendapatkannya?” Tanya Aidan.


“Dari mantan


suamiku, dia memberikan bunga anggrek tersebut lalu mengajakku berpisah. Sebenarnya


aku ingin membuangnya namun anggrek tersebut adalah anggrek kesukaan anakku,


entah kenapa anakku sekecil itu bisa mengatakan hal tersebut, dia juga bilang


sangat menyukai anggrek tersebut dan melarangku untuk membuangnya apalagi


menjualnya.” Kata Adena.


“Memang ada


yang mirip denganmu.” Kata Aidan.


“Apa memangnya


pak?” Tanya Adena.


“Tenang, anggun


mempesona namun sangat misterius dan sulit untuk ditebak. Ya seperti itulah


dirimu, sisi misterius tersebut yang membuat orang sangat ingin mengetahuinya


bahkan berusaha untuk mendekatinya.” Kata Aidan sambil menatap tajam ke arah Adena,


Adena pun salah tingkah.


“Makanan nya


sudah aku siapkan, tapi ibu dan anakku sedang tidur. Aku tidak ingin


membangunkan mereka.” Kata Adena.


“Jadi kamu


khawatir kalau aku makan disini akan membangunkan mereka ya. Kalau begitu kita


makan saja didalam mobilku. Bagaimana?” Tanya Aidan.


“Tapi pasti


akan sempit pak dan tidak leluasa.” Kata Adena.


“Kalau begitu


didalam kamar saja, bagaimana?” Goda Aidan.


“Bapak bawa


saja makanannya dan silahkan dimakan dirumah bapak.” Kata Adena.


“Wah tidak seru


kalau begitu.” Kata Aidan.


“Baiklah makan


didalam mobil bapak saja, tunggu sebentar akan saya siapkan makanannya.” Kata Adena.


“Ok aku tunggu


didalam mobil ya.” Kata Aidan.


Kemudian Adena


masuk kembali kedalam rumah lalu segera menyiapkan makanan dan dibawa kedalam


mobil Aidan, Adena sangat berhati-hati agar tidak terdengar oleh ibunya.


“Aku harus


berhati-hati agar mama dan Cio tidak mendengarnya, bisa gawat kalau sampai


mereka mendengarnya, bisa-bisa mama akan mengintrogasiku, lagian pak Aidan juga


ada-ada saja minta makan segala dirumahku, apa jangan-jangan dia benar-benar


menyukaiku ya, ah lupakan mana mungkin dia menyukaiku.” Kata Adena dalam hati.


Setelah selesai


menyiapkan makanan, Adena pun segera membawa makanan tersebut kedalam mobil


Aidan.