
Renata dan Kaira tiba di bandara.
“Ren, sebentar ya aku mau telfon
dulu ke mas Raffa ya.” Kata Kaira.
“Tidak usah kak, kita hanya
sebentar saja kok.” Kata Renata.
“Sekarang kan jam 11 siang,
kira-kira nanti sampai Jakarta lagi jam berapa?” Tanya Kaira.
“Ya paling lambat jam 10 malam
lah.” Kata Renata.
“Kau sudah pesan tiket untuk
pulangnya?” Tanya Kaira.
“Belum, gampang kak nanti saja.”
Kata Renata.
“Kau sudah bilang ke suamimu? Lalu
Azura bagaimana?” Tanya Kaira.
“Suamiku sedang diluar kota kak,
kalau Azura sekarang sedang dirumah sama baby sitternya. Sudah tidak usah
bilang kak Raffa. Aku yakin pasti kak Raffa juga akan mengijinkannya kok. Kita tunggu
disana dulu yuk.” Kata Renata.
Namun Kaira tetap menelfon
suaminya.
“Hallo mas, mas aku sekarang
sedang di bandara mau ke Singapore bersama Renata. Dia mengajakku untuk beli
tas, tapi setelah itu langsung pulang kok mas. Renata juga mendadak sekali
tiba-tiba mengajakku.” Kata Kaira.
“Batalkan saja, jangan pergi. Kau
ingat tadi kata dokter kalau kau harus banyak istirahat, tapi kau malah pergi
ke luar negeri. Kau sedang hamil muda sayang.” Kata Raffa.
“Aku tidak enak kalau harus
menolaknya mas, lagipula hari ini juga aku akan pulang kok.” Kata Kaira.
“Aku akan menyusulmu, aku akan
pergi denganmu. Biarkan Renata berangkat duluan.” Kata Raffa.
“Kasian lah mas, dia saja
mengajakku karena dia tidak ada temannya. Begini saja, aku tunggu kau disana
ya.” Kata Kaira.
“Yauda, lain kali kalau mau pergi
jauh bilang dulu dan minta ijin ke aku. Ingat ya kamu itu sedang hamil sayang.”
Kata Raffa.
“Iya mas aku juga mengerti kok. Kalau
gitu aku tutup telfonnya dulu ya.” Kata Kaira.
Lalu Kaira menghampiri Renata.
“Habis telfon kak Raffa ya?”
Tanya Renata.
“Iya Ren, awalnya dia marah
“Oh gitu, lagipula ke Singapore
kan dekat kak. Ayo kita berangkat sekarang.” Kata Renata, lalu mereka segera
menaiki pesawat.
“Kenapa kak? Kak Kaira kok sampai
berkeringat seperti itu?” Tanya Renata.
“Aku merasa mual Ren, bagaimana
ini?” Kata Kaira.
“Mending kak Kaira ke toilet
saja, mau aku antar?” Tanya Renata.
“Boleh deh Ren, tolong antarkan
aku ya.” Kata Kaira.
Setelah itu, mereka segera
kembali lagi ke tempat duduknya.
“Gimana sudah enakan belum? Kakak
sakit ya?” Tanya Renata.
“Aku sedang hamil sebenarnya Ren.”
Kata Kaira.
“Apa? Kenapa tidak bilang sih,
kalau kak Kaira tadi bilang aku juga tidak akan mengajak pergi. Waduh bagaimana
ini, kalau sedang hamil muda kan seharusnya banyak istirahat. Aduh aku jadi
merasa bersalah sekali sama kak Kaira.” Kata Renata.
“Sudahlah tidak apa-apa kok, aku
juga tidak enak kalau menolakmu Ren. Aku sekarang sudah lebih baik kok.” Kata Kaira.
“Syukurlah kalau begitu, kalau
butuh apapun bilang padaku ya.” Kata Renata.
“Iya Ren.” Kata Kaira.
“Perjalanan kita sebentar lagi
akan sampai kok.” Kata Renata.
“Ah syukurlah kalau begitu.” Kata
Kaira.
Tidak lama kemudian, mereka tiba
di bandara Singapore. Mereka segera turun dan menuju hotel terlebih dahulu.
“Kita kemana ini Ren?” Tanya
Kaira.
“Kakak aku antarkan ke hotel saja
ya, nanti aku akan pergi sendiri saja atau mungkin sama mami. Kita ke hotel
sekarang ya, disana ada mami juga kok.” Kata Renata.
“Iya, aku juga ingin ikut kau
beli tas loh padahal Ren.” Kata Kaira.
“Yauda lihat nanti saja ya, oh ya
kak Raffa kesini kapan?” Tanya Renata.
“Penerbangannya jam 5 sore Ren.” Kata
Kaira.
“Oh gitu, nanti biar kak Raffa
langsung menuju hotel saja kalau begitu.” Kata Renata.