Perjanjian Pernikahan (Kisah Cinta Seorang Janda Cantik)

Perjanjian Pernikahan (Kisah Cinta Seorang Janda Cantik)
Perjanjian Pernikahan Episode 27


Rey merasa bersalah kepada istrinya, dan akhirnya dia diam-diam menjual rumahnya dan berencana untuk pindah ke pulau Bali. Rey melakukan ini semua demi kebaikan istrinya dan agar rumah tangga mereka kembali membaik serta penuh bahagia.


Hari itu Rey mengajak Kasih untuk makan malam romantis. Dia menyiapkan semuanya demi membahagiakan istrinya. Tentu saja Kasih sangat kaget melihat apa yang dilakukan Rey malam itu, namun Kasih sangat mengapresiasi usaha suaminya.



"Ada apa mas tiba-tiba mengajakku makan malam di hotel mewah seperti ini? Tumben sekali mas." Kata Kasih.


"Kenapa? Tidak suka ya?" Tanya Rey.


"Aku menyukainya tapi aneh saja tiba-tiba mengajakku makan malam disini, kamu mau bicara apa memangnya mas?" Tanya Kasih. Tiba-tiba ada pelayan restoran sambil membawa sebuah kotak perhiasan datang, lalu di ikuti dengan pelayan lainnya yang membawa sebuah lilin.


"Apa ini mas? Kamu yang menyiapkan semua ini ya mas?" Tanya Kasih terharu.


"Tentu saja sayang ini semua untukmu." Kata Rey, kemudian dia mengambil kotak perhiasan tersebut dan membukanya, betapa kagetnya Kasih ternyata kotak perhiasan tersebut berisi cincin dan kalung berlian. Rey segera memakaikan cincin dan kalung tersebut kepada istrinya. Kasih yang terbawa suasana pun akhirnya meneteskan air matanya karena dia tidak menyangka bahwa suaminya akan melakukan hal romantis yang selama ini tidak pernah dilakukan oleh suaminya.


"Aku sangat mencintaimu sayang." Bisik Rey kepada istrinya.



"Terima kasih banyak mas, aku sangat mencintaimu." Kata Kasih lalu tanpa malu-malu dia pun memeluk erat suaminya. Para pelayan restoran pun bersorak sambil tak lupa mendokumentasikannya.


Setelah selesai makan malam, barulah Rey mengutarakan rencananya.


"Gimana makanannya? Enak tidak?" Tanya Rey.


"Oh iya ada yang ingin aku bicarakan, ini menyangkut masa depan kita juga." Kata Rey.


"Ada apa mas?" Tanya Kasih sangat penasaran.


"Aku berencana akan menjual rumah kita, aku tau rumah itu atas nama kamu, makanya aku meminta ijin darimu. Setelah itu aku ingin kita pindah ke Bali dan memulai hidup disana dengan damai tenang tanpa ada gangguan dan yang terpenting kamu nyaman dan betah disana. Bagaimana menurutmu?" Tanya Rey.


"Aku tentu saja akan menurutimu mas, aku tidak masalah jika kita menjual rumah itu lalu kita pindah ke Bali. Oh iya sebenarnya rumah itu atas nama kamu mas, waktu itu mama dan papa kamu sengaja membohongimu agar kamu tidak bisa seenaknya apalagi pergi meninggalkanku apalagi sampai mengusirku." Kata Kasih.


"Wah mama dan papa ternyata bersekongkol denganmu ya wah wah, tapi tidak apa-apa, nanti rumah kita di Bali juga akan aku atas namakan kamu kok, semua harta dan juga uang belanjar dariku biarlah kamu yang mengaturnya karena aku percaya denganmu sayang." Kata Rey.


"Iya mas, jadi kapan kita ke Bali? Lalu bagaimana dengan pekerjaanku mas?" Tanya Kasih.


"Aku ingin kita secepatnya pindah ke Bali, coba kamu ajukan pindah tempat ke rumah sakit di Bali, nanti biar aku minta tolong juga ke mama dan kepala rumah sakitnya ya, kamu jangan khawatir." Kata Rey.


"Baiklah mas, aku jadi tidak sabar ingin segera pindah ke Bali. Terima kasih ya mas karena kamu begitu mengerti istrimu." Kata Kasih.


"Sama-sama sayang, ayo kita lanjut makan lagi.


Rey dan Kasih pun akhirnya pindah ke Bali untuk memulai hidup baru mereka disana.


The End.


Nantikan cerita selanjutnya ya, bakal lebih seru lagi loh.