
“Wah bagus sekali tempatnya, aku
menyukainya sayang.” Bisik Kaira kepada suaminya.
“Syukurlah kalau kau menyukainya
sayang.” Kata Raffa.
“Mami, aku mau main air disana.” Kata
Kei.
“Jangan terlalu dekat sayang,
bahaya loh.” Kata Kaira.
“Biarkan saja, ada mas Rasya yang
menemani anak-anak kok.” Kata Angel.
“Untung saja ada kak Rasya, kak
nitip Azura ya.” Teriak Renata.
“Ayo makan sekarang, aku sudah
lapar sekali.” Kata Kaira.
“Suasananya benar-benar romantis sesuai
ekspektasiku.” Kata Renata.
“Lain kali kau harus kesini lagi
berarti Ren bersama suamimu.” Kata Raffa.
“Iya dong, nanti Azura aku
titipkan ke mami dan papi saja.” Kata Renata.
“Enak sekali kau Ren menitipkan
anak ke mami dan papi.” Kata bu Siska.
“Sekali saja loh mi, sama cucu
kok seperti itu sih mi.” Kata Renata sambil merayu ibunya.
“Hmmm kau sama saja dari dulu
tidak pernah berubah, kenapa tidak kau titipkan saja ke baby sitternya Azura.” Tanya
bu Siska.
“Aku lebih percaya pada mami dan
papi daripada baby sitternya Azura.” Kata Renata.
“Sudah sudah ayo makan, papi
lapar. Panggil Rasya dan anak-anak biar bisa makan bersama semuanya.” Kata pak
Adinata.
“Baik pa, saya panggil mas Rasya
dulu.” Kata Angel, lalu dia memanggil suami, anak dan keponakannya.
Tidak lama kemudian mereka
kembali.
“Ayo kita makan semuanya.” Kata bu
Siska.
“Selamat makan semuanya.” Kata Kaira.
“Mami, aku mau makan pasta.” Kata
Kei.
“Pastanya nggak ada, makan steak
saja ya.” Kata Kaira.
“Nggak mau mami.” Kata Kei.
“Pesankan pasta saja buat Kei,
dia rewel sekali kalau makan.” Kata Raffa.
“Dia pemilih makanan sama
sepertimu kali mas.” Kata Kaira.
“Tidak lah, buktinya aku selalu
memakan apapun masakanmu.” Kata Raffa.
“Hehehe iya iya sayang.” Kata
Kaira.
**
Setelah makan, Kaira mengajak
suaminya pergi ke pinggir pantai.
Kei.
“Sudah kau disitu saja sama oma
dan opa, atau main sama kakak Azura dan Kenzo.” Kata Raffa.
“Sebentar sayang. Mami mau kesana
sebentar ya.” Kata Kaira.
“Mengganggu saja dia.” Gerutu Kei.
“Namanya juga anak kecil mas.”
Kata Kaira.
“Kita foto-foto disana yuk.” Kata
Raffa.
“Foto maternity ya mas?” Tanya
Kaira.
“Lalu nanti aku sambil memegangi
perut buncitmu ya?” Tanya Raffa.
“Iya lah sayang, atau nanti kau
bisa menggendongku.” Kata Kaira.
“Hmmm untung saja aku tadi
membawa tripod dan kamera ya.” Kata Raffa.
“Kan aku yang mengingatkanmu
untuk membawanya mas.” Kata Kaira.
“Cepat berposelah disana.” Kata Raffa.
“Gendong aku dong sayang, atur
timernya saja kira-kira 5 atau 10 detik.” Kata Kaira.
“Oke 10 detik saja ya, nanti aku
segera menggendongmu.” Kata Raffa.
Lalu mereka asyik mengambil foto
bersama dengan mesranya.
“Mami, aku mau foto juga.” Teriak
Kei sambil berlari menghampiri orang tuanya.
“Sini sayang, nanti Kei digendong
papi ya.” Kata Kaira.
“Hore digendong papi. Papi tadi
gendong mami ya? Memangnya mami nggak berat ya pi?” Tanya Kei dengan polosnya.
“Mami kamu sekarang semakin berat
Kei.” Kata Raffa.
“Soalnya ada adek bayi didalam
perutnya mami pi makanya mami jadi gendut.” Kata Kei.
“Mami gendut karena ada adek bayi
didalam perut mami sayang, ayo cepat minta gendong papi.” Kata Kaira.
Mereka pun melanjutkan foto-foto
dipinggir pantai bersama anaknya.
Setelah itu Raffa memanggil
seluruh keluarganya untuk berfoto bersama dipinggir pantai.
QnA
Netizen : cepatan thor updatenya, lama banget deh.
Author : bentar guys, masih banyak kerjaan nih di kantor.
Netizen : ceritanya ngawur banget, kecewa deh sama novelnya.
Author : ku juga kecewa dengan kalian wahai netizen yang maha benar.
Netizen : novel amburadul, membosankan bacanya.
Author : yaudah gausah dibaca ya, kayaknya hidupnya lagi amburadul deh netizen ini.
Netizen : dasar Mayang pelakor, dasar Angel pelakor. novelnya kayak sinetron deh.
Author : karena pelakor paling relate sama cerita di dunia nyata guys kalo ceritanya tentang masak-masak berarti salah server dong.saya.