
Sementara di tempat lain Tuan Gladuks mendatangi Samera company untuk mencari keberadaan Daniel, ia berharap Daniel bersedia kembali membantu Tuan Gladuks merintis usahanya kembali. Tetapi ketika dirinya sudah tiba di kantor Samera company, Tuan Gladuks tidak mendapati Daniel di sana.
Hingga Tuan Gladuks pun bertanya kepada Alex dan Arif yang sedang bertugas di kantor pagi itu. Tetapi Alex mengatakan kalau dirinya juga tidak mengetahui keberadaan Daniel saat ini. Berhubung Daniel sama sekali belum datang ke kantor Pagi itu.
Tuan Gladuks semakin gelisah. Ia berusaha mencari bantuan dari rekan bisnisnya. Tapi tak satupun yang bersedia membantu dirinya. Itu semua akibat ulah Daniel yang susah meminta, setiap perusahaan yang selama menjalin hubungan baik dengan Tuan Gladuks, agar tidak memberikan bantuan Kepada Tuan Gladuks. Sebelum Tuan Gladuks benar benar merubah sikapnya.
Tuan Gladuks bingung mencari keberadaan Daniel saat ini. Ketika dirinya sudah berada di Apartemen milik Daniel, tetapi apartemen milik Daniel itu kosong dan sama sekali tidak ada yang menghuni. Hanya sesekali petugas kebersihan yang masuk ke dalam untuk membersihkan apartemen milik Daniel.
Bahkan ke rumah pribadi Daniel sendiri Tuan Gladuks sudah mencarinya. Tetapi ia pun tak kunjung bertemu dengan Daniel membuat pikiran Tuan Gladuks semakin kacau. ia benar-benar hancur dan tidak memiliki apa-apa saat ini, selain rumah utama yang ia miliki dan sebuah mobil pribadi miliknya.
Apa yang harus aku lakukan sekarang? di mana anak sialan itu? berani-beraninya dia menghancurkan perusahaanku." gumam Tuan Gladuks merutuki putranya sendiri.
Tuan Gladuks berusaha menghubungi nomor ponsel Daniel. Tetapi Daniel sama sekali tidak berniat mengangkat telepon seluler dari ayah kandungnya. Entah setan apa yang merasuki Daniel sehingga dirinya tega memperlakukan Tuan Gladuks seperti orang asing baginya.
Olivia yang mendengar jeritan ponsel milik Daniel pun menatap Daniel. Seolah-olah meminta Daniel untuk mengangkat telepon selulernya. Sudah biarin aja, itu telepon yang tak penting. Lebih penting juga Putraku dan kamu bagiku." ucap Daniel karena melihat Olivia sudah menatapnya dan meminta untuk mengangkat telepon selulernya.
Olivia menggelengkan kepalanya, menatap Daniel dengan telaten menggendong tubuh putranya sambil memberikan susu formula untuk membantu asupan gizi dari ASI Olivia. "Yang mengandung 9 bulan saya.Dan melahirkan sampai taruhan nyawa juga saya. Sekarang yang disayang anaknya justru Ayah yang tak punya yang tak ada otak." umpat Olivia yang dapat membuat Daniel langsung tertawa ngakak.
"Makanya Mom, mom sayang juga dong sama papi." ucap Daniel menirukan suara anak kecil. Daripada kesal melihat tingkah Daniel di dalam kamar bersama putranya, ia memilih keluar dan ingin menikmati sarapan paginya.
Tetapi ketika Olivia sudah berada di ruang makan, tak ada seorangpun yang ada di rumah. Membuat Olivia sedikit bingung ke mana seluruh penghuni rumah di sana. Ia mencari Ibu Florida dan juga Nyonya Eliana.
Tetapi ibu Florida dan nyonya Eliana tak ada di rumah. Begitu juga dengan beberapa orang asisten rumah tangga yang bekerja di rumah utama milik Nyonya Eliana. Tak satupun yang hadir di sana, selain hanya petugas keamanan yang berjaga di luar.
"Pada ke mana sih orang? Kok tidak ada di rumah?" gumamnya dalam hati tetapi meja makan sudah dipenuhi sarapan pagi yang cukup lezat menurutnya.
Karena perut Olivia sudah keroncongan dan ia juga membutuhkan asupan gizi yang lebih, karena ia harus memberi ASI kepada putranya baby Arya Vito. Olivia memutuskan untuk langsung menikmati sarapan paginya tanpa ada niatan untuk mengajak Daniel.
Ketika Olivia sedang menikmati sarapan paginya, Daniel datang menghampirinya setelah memastikan baby Arya Vito kembali tertidur pulas.
"Sarapan pagi kok tidak ngajak-ngajak sih? makan bareng kan lebih enak rasanya." ucap Daniel sambil mendudukkan bokongnya tepat di samping Olivia. Olivia hanya terdiam dan memilih terus menikmati sarapan paginya daripada harus menyahuti Daniel yang semenjak tadi pagi membuat dirinya kesal.
Kamu ini seperti anak kecil. Kan bisa makan sendiri tinggal ngambil itu aja kok repot." gerutu Olivia sambil menatap Daniel dengan Tatapan yang sulit diartikan. "Kok rumah tampak sepi? di mana semuanya? tanya Daniel kepada Olivia pura-pura tidak mengetahui.
Olivia mengerikan bahunya itu pertanda kalau Olivia juga tidak mengetahui keberadaan Nyonya Eliana Ibu Florida dan beberapa asisten rumah tangga yang bekerja disana. sang Baby sitter yang disewa oleh Daniel pun sama sekali tidak berada di rumah.
Membuat Olivia sedikit kebingungan dan penasaran. Ada apa sehingga orang-orang tidak ada di rumah selain mereka bertiga. "Aku tahu ini pasti kerjaan kamu kan?" tuduh Olivia kepada Daniel
"Kok kerjaan aku sih? kan sedari tadi kita sama di kamar. Mas tidak ada kemana-mana sayang selain berada di kamar." ucap Daniel membantah tuduhan Olivia kalau itu salah satu rencana Daniel.
Olivia terdiam. Ia berpikir sejenak dan mengingat-ingat, memang benar saat itu Daniel hanya di kamar bersama dirinya dan juga Arya Vito tetapi, jadi Mengapa orang-orang yang ada di rumah ini tidak ada semua? tanya Olivia yang merasa heran tiba-tiba rumah terlihat sepi. Daniel menggerdikan bahunya.
Padahal Nyonya Eliana sengaja membiarkan Daniel dan Olivia di rumah bertiga bersama baby aryaputo berharap hubungan mereka dapat lebih dekat. Dengan tidak adanya Nyonya Eliana atau siapapun yang dapat membantu Olivia merawat putranya, jika Olivia benar-benar membutuhkan pertolongan. Maka mau tidak mau Olivia otomatis meminta bantuan kepada Daniel yang selalu standby disampingnya.
Apalagi sepertinya baby Aryan Vito tidak ingin berpisah dengan ayah kandungnya sendiri. Membuat Olivia tidak memiliki pilihan lain, selain membiarkan Daniel tetap berada di sana dan meminta bantuan kepada Daniel untuk mengurus Putra mereka. Itu dapat membuat hubungan Daniel Olivia akan kembali.
"Kenapa kamu tidak mengangkat teleponmu? siapa tahu itu dari Wanita.
"Tidak penting.
"Kok tidak penting kalau mereka menunggu menunggu di kantor kamu seperti biasa gimana?
"Biarin saja yang penting aku tidak ingin seperti itu lagi.Yang penting bagiku istriku yang cantik ini dan Putraku yang tampan menjadi masa depanku."sahut Daniel dengan enteng. Membuat Olivia menatap daniel dengan tatapan tajam setajam silet, jika mengenai kulit kita , pasti akan terasa sakit dan perih.
Bersambung.....
hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏🙏🙏🙏
JANGAN LUPA TEKAN FAVORIT LIKE COMMENT VOTE DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH