PERAWAN 500 JUTA

PERAWAN 500 JUTA
BAB 118. KEMBALI KE LIMBANGAN


Nyonya Eliana menganggukkan kepalanya pertanda Ia setuju dengan usulan Tuan Gladuks, jika Vika dan Alex sering bersama maka cinta diantara mereka akan semakin tumbuh. Itulah yang diinginkan oleh Nyonya Eliana sehingga Nyonya Eliana meminta Alex menghantarkan Vika langsung ke Limbangan.


Tuan Gladuks memberikan kunci Villa milik keluarga Gladuks yang ada di Limbangan. Ini kunci Villa kita yang ada di sana, mungkin kamu membutuhkannya." ucap Tuan Gladuks sambil memberikan kunci Villa milik Tuan Gladuks yang ada di sana.


Fika hanya pasrah tidak dapat menolak perintah dari tuan Gladuks. Vika tidak ingin mengecewakan Nyonya Eliana dan juga tuan Gladuks. "Ayo saya antar! tidak perlu banyak protes." ucap Alex dengan tegas kepada Vika sambil menarik Vika keluar dari rumah utama keluarga Gladuks.


"Aku bisa jalan sendiri, tidak perlu ditarik-tarik seperti ini. Kamu pikir saya bocah yang perlu ditatah?" gerutu Vika sambil menghempaskan tangan Alex tetapi Alex seolah tidak peduli, justru ia langsung meraih tubuh Vika lalu menggendongnya masuk ke dalam mobil.


"Turunkan aku!" teriak Vika yang mampu membuat Olivia, Daniel dan yang lainnya yang ada di rumah utama keluarga Gelas tertawa ngakak, melihat tingkah Vika dan juga Alex. Sementara Ibu Florida hanya menggelengkan kepalanya.


"Sudah saya katakan, jangan banyak protes. Kalau kamu tidak ingin mendapat hukuman.


"Hukuman?


"Memangnya Vika salah apa sama kamu tuan Alex yang terhormat?


"Tidak perlu banyak tanya. Duduk dan diam saja." perintah Alex sambil langsung menghidupkan mesin mobilnya, lalu melajukannya ke arah jalan raya menuju Limbangan


Jarak antara kota Jakarta ke Limbangan bukan jarak yang dekat. Cukup makan waktu kurang lebih 4 jam dari kota Jakarta menuju Limbangan. "Apa kamu benar-benar menghantarkan ku langsung ke Limbangan? Kalau kamu tidak ingin menghantarkanku tidak apa-apa. Kamu bisa menghantarkanku ke loket saja."ucap Vika kepada Alex.


"Jangan banyak tanya, Papi dan Mami sudah mengatakan kalau aku harus menghantarkan langsung ke Limbangan. Jadi tidak perlu mengoceh seperti itu." sahut Alex sambil pandangannya lurus ke depan fokus menyetir mobil miliknya.


"Dasar manusia Es,


"Apa kamu bilang?


"Oh tidak!"


"Tidak perlu membohongiku Aku tahu kamu mengumpatku tadi.


"Seperti dukun saja!"


"lebih dari dukun." sahut Alex yang mampu membuat Vika membulatkan matanya.


Setelah melakukan perjalanan yang begitu dramatis, mereka akhirnya tiba di Limbangan. Tampak Vika meminta kepada Alex untuk menghantarkan dirinya ke rumah milik keluarga Vika, yang selama ini mereka tempati. Karna sudah 3 bulan lamanya mereka tinggal begitu saja, setelah Olivia melahirkan baby Arya Vito.


"Jadi ini rumah kamu?


"Eh nak Vika, baru datang ya? tanya Ibu Endang yang baru datang menghampiri Vika karena Ibu Endang melihat dari kejauhan sebuah mobil mewah parkir di rumah milik Vika dan ibu Florida.


"Iya Bu Endang, bagaimana kabar ibu?" tanya Vika yang mengetahui siapa sosok Bu Endang yang selalu kepo dengan urusan orang lain.


"Alhamdulillah kabar ibu baik. Bagaimana dengan kamu Apa kamu baik-baik saja di Jakarta? dan bagaimana kabar ibumu. Karena saya sudah lama tidak mengetahui kabar ibu kamu setelah membawa wanita hamil diluar nikah itu ke kampung ini Wanita ****** seperti dia memang tidak layak tinggal di desa ini.Untung saja ibu kamu cepat membawa dia dari desa ini. Kalau tidak bisa sial desa ini." ucap ibu Endang kepada Vika membuat darah Vika mendidih.


"Alhamdulillah kabar ibuku baik-baik saja. tetapi mulut Ibu sedikit dijaga. Olivia itu sahabatku, sekaligus Nyonya bosku pemilik perusahaan tempat aku bekerja dan tempat suami ibu bekerja sebagai buruh tani perkebunan milik Tuan Daniel." sahut Vika yang mampu membuat Ibu Endang terhenyak.


"Maksud kamu apa Vika?


"Tidak ada maksud apa-apa. Hanya saya ingin memberitahu kalau Olivia itu merupakan Nyonya Bos suami ibu?


"Maksud kamu?


"Ibu tidak perlu pura-pura tidak paham apa maksudku. Anak yang dikandung Olivia yang Ibu katakan anak haram itu, merupakan anak dari Tuan Daniel. Pemilik perkebunan tempat suami ibu mencari nafkah.


Dan saat ini Olivia sudah sah di mata hukum dan agama menjadi istri dari Tuan Daniel Gladuks. Itu artinya Olivia saat ini nyonya dari bos suami Anda. Jika Olivia berkehendak dan mengingat penghinaan Ibu selama berada di Limbangan ini. Mungkin Olivia sudah memecat suami Anda. Supaya suami anda pengangguran.


Tetapi karena Olivia yang berhati bagai Dewi, ia tidak melakukan hal yang sama seperti yang ibu lakukan kepadanya. Jadi hati-hati berbicara Ibu Endang yang terhormat." ucap Vika dengan tegas karena ia sangat emosi mendengar bahasa Ibu Endang yang tak ia sukai.


Sementara Alex hanya menatap kedua wanita berbeda generasi itu berdebat. "Ya sudah Ibu Endang, jika tidak ada yang ingin Ibu Endang kepoin lagi di sini, lebih baik Ibu Endang pergi agar kami dapat mengerjakan apa yang patut kami kerjakan di sini.


"Jadi kamu mengusir saya Vika? Jangan sok sombong kamu Vika. Saya tahu siapa kamu tidak perlu sok-sok sombong. Karena kamu sudah menaiki mobil mewah seperti ini. Paling saja mobil yang kamu tumpangi ini, mobil rentalan." ucap Ibu Endang yang membuat Vika semakin naik Pitam.


"Sebelum emosi saya semakin bangkit, Lebih Baik Ibu Endang pergi dari sini. Saya bukan Olivia yang berhati lemah lembut tidak peduli apa ocehan Ibu Endang. Jika Ibu Endang masih tetap mengoceh di situ, aku tidak akan segan-segan menyiramkan air comberan ini kepada Ibu Endang." gerutu Vika ketika Ibu Endang mengatai Vika saat ini menumpangi mobil rentalan dan laki-laki yang bersamanya merupakan kekasih gelapnya.


Ibu Endang juga menuduh Vika seperti Olivia, hamil diluar nikah sehingga kembali ke Limbangan untuk menutup aib di kota. Hal itu yang membuat Vika semakin emosi melihat Ibu Endang. "Umur kamu saja yang sudah tua.Tetapi cara bicara dan etika tidak punya." gerutu Vika sambil menatap Ibu Endang dengan tatapan tajam.


Alex menghampiri Vika yang sudah dilanda emosi."Tidak perlu membuang-buang waktu meladeni wanita seperti ini. Ngapain kamu emosi kalau tuduhannya tidak benar. Kamu calon istriku, ingat tujuan kita ke sini hanya nyekar ke makam Papi dan kita membersihkan rumah ini." ujar Alex yang dapat membuat Ibu Endang langsung terhenyak mendengar apa yang dikatakan Alex kepada Vika. Ibu Endang merasa malu. lalu ia meninggalkan Vika begitu saja, setelah menghina Vika dengan kata-katanya yang tidak patut.


Bersambung.....


hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏🙏🙏🙏...


JANGAN LUPA TEKAN FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏💓💓🙏