PERAWAN 500 JUTA

PERAWAN 500 JUTA
BAB 149. IMPIAN ANISA


Anisa dan Arif sudah berada di rumah. Anisa mempersilahkan Arif duduk di sofa sambil menikmati kopi buatan Anisa. "Oh ya Mas, bagaimana pekerjaan Mas Hari ini Apa semuanya berjalan dengan lancar? tanya Anisa penuh selidik.


"Alhamdulillah pekerjaan Mas berjalan dengan lancar. Walaupun tubuhku masih terasa lelah. Karena semenjak pagi tadi, Mas belum ada istirahat mengingat tugas Alex harus mas ambil alih sampai perjalanan bulan madu mereka selesai.


"Apa?


"Bulan madu?"


"Memangnya Mereka sudah pergi bulan madu Mas? tanya Anisa penasaran.


"Iya, hari ini mereka berangkat ke ke Jepang." sahut Arif yang mampu membuat Anisa terhenyak tidak menyangka ya Vika menikah dengan Alex dan Vika dapat menikmati perjalanan bulan madu ke Jepang salah satu negara impian kita berdua.


"Suatu saat jika Allah mempercayakan kami memiliki uang yang cukup,Anisa memiliki impian yang sama dengan Vika pergi ke Jepang untuk menikmati salju dan bunga sakura yang ada di sana. Tapi saat ini Vika sudah menggapai impiannya. yang entah kapan Anisa dapat menggapai impian itu Anisa belum mengetahuinya.


Yang pasti Anisa tidak berhenti berharap. saat ini Anisa hanya bisa menabung sedikit demi sedikit. berharap suatu saat Anisa dapat pergi ke sana menikmati salju dan juga bunga sakura yang ada disana, seperti di negeri dongeng yang selama ini Anisa dambakan ." ucap Anisa sembari membayangkan dirinya berada di kota Tokyo dan Hiroshima, menikmati bunga sakura yang begitu indah menurut Annisa dan juga Vika.


Alex mengembangkan senyumnya mendengar impian vika ingin sekali pergi ke Jepang menikmati salju dan juga bunga sakura.


"Mas yakin tidak lama lagi kamu dapat menikmati salju dan bunga sakura yang ada di Tokyo atau Hiroshima.


"Bagaimana mungkin tidak lama lagi Anisa pergi ke sana? sedangkan tabungan Anisa saja saat ini masih sangat sedikit. Anisa tahu biaya perjalanan ke sana bukan sedikit.


Tetapi bermimpi kan tidak salah, siapa tahu suatu saat Allah mempercayakan Anisa memiliki uang yang cukup dan dapat menikmati indahnya bunga sakura dan salju yang ada disana." ucap Anisa sambil membayangkan dirinya berada di negara Jepang.


Tiba-tiba Arif meraih tangan Anisa. Anisa kau belum menjawab pertanyaanku dulu. "Pertanyaan yang mana Mas? tanya Anisa karena ia sudah lupa apa yang sudah ditanyakan oleh Arif kepadanya. "Apa kau sudah membuka hatimu? Arif bertanya kepada Anisa membuat Anisa mengerutkan keringnya.


"Maksudnya mas?


"Mas sangat mencintaimu Anisa. Mas sangat mencintaimu dan ingin segera menikah denganmu." ucap Arif spontanitas membuat Anisa terhenyak mendengar Arif tiba-tiba mengungkapkan isi hatinya kepadanya siang ini.


"Mas serius?


Kalau Mas mencintai Anisa apa mas sudah mengetahui siapa Anisa sebenarnya? tanya Anisa penuh selidik. Mas sudah sangat mengetahui siapa kamu. kamu tidak perlu khawatir. jauh sebelum Mas mengatakan ini semua, mas sudah mengetahuinya. kamu jangan khawatir mas akan selalu menjagamu. karena mas sangat sayang dan cinta sama kamu Anisa.


Anisa terpelongo mendengar apa yang diucapkan Arif, yang tiba-tiba menyatakan rasa cintanya kepada Anisa. Apa ini benar dan apa yang dikatakan Olivia dan Daniel benar adanya pertanyaan demi pertanyaan menari-nari di pikiran Anisa.


Arif kembali bertanya kepada Anisa.


"kenapa kamu diam? apa selama ini kamu benar-benar tidak memiliki rasa cinta kepadaku? tanya Alex


"Jadi apa Anisa?apa yang membuatmu diam dan tidak menjawab? Apakah kamu sudah memiliki lelaki lain yang sudah kamu cintai dan sayangi. tanya Arif.


"Bukan begitu Mas, tetapi jujur Anisa belum percaya begitu saja kalau Mas mencintai Anisa apa adanya. Apalagi mas sangat mengetahui seluk-beluk keluargaku yang bagaimana. Anisa tidak ingin itu menjadi bumerang dalam hubungan kita kelak.


lebih baik Mas bicarakan dulu kepada kedua orang tua mas, Apakah mereka menyetujui menikah dengan seorang wanita seperti Anisa atau tidak. daripada nanti menyakitkan kita mencari hubungan ujung-ujungnya membuat hati ini menjadi sakit.


Anisa tidak ingin hubungan Anisa dengan mas berakhir sia-sia." sahut Anisa sambil menatap Arif dengan tatapan penuh arti. kamu jangan khawatir Sebelumnya Mas sudah membicarakannya kepada orang tua dan mereka sudah sangat


Mengenali mu.


" Bagaimana mungkin mereka mengenaliku sementara Anisa saja belum pernah bertemu dengan mereka. Arif mengembangkan senyumnya menatap Anisa dengan tatapan penuh cinta. tanpa kamu ketahui kedua orang tuaku sudah sangat mengenalmu. ucap Arif membuat Anisa semakin bingung.


karena kebetulan orang tua Arif merupakan salah satu dokter yang menangani Anisa saat Anisa mengalami gagal ginjal. "apa kamu ingat dengan dokter yang menangani operasi Mu untuk melakukan pencangkokan ginjal? tanya Arif kepada Anisa dibalas anggukan dari Anisa.


"ya Tentu saya ingat, dia dokter yang handal dan dia juga dokter yang mampu menyembuhkan Anisa dia bagai Dewa bagi Anisa. Membuat Anisa dapat bertahan dan sehat seperti sekarang. Sejujurnya Anisa ingin sekali berterima kasih kepada dokter itu karena telah berhasil menyembuhkan Anisa.


Tetapi sayangnya Anisa tidak pernah bertemu lagi kepada dokter itu, setelah jadwal konsultasi Annisa telah selesai. Anisa juga tidak mengetahui Di mana tempat tinggal dokter itu . salahnya Anisa tidak bertanya dulu kepada dokter yang baik budi itu.


Jujur Anisa berhutang nyawa kepadanya. sahut Annisa sambil membayangkan Bagaimana dokter yang menangani dirinya saat berada di rumah sakit begitu telaten dan ramah kepadanya. Alex mengembangkan senyumnya menatap Anisa yang ingin sekali bertemu dengan orang tuanya.


karena dokter yang dimaksud Annisa merupakan ayah kandung Arif. "Mas Kenapa tersenyum menatap Anisa seperti itu? tanya Anisa kepada Arif.


"Apa kau benar-benar ingin bertemu dokter kesayanganmu? tanya Arif penuh selidik. "Tentu Mas, Anisa ingin sekali bertemu dokter yang baik itu. dia bagai dewa untuk Anisa. Dewa penolong sahutnya berapi-api ingin sekali bertemu dengan dokter kesayangannya.


"Aku bisa mengantarkan mu ke tempat tinggalnya. karena aku mengetahui Di mana tempat tinggal dokter ke kesayangan mu itu." sahut Arif yang mampu membuat Anisa tersenyum bahagia. "Antarkan aku ke sana sekarang Mas. antar Anisa ke sana, karena Anisa ingin sekali berterima kasih kepadanya


Karena saat Anisa terakhir konsultasi ke dokter ia tidak berada di rumah sakit dan digantikan oleh dokter lain, menurut informasi yang Anisa dapatkan Kalau dokter itu berada di luar negeri. Padahal saat itu Anisa ingin sekali berterima kasih kepadanya.karena ia sudah menyelamatkan Anisa." ucap Anisa menggebu-gebu agar Arif segera menghantarkannya bertemu dengan dokternya.


"Bersiaplah aku akan menghantarkan kamu langsung bertemu dengan dokter kesayanganmu." perintah Arif yang mampu membuat Anisa langsung bangkit berdiri bersiap untuk berangkat menuju rumah dokter itu.


Beberapa menit kemudian setelah Anisa membersihkan diri dan mengganti pakaiannya Desa Kembali keluar menghampiri Arif. Ayo Mas antarkan aku bertemu dengan dokter itu." ucap Vika memohon kepada Arif dibalas anggukan dari Arif


Bersambung.....


hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏


JANGAN LUPA TEKAN, FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE, DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏💓