
Kegelisahan Daniel semakin bertambah. karena Olivia tak kunjung tiba di kantor.
"Kemana kamu sayang? kok kamu sampai jam sekarang belum sampai di kantor?" gumam Daniel dalam hati. Danile sama sekali tidak mengetahui apa yang terjadi terhadap istrinya Olivia.
Ia benar-benar tidak bisa berpikir jernih saat ini. Daniel sangat bingung harus melakukan apa. Pikirannya kalut
"Ya Alloh selamatkan lah istri hamba, dimana pun dia berada." doa Daniel dalam hati
Di tempat lain, tepatnya di sebuah gedung tua yang sama sekali Olivia tidak tahu dimana posisinya Ia disekap oleh beberapa orang lelaki yang bertubuh kekar. Tangan dan kaki Olivia diikat ketat oleh seseorang. Mulut Olivia ditutup dengan perban membuat Olivia tidak mengeluarkan suaranya.
Ketika Olivia sudah tersadar dari pingsannya, Olivia merasa tubuhnya terasa remuk. Karena sebelum Olivia diberikan obat bius oleh lelaki bertubuh kekar itu memberikan pukulan yang cukup hebat di bagian punggung Olivia. Hingga Olivia pun merasakan sakit yang cukup dahsyat di tubuhnya.
Olivia berusaha untuk membuka matanya perlahan netranya menelisik seisi ruangan. ia terhenyak melihat dirinya sudah berada di sebuah gedung tua yang sama sekali Olivia tidak tahu tempatnya di mana.
"Ya Allah lindungi hamba Dimana hamba ya Allah." doa Olivia merasa ketakutan. Ia benar-benar bingung harus melakukan apa saat ini. Karena kedua tangan Olivia dan kakinya sudah diikat. Membuat Olivia tidak dapat bergerak dengan leluasa.
Olivia merintih kesakitan. Ia pun langsung teringat kepada putranya Arya Vito dan juga suaminya Daniel yang pasti sudah menunggunya . "Ya Allah jika aku tidak selamat dari sini, Bagaimana dengan Putraku? selamatkan aku ya Allah. Berikan hamba petunjuk mu." doa Olivia di dalam hati sembari terus menangis.
Olivia sudah melihat beberapa orang yang menjaga dirinya sedang asyik bermain judi dan mabuk-mabukan di sana. Olivia berusaha untuk membuka ikatan tangannya tetapi ia tak kunjung berhasil. Olivia sudah mulai putus asa. Apalagi kondisinya saat ini sudah lemah menahan lapar dan haus. Tetapi Olivia teringat dengan Arya Vito. Membuat Olivia berusaha untuk bertahan.
Di tempat lain Daniel masih tetap gelisah. karena sudah tiga jam lamanya, Setelah Olivia berangkat dari rumah menuju Kantor miliknya. Olivia tak kunjung tiba di sana. Membuat kekhawatiran Daniel pun semakin memuncak. Ia pun menghubungi beberapa asistennya, termasuk Alex dan Arif untuk mencari tahu keberadaan Olivia saat ini.
Tolong cari posisi Olivia di mana saat ini. sepertinya terjadi sesuatu kepadanya. Karena menurut keterangan Mami, Olivia sudah berangkat dengan Pak min tiga jam yang lalu. Tetapi Olivia tak kunjung tiba di kantor." ucap Daniel dalam sambungan telepon selulernya, memerintahkan kepada Alex dan Arif agar ikut membantu dirinya mencari keberadaan Olivia.
Daniel keluar dari kantor. Berniat mencari istrinya. istri yang sangat ia cintai. Ketika Daniel melintas dari lobi kantor, ia melihat di layar televisi ada mobil yang mengalami kecelakaan. Membuat Daniel merasa khawatir.
Daniel langsung menuju tempat itu. Karena khawatir yang mengalami kecelakaan itu Olivia. Tetapi ketika Daniel sudah tiba di sana, bukan Olivia yang mengalami kecelakaan. Membuat Daniel bernafas lega.
"Kemana kamu Sayang? jangan membuat Mas khawatir." gumam Daniel dalam hati sambil berusaha menghubungi nomor ponsel milik Olivia. Tetapi tak kunjung diangkat. Membuat Daniel semakin gelisah.
Daniel kembali menghubungi Alex dan Arif mengenai perkembangan pencarian mereka terhadap Olivia. Tetapi hingga saat ini, belum membuahkan hasil. Membuat Daniel semakin merasa khawatir dengan keselamatan istrinya.
Sementara di tempat lain Alex yang mencari tahu tentang Olivia saat ini berada dimana, mencoba mencari posisi terakhir Olivia saat ponselnya masih aktif, melalui jaringan GPS yang tersambung ke ponsel milik Olivia.
Terlihat Alex mengembangkan senyumnya "Ketemu!" teriak Alex yang dapat didengar oleh Arif.
"Kamu serius sudah menemukan posisi Nyonya Olivia saat ini di mana?" tanya Arif penasaran.
lalu Alex memberikan layar laptopnya agar Arif melihat posisi Olivia saat ini di mana melalui jaringan GPS yang tersambung ke ponsel milik Olivia. "Kalau begitu kita langsung menuju tempat itu sekarang" ucap Arif agar mereka langsung menuju lokasi di mana posisi ponsel Olivia terlihat aktif. Dengan demikian mereka pasti lebih mudah untuk menemukan posisi Olivia saat ini.
Setelah melakukan perjalanan kurang lebih 30 menit, Mereka pun tiba di posisi ponsel terakhir kali Olivia aktif. Alex terhenyak melihat mobil milik Nyonya Eliana terparkir sembarangan di sana. Dengan pintu terbuka, itu membuat Alex dan Arif merasa curiga terjadi sesuatu kepada Olivia.
Mereka Langsung menghampiri mobil milik Nyonya Eliana. Dan ketika mereka sudah berada di sana, Alex dan Arif terhenyak melihat kondisi Pak Min sang sopir pribadi Nyonya Eliana terlihat mengenaskan.
Arif langsung menghubungi nomor ponsel Daniel dan memberitahu apa yang mereka temukan saat ini. Ketika Daniel mendengar kabar itu, Daniel menangis histeris dan langsung menuju lokasi tempat di mana Pak min ditemukan.
Setelah tiba di sana, Daniel terus mencari keberadaan Olivia. Tetapi tak kunjung ia temukan. Dimana kamu sayang? beritahu mas jangan membuat mas kwatir sayang." tangis Daniel sembari terus mencari-cari keberadaan Olivia di lokasi itu. Tetapi tak kunjung menemukan Olivia.
Sementara Arif berniat untuk melarikan Pak min ke rumah sakit terdekat yang ada di sana. "Tuan Tenang saja, kita akan mencari Nyonya sampai ke ujung dunia pun. saya yakin kita akan menemukannya nyonya Olivia dengan selamat. Aku tidak akan mengampuni siapapun yang berniat jahat kepada Nyonya." ucap Alex.
Alex pun meminta kepada Daniel untuk segera melaporkan kejadian itu ke kantor polisi. Tetapi Daniel menggelengkan kepalanya ia ingin mencari istrinya sendiri Tanpa bantuan dari pihak Kepolisian. Tiba-tiba suara Deringan ponsel milik Daniel terdengar jelas di telinganya. Ia pun melihat di layar ponselnya kalau yang menghubungi nomor ponselnya yaitu Nyonya Eliana.
Daniel langsung menekan tombol hijau yang ada di layar ponselnya. lalu Langsung menangis histeris. Membuat Nyonya Eliana pun merasa khawatir. Padahal Nyonya Eliana belum mengetahui kejadian yang sebenarnya menimpa Olivia.
"Ada apa Nak? Mengapa kamu menangis? tanya Nyonya Julia kepada Daniel? Daniel memberitahu tentang penemuan mereka kalau saat ini Olivia diculik kawanan penjahat. dan saat ini Pak min sedang berada di rumah sakit karena mengalami luka yang cukup parah.
Hal itu membuat Nyonya Eliana terkejut mendengar penjelasan Daniel. Nyonya Eliana menangis sesenggukan ia tidak ingin terjadi sesuatu kepada Olivia. " lakukan sesuatu Jika kamu tidak mampu menemukan menantuku, maka aku yang akan turun tangan ." ucap Nyonya Julia kepada Daniel.
Berharap Daniel dapat menemukan Olivia secepat mungkin. Setelah selesai berbicara dengan Nyonya Eliana, Daniel memutuskan sambungan telepon selulernya. lalu Daniel dan Alex berusaha mencari keberadaan Olivia.
****
Di tempat lain tepatnya di gedung tua yang posisinya sama sekali Olivia tidak mengetahui di mana Dirinya berada. Olivia sudah merasa sangat lapar karena Jam sudah menunjukkan pukul 22.00 malam. itu berarti Olivia sudah melewatkan makan siang dan makan malamnya.
Terlihat Olivia sangat lemah. Apalagi pria bertubuh kekar itu sama sekali tidak memberikan apa-apa kepada Olivia. Bahkan mulutnya ditutup rapat dengan menggunakan lakban. Takut kalau Olivia melakukan tindakan yang dapat membuat mereka mengalami kerugian karna tidak mendapatkan bayaran dari sang bos, jika Olivia dapat bebas dari mereka sebum big bos mereka bertemu dengan Olivia.
Salah satu lelaki itu datang menghampiri Olivia. "Kamu sudah sadar ternyata? tanya pria itu dengan Ketus. Tiba-tiba gas di perut Olivia ingin keluar karena isi dalam perut Olivia saat ini hanya angin dan cairan
"Puuuut ...
"Puuuut ....
Suara kentut Olivia terdengar jelas di telinga para lelaki yang menculik Olivia yang berjaga di sana. Tentunya Olivia tidak mengetahui apa motif mereka menculik Olivia.
"Cantik-cantik Kamu bou sekali." teriak salah satu pria yang berjaga di sana. Olivia sama sekali tidak menjawab. Justru ia mengeluarkan gas beracunnya lagi. Membuat pria itu pun menampar Olivia hingga cap lima jari terlihat jelas di wajah Olivia yang cantik dan rupawan.
BERSAMBUNG......
hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏🙏
JANGAN LUPA TEKAN FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏🙏🙏🙏
JANGAN LUPA FOLLOW OUTHOR MORATA KARNA AKAN ADA GIVEAWAY DI SANA AKHIR BULAN