PERAWAN 500 JUTA

PERAWAN 500 JUTA
BAB 61. TERUSIR


Karena Ia menginginkan perusahaan yang dipimpin oleh Tuan Gladuks bangkrut dan beralih ke tangannya. Ia ingin mengetahui seberapa besar cinta Nyonya Julia kepada ayah kandungnya sendiri, jika Tuan Gladuks tidak memiliki harta kekayaan seperti yang dimilikinya sebelumnya.


Tuan Gladuks pergi dengan kekesalannya. Ia begitu marah kepada putranya yang ingin menghancurkan bisnis yang selama ini dikelola oleh Tuan Gladuks. "Kamu lihat saja, kamu pasti akan menyesal telah bertindak gegabah seperti ini." terima Tuan Gladuks, sambil berlalu meninggalkan samera Group.


Daniel hanya tersenyum sinis mendengar ocehan Tuan Gladuks. "Kita lihat saja, aku yang menyesal atau kamu Tuan Gladuks!" Kamu sudah memisahkan aku dengan Ibu kandungku selama bertahun-tahun. Kamu menciptakan kebohongan demi kebohongan agar kamu tetap benar dihadapan Ku." pekiknya sambil berlalu keruang kerjanya.


Sementara Vika hanya sebagai pendengar perdebatan antara Ayah dan anak itu. Tanpa ada niatan sama sekali ingin ikut campur urusan pribadi sang bos. "Vika! panggil Daniel


"Ya Tuan!"


"Pastikan keadaan ekonomi ibu mertua saya mencukupi semua. Jangan sampai mereka kekurangan satu apapun!" pekik Daniel. Dibalas anggukan dari Vika.


Vika berlalu keruang kerjanya. Ia tidak ingin menjadi pelampiasan amarah pak bos yang masih di landa emosi dengan kedatangan Tuan Gladuks.


****


"Ahhhhh .....dasar anak tidak tau diuntung!" teriak Tuan Gladuks sambil menghempaskan seluruh barang barang yang ada didekatnya.


"Kamu ini kenapa? datang datang main hancurkan barang segala." gerutu Nyonya Julia, ketika nyonya Julia melihat barang barang yang sudah berserakan diatas lantai.


"Perusahaan aku bankrut dan aku sudah tidak memiliki apa apa lagi." ucap Tuan Gladuks kepada Nyonya Julia, membuat Nyonya Julia terkejut mendengar kebangkrutan Tuan Gladuks.


"Apa?"


"Bangkrut?


"Kenapa Bisa?"


"Jangan banyak bertanya. Semua ini gara gara anak tidak tau diuntung itu. Kamu juga, selalu membuatku kesal."bentak Tuan Gladuks Membuat nyonya Julia tampak kesal. Karna Tuan Gladuks juga ikut menyalahkan Nyonya Julia kebangkrutan perusahaan yang Tuan Gladuks pimpinan.


"Kok Kamu malah nyalahin saya?


"Ya karna kamu, aku tega memisahkan Anakku Daniel dari Ibu kandungnya.


"Jaga ucapanmu Julia!" Dia bukan wanita murahan. Yang wanita murahan itu adalah kamu. Jika kamu tidak hadir menjadi orang ketiga di rumah tangga kami, maka perceraian tidak akan terjadi diantara hubungan rumah tangga kami yang harmonis.


Nyonya Julia tertawa ngakak, mendengar apa yang dikatakan Tuan Gladuks. "Jika kamu setia kepada istrimu seberapa besarpun aku menggodamu kamu, kamu pasti tidak akan tergoda. Itu artinya kamu tidak benar-benar mencintai istri kamu dengan tulus. Karena mudah tergoda olehku.


" Kamu itu lucu!" Apakah saya pernah memintamu menikahiku? yang saya butuhkan dari kamu bukan status sebagai istri dari Gladuks. Tapi saya hanya butuh materi dari kamu. Karena saya mengetahui harta kekayaan kamu cukup banyak. Membuat aku bersedia menikahimu dan selalu bertahan hidup sama kamu.


Karena aku tidak rela meninggalkan kemewahan yang kamu berikan." ucap Nyonya Julia berterus terang kepada Tuan Gladuks membuat Tuan Gladuks semakin emosi. Tuan Gladuks hilang kendali Ia pun memberikan tamparan hebat ke wajah cantik Nyonya Julia. Membuat Julia tidak terima akan perbuatan suaminya.


Ia pun membalas tamparan yang diberikan Gladuks kepadanya. Dan terjadilah pertengkaran yang cukup hebat di kamar yang selama ini mereka tempati. Mendengar suara ribut dari dalam kamar Nyonya Julia, dan Tuan Gladuks. Amara berniat untuk menghampiri kabar orang tuanya.


"Ada apa ini? tanya Amara yang melihat Nyonya Julia Sudah menangis sesenggukan. Sementara Tuan Gladuks menatap Amara dengan tatapan tajam. Alvaro yang jarang sekali berkomunikasi di rumah, Ia pun akhirnya angkat bicara.


Karena Alvaro tidak terima kalau Tuan Gladuks menyakiti ibu kandungnya. "Jangan pernah anda menyakiti ibuku. Dia itu seorang wanita. Sungguh lelaki pecundang yang mampu menyakiti hati wanita seperti Anda." pekik Alvaro yang mampu membuat Tuan Gladuks semakin emosi.


"Diam kamu!" kamu masih menikmati fasilitas yang aku berikan saja banyak ngomong kamu. Sekarang juga saya menarik segala apa yang sudah aku berikan kepada kamu dan juga kepada adik kamu yang matre ini.


"Pergi dari sini!" kalian angkat kaki dari rumah saya." Tuan Gladuks mengusir Nyonya Julia dan juga kedua anaknya. Tuan Gladuks menyita segala apa yang diberikannya kepada Nyonya Julia dan juga kedua anaknya.


Ia tidak terima karena nyonya Julia mengatakan kalau dirinya hanya mengejar harta kekayaan Tuan Gladuks saja, tanpa ada rasa cinta sedikitpun kepada Tuan Gladuks. Nyonya Julia menatap Tuan Gladuks dengan tatapan tajam. Ia seolah tidak terima akan perbuatan Tuan Gladuks terhadapnya.


Tuan Gladuks mengusir Nyonya Julia secara tidak hormat di rumah yang mereka tempati beberapa puluh tahun belakangan ini. Setelah nyonya Eliana meninggalkan rumah utama tuan Gladuks.


"Jangan pernah menatapku seperti itu. Aku tidak suka melihat wanita yang hanya mengejar materi saja. Cepat tinggalkan rumah ini sebelum kesabaranku habis." Teriak Tuan Gladuks meminta Nyonya Julia, Amara dan Alvaro segera meninggalkan rumah miliknya.


Bersambung....


hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏🙏🙏🙏


JANGAN LUPA TEKAN, FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE, DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏🙏🙏🙏