PERAWAN 500 JUTA

PERAWAN 500 JUTA
BAB 169.RENCANA PERNIKAHAN


Suster yang bertugas untuk memeriksa kondisi kesehatan Arif saat ini berpamitan kepada mereka, setelah memastikan kondisi Arif sudah semakin membaik. "Apa kamu merasa bahagia sekarang Sayang?" tanya nyonya Anjani kepada putranya. Arif mengembangkan senyumnya menatap Nyonya Anjani dengan tatapan penuh tanya.


Ia belum mengetahui kalau nyonya Anjani akan memberikan restu kepada hubungan mereka berdua. Mengingat Nyonya Anjani begitu menentang hubungan keduanya. nyonya Anjani sudah mengatakan sebelumnya. Kalau dirinya tidak akan merestui hubungan keduanya. Tetapi untuk saat ini sepertinya Nyonya Anjani memberikan lampu hijau kepada Arif dan Anisa.


Yang ditanya bukan dijawab, Kalau Mami bertanya harus dijawab." ucap Nyonya Anjani berharap mendapat jawaban dari putranya.


"Tentu Arif sangat bahagia dengan kehadiran Anisa wanita yang sangat Arif cintai. Mungkin Mami juga akan merasakan hal yang sama seperti yang Arif rasakan saat ini. jika Mami di samping Papi kala itu, pasti manis sangat bahagia karena lelaki pujaan hati Mami berada di samping Mami." ucap Arif membalikkan keadaan kepada Nyonya Anjani.


Nyonya Anjani menggelengkan kepalanya menatap putranya dengan tatapan penuh arti. saat ini nyonya Anjani melontarkan pertanyaan kepada Anisa. "Anisa apa kamu benar-benar mencintai Putra saya tanya Nyonya Anjani penuh.


Anisa tidak langsung menjawab ia memilih untuk terdiam dan melihat ke arah Arif. Arif memberi kode kepadanya agar menjawab Nyonya Anjani dengan jujur tanpa ada yang ditutup-tutupi.


"Kenapa kamu diam Anisa? Apa kamu tidak mencintai Putra saya? nyonya aja nih balik bertanya kepada Anisa yang masih menundukkan kepalanya, tidak mampu menatap Nyonya Anjani yang begitu membuat dirinya merasa tidak pantas menjadi pendamping hidup Arif.


"Anisa akhirnya membuka suara ketika Nyonya Anjani meminta menjawabnya dengan jujur.


"Sejujurnya Anisa sangat mencintai Mas Arif lebih dari diri Anisa sendiri. Tetapi.... Anisa tidak melanjutkan kata-katanya membuat Nyonya Anjani mengharukan Begitu juga dengan arif.


"Tetapi apa Anisa? katakan apa yang sebenarnya di dalam hatimu jangan kamu tutup-tutupi dan berpura-pura mencintai Putra saya tetapi ternyata tidak mencintai. Jika kamu memang benar-benar mencintai Putra saya Katakan Yang sejujurnya.Tetapi kalau kamu sama sekali tidak mencintai Putra saya kamu juga harus berkata jujur ujar Nyonya Anjani kepada Anisa. membuat Anisa menatap Arif dengan Tatapan yang sulit diartikan.


Anisa hanya terdiam berharap Arif yang menjawab pertanyaan Nyonya Anjani. tetapi seperti yang Nyonya Anjani katakan sebelumnya kalau dirinya ingin langsung mendapatkan jawaban dari mulut Anisa.


Anisa mencintai Mas Arif dan Anisa juga ingin menghaluskan waktu Anisa dengan Mas Arif juga." sahut Anisa sambil menundukkan kepalanya tidak sanggup menatap Nyonya Anjani.


kalau begitu Tunggu apa lagi? kalian sudah sama-sama saling mencintai lebih baik pernikahannya dipercepat daripada timbul dosa. lebih baik pernikahannya dipercepat dan mami tidak terima penolakan. pernikahan kalian akan dilangsungkan satu minggu ke depan. Papi dan Mami sudah mempersiapkan semuanya." ucap Nyonya Anjani yang mampu membuat Arif terkejut. Seolah tidak percaya apa yang diucapkan oleh Nyonya Anjani kepada mereka.


Yang bener saja dong mom, Bagaimana mungkin persiapan pernikahan dilakukan dalam jangka waktu satu minggu. ucap Arif kepada Nyonya Anjani. "Sebelumnya kamu yang menggebu-gebu ingin menikah dengan Anisa, tetapi Mengapa kamu sekarang mengatakan kepada kami.


" Bagaimana mungkin persiapan pernikahan kalian satu minggu? semuanya sudah mudah tinggal kita menghubungi bagian itu untuk mempersiapkan pernikahan kalian itu mudah semuanya Asalkan kita memiliki uang."ucap Nyonya Anjani sambil menatap putranya dengan tatapan penuh tanya.


Arif terdiam meminta persetujuan dari Anisa. sementara Annisa hanya menggerdikkan bahunya, ia tidak dapat mengambil keputusan sepihak tanpa meminta persetujuan dari kedua orang tuanya. Jadi Mami benar-benar merestui hubungan kita berdua. Tanya Arif kepada Nyonya Anjani penuh selidik.


" Bagaimana mungkin keegoisan Mami, Mami bawakan. Kalau karena keegoisan Mami, Putra mami menderita seperti ini untuk itu Mami merestui hubungan kalian berdua. Tetapi kalian harus berjanji kepada Mami Untuk tetap menjaga hubungan rumah tangga kalian kelak.


Tiba-tiba dokter Iskandar masuk ke ruang rawat inap yang selama ini ditempati oleh Arif selama berada di rumah sakit. Bagaimana kondisimu nak? apa sudah semakin membaik tanya dokter Iskandar sambil memeriksa kondisi kesehatan putranya Arif.


Mengembangkan senyumnya. Benar yang dikatakan Mami, kalau pesta pernikahan Arif dengan Anisa dipercepat minggu depan? tanya Arif penuh selidik. Dokter Iskandar menganggukkan kepalanya pertanda apa yang diucapkan Nyonya Anjani benar adanya.


Membuat keduanya pun terpelongok seolah tidak percaya, Papi serius kalau pernikahan kita berdua dua satu minggu kedepan? ucapnya tidak percaya. Memangnya kamu lihat papi seperti berbohong tanya dokter Iskandar sambil menatap Anisa dan juga Arif.


Ada kebahagiaan tersendiri di hati Arif, ketika dirinya mendengar keputusan kedua orang tuanya kalau pernikahan mereka, akan dilangsungkan satu minggu yang akan datang. Ia pun langsung meraih tubuh Anisa ke pelukannya dan memberikan kecupan hangat di wajah cantik Anisa.


Kamu ini tidak ada sopan-sopannya di depan orang tua. Kamu sudah tidak sabar ya tinggal satu minggu lagi tahan dulu seleramu. ujar dokter Iskandar sambil mengembangkan senyumnya menatap tingkah putranya yang sudah tidak sabaran ingin sekali bersama Anisa.


"Ala..... Mas sok-sokan aja. kamu saja dulu lebih bucin dari Putraku. apa Mas lupa kalau mas merengek-rengek karena Mami ancam meninggalkan Mas?" ucap nyonya Anjni kepada dokter Iskandar membuat dokter Iskandar mengerutkan keningnya.


" Kamu ini sayang membuka kartu Papi saja. gerutu dokter Iskandar yang mampu membuat mereka Langsung tertawa ngakak mendengar Apa yang diucapkan oleh dokter Iskandar. Terlihat Nyonya Anjani menikmati hari itu, dengan bahagia.


" kamu harus cepat sembuh, supaya kamu dapat melakukan foto prewedding dengan calon menantu mami. Ingat Mami tidak ingin kamu melakukan foto prewedding di rumah sakit ini, tidak bagus backgroundnya." gerutu Nyonya Anjani dibalas tawa dokter Iskandar yang mampu membuat Anisa tidak tahan menahan tawanya.


Sementara di tempat lain, tepatnya di Kota Hiroshima terlihat Vika dan Alex sedang menikmati liburan bulan madu mereka Vika benar-benar merasa bahagia menikah dengan Alex yang mampu memboyong dirinya. Ke negeri impiannya yang selama ini ia impikan menginjakkan kaki di sana. Menikmati indahnya salju dan juga bunga sakura.


Ketika Alex dan Vika menikmati liburan bulan madu mereka, suara deringan ponsel milik Alex terdengar jelas di telinga keduanya hingga keduanya benar-benar terhenyak.


Alex melihat di layar ponselnya kalau yang menghubungi dirinya nomor ponsel milik Arif.


" Segeralah kembali ke tanah air, apa kamu tidak ingin menghadiri pesta pernikahanku karena kamu sedang berbahagia menikmati liburan bulan madu kamu." tanya Arif kepada Alex membuat Alex merasa bingung dengan pernyataannya.


"Maksud kamu apa aku tidak paham. lebih baik kamu berterus terang saja daripada berteka-teki seperti ini."ucap Alex di dalam sambungan telepon selulernya.


"Pernikahanku dengan Anisa akan dilangsungkan satu minggu ke depan. aku tidak mau tahu kamu harus segera kembali ke tanah air untuk menghadiri pesta pernikahanku." teriak Arif di dalam sambungan telepon selulernya kepada Alex.


Alex yang mendengar berita tentang rencana pernikahan Arif dengan Annisa pun, terhenyak ia pun seolah tidak percaya.


" Kamu serius minggu depan mau menikah dengan Anisa?" tanya Arif penuh selidik. "Kalau kamu tidak percaya lebih baik kamu segera kembali ujar Arif .