
Pagi hari yang indah matahari sudah memperlihatkan wajahnya di permukaan bumi. Hingga sinar mentari masuk melalui celah-celah gorden memasuki kamar kost yang ditempati gadis cantik dan rupawan itu. "Huyammm......
Vika bergeliat berusaha untuk mengumpulkan kesadaran dan tenaganya kembali.
Ia terhenyak ketika melihat suasana di luar kamar kosnya, sudah terlihat terang. Itu artinya ia harus segera bangkit dan dari pembaringannya. Lalu membersihkan diri karena pagi itu ia harus berangkat ke kantor menuju perusahaan yang selama ini menjadi tempat Vika mengais rezeki.
Vika langsung berlalu ke kamar mandi, berniat untuk membersihkan diri. Tentunya setelah Vika membereskan tempat tidur yang ia tempati. Seperti tidak memiliki beban pikiran apa-apa tampak Vika begitu bersemangat pagi itu. Ingin segera menikmati hari-harinya bekerja di perusahaan milik Daniel.
Setelah selesai membersihkan diri Olivia menggunakan pakaian kerjanya. Ia memastikan penampilannya sudah terlihat rapi dan anggun dengan menggunakan tas sandang yang biasa ia gunakan ke kantor. dipadukan dengan sepatu high heels membuat kecantikan Vika semakin mempesona. Hingga setiap kaum Adam yang melihatnya akan terpesona
Vika berniat meninggalkan kamar kosannya ternyata di depan gerbang kosnya, Alex sudah menunggunya di sana. Vika terhenyak melihat mobil Alex sudah berada disana. Padahal sebelum Vika keluar kamarnya, ia sudah memesan ojek online yang ingin menghantarkan dirinya ke kantor tempat ia bekerja saat ini.
Ketika ojek online itu tiba, Alex langsung keluar dari mobil miliknya agar Vika tidak jadi menaiki ojek online itu. " Pak ini bayarannya, Tolong pergi saja dari sini. Biarkan saya yang menghantarkan calon istri saya Ke kantor kebetulan kantor kami juga sama." ujar Alexander sambil memberikan dua lembar uang seratus ribu, membuat driver ojek online itu merasa bersyukur karena Ia mendapat rezeki non-blok.
"Alhamdulillah rezeki nomplok. mudah-mudahan ini menjadi berkah. Dan hubungan kalian langgeng sampai ke jenjang pernikahan dan menjadi keluarga yang sakinah mawaddah warohmah ." ucap driver ojek online itu kepada Alex yang dapat didengar oleh Vika.
Membuat Alex mengembangkan senyumnya doakan saja rencana pernikahan kami tetap lancar ya Pak." ucap Alex yang dibalas senyuman dari driver ojek online itu sementara Vika hanya menatap Alex dengan tatapan tajam. Seolah dirinya ingin protes
Tetapi mulutnya seolah terkunci membuat dirinya tidak mampu mengeluarkan kata-kata. Kini driver taksi online Itu sudah berlalu meninggalkan Vika dan Alex di sana. Alex juga meminta kepada Vika agar segera naik ke dalam mobil miliknya. Berharap mereka berdua segera berangkat ke kantor.
"Mengapa kamu menyuruh ojek online itu pergi itu ojek pesanan ku." ucap Rika merasa komplain ketika Alex sudah menyuruh driver taksi online itu pergi begitu saja tanpa menghantarkan Vika terlebih dahulu.
Alex tidak menjawab. Ia memilih membuka pintu mobil miliknya lalu menggendong tubuh mungil Vika masuk ke dalam mobil miliknya. Kemudian ia langsung melajukan mobilnya tanpa mendengar umpatan dan gerutu dari Vika sendiri.
Di sepanjang perjalanan menuju kantor yang dipimpin oleh Daniel, Vika terus mengumpat dan menggerutu Alex. Tetapi Alex seolah tidak peduli. Ia memilih tetap fokus menyetir pandangan tetap lurus ke depan, tanpa peduli akan ocehan Vika saat itu. Yang ia inginkan saat ini Vika tetap bersama dirinya dan bersedia menikah dalam jangka waktu dekat.
Setelah melakukan perjalanan kurang lebih 15 menit dari kamar kos yang ditempati oleh Vika, kini Vika dan Alex tiba di kantor milik keluarga Gladuks. Tanpa menunggu Alex membuka pintu mobilnya, Vika terhenyak melihat kehadiran Soraya di depan kantor tempat mereka saat ini bekerja.
Melihat kehadiran Soraya di kantor tempat mereka bekerja, Vika langsung meninggalkan Alex begitu saja tanpa peduli akan kehadiran Soraya di sana."Apa kabar Alex Aku harap kamu baik-baik saja saat ini. Sepertinya pemotretannya harus segera dilakukan. karena saya masih memiliki job lain selain dari perusahaan ini.
Soraya terlihat menyombongkan diri karena dirinya mendapat tawaran pekerjaan dari salah satu perusahaan yang menjadi pesaing bisnis milik Daniel lalu. Tampak Alex menatap Soraya dengan tatapan sinis.
" Bagaimana mungkin perusahaan ini memutuskan kontrak kerja dengan sepihak?" Soraya terlihat emosi ketika Alex memberitahu kalau perusahaan yang dimiliki Daniel tidak menggunakan jasanya.
"Maaf Soraya, ini bukan keputusan saya sepihak. Tetapi ini keputusan pihak manajemen." sahut Alex sambil meninggalkan Soraya begitu saja di lobby membuat Soraya tanpa kesal dan emosi.
Ia pun berteriak kembali memanggil Alex "Alex....., tunggu!" kamu tidak bisa memperlakukanku seperti ini. Apa kamu lupa kita sudah lama menjalin hubungan kerjasama ini. Tetapi Mengapa kamu memutuskan kontrak kerja ini dengan sepihak? Soraya merasa komplain karena tidak terima pihak manajemen perusahaan milik Daniel memutuskan kontrak kerja dengan Soraya.
"Maaf, saya tidak bisa berbuat apa-apa selain melakukan perintah dari pihak manajemen." ucap Alex sambil terus berjalan menuju ruang kerjanya. Sementara di ruang kerja Vika terlihat Vika sangat serius mengerjakan tugas dan tanggung jawabnya sebagai karyawan di kantor yang dimiliki Daniel suami dari sahabatnya sendiri.
Walaupun hubungan antara Vika dengan Olivia sangat dekat, tetapi Vika tidak pernah bermain-main dalam mengerjakan pekerjaannya dia selalu serius dan tekun. sehingga Daniel tetap mempertahankan Vika bekerja di perusahaan miliknya.
Tiba-tiba Alex datang menghampiri Vika, Yang sedang serius mengerjakan tugas-tugasnya. "Sayang mengapa kamu tiba-tiba meninggalkanku begitu saja di lobby?" tanya Alex penuh selidik.
" Maaf untuk urusan pribadi lebih baik kita kesampingkan dulu, ini jam kerja. Nanti dibahas kalau masalah pribadi setelah jam kerja usai." ujar Vika kepada Alex membuat Alex menggelengkan kepalanya. Seolah Vika tidak peduli akan perasaan Alex saat ini yang sedang gundah gulana karena melihat tingkah Vika yang seolah mengabaikan Alex di sana.
"Mas ingin berbicara kepada kamu.
"Dari tadi Mas sudah berbicara kepada Vika. Tolong di saat jam kerja, Jangan menggangguku. Karena konsentrasi Vika dalam mengerjakan pekerjaan ini, bisa jadi buyar begitu saja, mendengar ocehan kamu itu." gerutu Vika yang kesal melihat Alex tetap berada di sana.
"Jam istirahat kamu temui Mas di cafe dekat kantor Mas tidak terima penolakan." ucap Alexa berlangsung meninggalkan Vika tanpa menunggu jawaban kita. Vika menggelengkan kepalanya melihat kepergian Alex dari ruang kerjanya. "Entahlah sepertinya perasaan ini masih belum bisa percaya apa yang kamu ucapkan mas. Vika belum mengetahui kalau Mas benar-benar mencintai kita atau tidak."gumam vika dalam hati sembari terus mengotak-atik laptopnya yang ada di meja kerjanya.
Bersambung......
hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏🙏🙏
JANGAN LUPA TEKAN, FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏💓💓
JANGAN LUPA FOLLOW OUTHOR MORATA KARNA AKAN ADA GIVEAWAY DI SANA AKHIR BULAN