
Satu Minggu sudah berlalu. Olivia Belum menunjukkan perkembangan kesehatannya. Membuat Daniel semakin putus asa. Ia pun meminta kepada Ibu Florida membawa putranya ke rumah sakit, untuk bertemu dengan Olivia. Berharap dengan kedatangan Baby Arya Vito dapat memicu Olivia untuk sadar dari komanya.
Ibu Florida yang mendapat perintah dari Daniel, datang membawa baby Arya Vito bersama Nyonya Eliana. Sementara Ibu Nurhaida tetap setia menemani Daniel untuk untuk berjaga di rumah sakit. Sementara Anisa harus segera kembali ke rumah untuk tetap melakukan aktivitas sehari-hari.
Ketika ibu Florida sudah tiba di rumah sakit. Daniel meraih tubuh Putranya. Putra yang sangat Ia sayang. Daniel memberikan kecupan hangat di wajah tampan putranya.Ia begitu merindukan putranya.
Setelah mendapat izin dari pihak rumah sakit, Daniel masuk ke ruang ICU dengan membawa baby Arya Vito. "lihat sayang, Putra kita datang menghampirimu. Dia sangat merindukanmu Sayang. Ayo bangun demi Putra kita yang tampan ini." mohon Daniel kepada Olivia.
Daniel terus berbicara kepada Olivia. Daniel sengaja memberikan tubuh putranya di samping Olivia. Membuat baby Arya Vito merasa tidak nyaman karena lokasinya sangat sempit. Baby Arya Vito Langsung menangis histeris.
Entah apa yang membuat baby Arya Vito tiba-tiba menangis, membuat Daniel merasa sedikit kwatir. Daniel kembali meraih putranya yang ia baringkan di atas tempat tidur yang ditempati Olivia.
Daniel berusaha menenangkan baby Arya Vito Tetapi baby Arya Vito tak kunjung diam. Olivia dapat mendengar suara tangis putranya. Tetapi ketika ia berusaha untuk membuka matanya. Ia kesulitan untuk melakukannya. "Ya Allah berikan aku kekuatan, mengapa aku bisa seperti ini." doa Olivia dalam hati.
Ia terus berusaha untuk membuka matanya. Tangannya sudah ia gerakkan, membuat Daniel terhenyak, melihat gerakan tangan Olivia. Itu pertanda Olivia akan sadar dari komanya. Tetapi tangis baby Arya Vito tak kunjung diam, membuat Daniel sedikit kewalahan menenangkan baby Arya Vito.
Tampak Olivia terus berusaha untuk membuka netranya. Dan akhirnya Olivia pun berhasil. Ia perlahan menelisik seisi ruangan. dan yang pertama sekali Olivia melihat sosok lelaki berbeda generasi yang sangat ia sayangi. "Sayang kamu sudah bangun?" teriak Daniel karena ia kegirangan.
Olivia mengedipkan matanya, memberi kode kepada Daniel kalau Olivia sudah bangun. Olivia berusaha meraih tubuh putranya. Tetapi ia belum sanggup melakukannya. Daniel pun mendekati putranya, kepada Olivia berharap Olivia dapat mengelus wajah tampan putranya.
Setelah melakukan perjuangan yang begitu sulit, akhirnya Olivia dapat mengelus wajah tampan Putranya. Membuat baby Arya Vito dapat tenang seketika. Daniel mengecup wajah cantik istrinya. Walaupun saat ini masih terlihat pucat.
Daniel langsung menekan tombol yang ada di ruangan itu, agar dokter dan suster segera datang menghampiri Olivia. Untuk memeriksa kondisi kesehatan Olivia saat ini. Tampak Nyonya Eliana sangat khawatir ketika mendengar suara bel dari ruang ICU. Mereka khawatir kondisi kesehatan Olivia semakin memburuk sehingga bel itu berbunyi.
Di tempat lain tempat Nyonya Julia dan Pak Henderson sedang bercumbu mesra di sebuah kamar hotel milik Hendarson sendiri. Aku yakin saat ini Daniel pasti menangis meratapi nasip istrinya yang sedang sekarat di rumah sakit. Dan Aku juga yakin wanita bodoh yang mau menikah dengan Daniel itu, sudah enyah dari muka bumi ini." ucap Nyonya Julia kepada Hendarson.
Nyonya Julia sama sekali tidak mengetahui rencana Hendarson bersedia membantu dirinya untuk menghancurkan keluarga Gladuks. Padahal pada dasarnya Pak Hendarson juga memiliki dendam tersendiri yang begitu dalam kepada keluarga Gladuks dan ia ingin membuat keluarga Gladuks jatuh bangkrut sama seperti yang pernah ia alami sebelumnya.
"Bagaimana Apa kamu merasa puas dengan pelayanan ku Hendarson? Nyonya Julia mengalungkan tangannya kepada Pak Hendarson. Tampak pak hendarson mengembangkan senyumnya. "Jujur aku tidak menyangka di usiamu yang tidak muda lagi mampu mengimbangi permainanku. Bahkan aku kalah darimu." sahut Pak Hendarson mengakui kalau Nyonya Julia memang wanita yang sangat luar biasa kalau masalah di ranjang.
"Dari awal sudah saya katakan. Jangan pernah kamu memandang remeh aku." sahut Julia sambil langsung terkekeh menatap Hendarson dengan Tatapan yang sulit diartikan. Tiba-tiba suara ketukan pintu terdengar jelas di telinga keduanya. Tampak Pak Hendarson bangkit dari tempat duduknya berniat melihat Siapa yang datang mengetuk pintu kamar pribadinya.
Ketika pak Hendarso berniat membuka pintu kamar hotel yang ia tempati, seseorang datang menghampiri mereka. "Maaf Tuan Hendarson Anda bisa ikut saya?" tanya seseorang yang berparas cantik, seksi dan menawan itu. Membuat Nyonya Julia merasa cemburu kalau saat ini pak Hendarson bersama wanita yang jauh lebih muda dan lebih cantik darinya.
" Kamu Siapa? ganggu orang saja." ucap Nyonya Julia yang tak terima diganggu oleh seorang wanita berparas cantik dan seksi itu. "Biarkan saja Julia. Dia wanita yang cantik dan seksi. Sepertinya aku menyukainya. tentunya kamu tidak bisa keberatan. Karena dia wanita tipe ku." ucap pak Hendarson sambil menatap wanita yang berparas cantik, seksi dan jauh lebih muda dari Nyonya Julia. dari ujung kaki hingga ujung rambut.
BERSAMBUNG......
hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏🙏
JANGAN LUPA TEKAN FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏🙏🙏🙏
JANGAN LUPA FOLLOW OUTHOR MORATA KARNA AKAN ADA GIVEAWAY DI SANA AKHIR BULAN