PERAWAN 500 JUTA

PERAWAN 500 JUTA
BAB 170. ARIF GELISAH


Setelah mendapatkan sambungan telepon seluler dari Arif, terlihat Alex meminta kepada Vika agar segera mempersiapkan dirinya untuk segera kembali ke tanah air. "Sayang Arif menghubungiku, ia mengatakan kalau dirinya akan menikah satu minggu yang akan datang.Kita tidak apa-apa kan pulang lebih cepat dari sebelumnya yang kita rencanakan?


Sebenarnya masih ada dua hari lagi waktu kita berada di sini. Tetapi Arif baru saja menghubungiku, agar aku segera kembali ke tanah air berniat untuk membantu Daniel menjalankan perusahaan. Karena Arif saat ini sedang berada di rumah sakit dan rencana pernikahan mereka akan berlangsung satu minggu kedepan.


"Memangnya Arif menikah dengan siapa Mas? tanya Vika yang belum mengetahui kalau Arif ingin menikah dengan kakak kandung sahabatnya sendiri. Membuat Vika terkejut ketika mendengar Arif akan menikah dengan Anisa.


Kamu serius Mas? Anisa akan menikah dengan Arif? apa Vika tidak salah dengar? ucap Vika seolah tidak percaya akan apa yang diucapkan oleh Arif kepadanya.


karena ia sangat mengetahui siapa sosok Nyonya Anjani. nyonya Anjani merupakan wanita sosialita. Sungguh tidak mungkin bagi Nyonya Anjani merestui hubungan antara Arif dengan Anisa.


"Bagaimana mungkin kamu mengatakan seperti itu sayang? buktinya saat ini Arif ingin menikah dengan Anisa, dan memberitahu kalau dirinya akan menikah satu minggu yang akan datang. dia juga meminta kepadaku agar aku segera kembali ke tanah air.


Alex menegaskan kepada vika kalau apa yang ia ucapkan benar adanya.


" Ya sudah, kalau memang itu kita harus segera kembali ke tanah air. Aku tidak ingin membuat Daniel kerepotan. Kasihan dia sendiri mengurus perusahaan. Memang begitu banyak karyawan-karyawati,tetapi tanggung jawab kalian harus kalian jalankan juga." ucap Vika kepada suaminya sambil bergegas masuk ke dalam kamar hotel membereskan barang bawaannya.


*****


Keesokan harinya Vika dan Alex sudah tiba di tanah air. Terlihat mereka benar-benar terkejut bahwa apa yang dikatakan Arif yang sebenarnya mengenai rencana pernikahannya benar adanya. Alex membawa Vika ke rumah yang selama ini sudah lama ditinggal oleh Alex. Karena ia mengikuti oleh Nyonya Eliana. Rumah yang dibeli khusus oleh Nyonya Eliana kepada Alex sekarang ditempati oleh Vika dan juga Alex.


"Sayang Ini rumah siapa? Mengapa kita kembali ke sini?" tanya Vika yang belum mengetahui kalau rumah berlantai dua itu terlihat luas dan mewah merupakan rumah suaminya.


Ini rumah kita sayang, mulai saat ini kita tinggal di sini." ucap Alex kepada Vika seolah dirinya tidak percaya begitu saja.


"Kamu serius ini rumah kita sayang?" tanya Vika penuh selidik. Mas tidak mungkin berbohong mengatakan rumah ini rumah kita jika memang bukan milik kita sayang." ucap Arif sembari menuntun Vika masuk ke dalam rumah yang terlihat sangat unik itu.


Modelnya yang terlihat mewah, di halaman hijau terdapat rerumputan Jepang membuat keindahan rumah itu semakin mempesona. Vika benar-benar bahagia bisa hidup bersama lelaki yang sangat ia cintai. Terkadang cinta tidak mengenal usia, bahkan tidak mengenal harta kekayaan.


Sama seperti yang dirasakan oleh Vika dan Alex. Alex sendiri sudah mengetahui siapa sosok Vika yang hanya bekerja sebagai karyawati di perusahaan milik Daniel. Tetapi ia tidak mempersalahkan hal itu.


Yang ia inginkan cinta tulus dari Vika begitu Vika juga tidak mempermasalahkan usia Alex yang terpaut jauh darinya. Tetapi yang namanya cinta tidak pernah yang mengenal namanya umur.


Keesokan harinya kondisi kesehatan Arif sudah semakin membaik. kini dokter sudah mengizinkan Arif untuk kembali ke rumah setelah beberapa hari menjalani perawatan di rumah sakit.


"Bagaimana kondisi Putra saya dokter? apa dia sudah baik-baik saja?" tanya Nyonya Anjani kepada dokter yang bertugas memeriksa kondisi kesehatan Arif. sementara dokter Iskandar hanya terdiam melihat rekannya yang bekerja menangani putranya sendiri. Terlihat dokter Iskandar mengembangkan senyumnya ketika mendengar kalau Arif sudah bisa kembali ke rumah.


"Mas saat ini mas sudah bisa pulang dan telah pulih kembali. Anisa pamit pulang kebetulan Ibu sudah menghubungiku agar segera pulang ke rumah. Mas tahu bukan mulai semalam Anisa belum pulang sama sekali ke rumah."ucap Anisa kepada Arif berharap Arif mengizinkan dirinya untuk kembali ke rumah kedua orang tuanya.


"Jangan pulang sayang kita bareng saja." ujar Arif kepada Anisa. "Tidak apa-apa Mas, Anisa sudah memesan ojek online. Lagian kita tidak searah. Tidak apa-apa Anisa pulang sendiri." ucap Anisa sambil memberi salam kepada Nyonya Anjani dan dokter Iskandar.


Kenapa harus pulang sendiri nak? kita kan bisa pulang bareng." ucap dokter Iskandar dan nyonya Anjani bersamaan. Anisa mengembangkan senyumnya, menatap daftar Iskandar dan nyonya Anjani.


"Maaf om tante, sepertinya Anisa lebih baik naik ojek online saja. kebetulan Anisa mau mampir di toko tempat biasa Ibu belanja untuk barang dagangan. Soalnya Ibu tadi menghubungiku untuk membelinya terlebih dahulu baru pulang ke rumah." sahut Anisa sambil mengembangkan senyumnya.


Dokter Iskandar menatap putranya seolah putranya tidak rela berpisah dengan Anisa. Anisa berlalu dari ruang rawat inap Arif, dengan melangkah terburu-buru Anisa menaiki ojek online pesanannya.


"Dengan Anisa? tanya driver taksi online itu kepada Anisa.


"Iya saya yang menghubungi Mas barusan." ucapnya sambil mengembangkan senyumnya.


Driver ojek online itu pun memberikan helm untuk Anisa, lalu Anisa duduk di belakang driver ojek online itu. "Bagaimana Neng Anisa, apa sudah siap." ucap driver ojek online itu bertanya kepada Anisa agar dirinya segera melajukan motornya ke arah jalan raya menuju tempat tujuan Anisa.


sementara dokter Iskandar dari lantai 3 rumah sakit memperhatikan Anisa pergi dengan menggunakan ojek online dari kaca nako. "Ada apa, Mengapa Anisa ingin segera pulang dan menggunakan ojek online? tanya dokter Iskandar kepada Arif.


Ia mengira terjadi sesuatu antara Arif dengan Anisa. sehingga Anisa ngotot pulang dengan menggunakan ojek online. "Tidak ada apa-apa. tadinya semua baik-baik saja kok. Tiba-tiba saja ada yang menghubungi Anisa. tetapi Arif tidak mengetahui siapa yang menghubungi dirinya.


Sehingga ia langsung meminta pulang dan terlihat buru-buru." sahut Arif yang dirinya juga merasa heran mengapa Anisa buru-buru pulang ke rumah. Kini Arif dan kedua orang tuanya sudah siap untuk segera kembali ke rumah yang selama ini mereka tempati yang lokasinya tidak terlalu jauh dari rumah sakit tempat Arif dirawat.


Arif semakin penasaran Mengapa Anisa tiba-tiba saja meminta untuk segera pulang ke rumah. Terlihat Arif dan kedua orang tuanya sudah berada di mobil yang sama. Dan kini saatnya dokter Iskandar melajukan mobilnya ke arah jalan raya menuju rumah utama yang selama ini.


Disepanjang perjalanan Arif, masih terpikir kepada Anisa yang tidak bersedia pulang bersama mereka. Arif mengirimkan pesan Whatsapp kepada Anisa. Tetapi Anisa sama sekali tidak menjawab. Bahkan pesan yang ia kirimkan masih centeng satu abu abu itu berarti pesan itu tidak terkirim kepada Anisa.


Membuat Arif semakin gelisah." kemana Anisa? Kenapa pesan WhatsApp ku tidak terkirim kepadanya." gumam Arif yang tampak gelisah karena pesan whatsapp-nya tak kunjung terkirim kepada Anisa.


Bersambung.....


hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏


JANGAN LUPA TEKAN, FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE, DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏💓