
Sepeninggalan pelayan itu Vika dan Alex langsung menikmati menu sarapan pagi. pagi itu mengingat cacing-cacing di perut vika dan Alex sudah pada berdemo meminta jatah. dengan telaten Vika menyiapkan sarapan pagi itu untuk suaminya.
Drama pagi itu telah usai, setelah menyantap menu makanan sarapan pagi kini keduanya, berniat akan segera kembali ke rumah. karena rencana Alex saat ini, keesokan harinya mereka akan melakukan perjalanan bulan madu seperti yang sudah direncanakan oleh Alex sebelumnya.
Ketika mereka sedang duduk di sofa, menikmati siaran televisi yang tayang di salah satu televisi swasta luar, tiba-tiba suara Deringan ponsel milik Alex terdengar jelas di telinganya.
kring......
kring.....
kring ...
suara Deringan ponsel milik Alex terdengar jelas di telinganya. Ia melihat nomor ponsel yang menghubungi dirinya nomor ponsel Daniel.
Hallo selamat pagi Bos, sapa Alex di dalam sambungan telepon selulernya.
" Bagaimana malam pertamanya apa kamu sudah dapat membobolnya?pertanyaan itu yang langsung dilontarkan Daniel kepada Alex .Membuat Alex langsung membulatkan bola matanya mendengar pertanyaan Daniel . ia menggelengkan kepalanya mendengar apa
yang diucapkan Daniel kepadanya.
" Bos pertanyaan macam apa itu?
"Jawab saja,Apa kau sudah berhasil membobolnya? teriak Daniel dari ujung telepon membuat Alex menggelengkan kepala mendengar pertanyaan dari Big boss nya itu. "Pasti berhasil dong bos namanya juga Alex. bukan Alex namanya kalau tidak mampu membobolnya dalam satu malam." sahut Alex dalam sambungan telepon selulernya.
Membuat Daniel langsung tertawa ngakak di ujung telepon. "Tiket pesawat penginapan dan segala yang diperlukan sudah dipersiapkan, tidak perlu kembali ke rumah. sudah ada yang menjemput kalian ke hotel dan nikmati perjalanan bulan madu kalian." ucap Daniel kepada Alex membuat Alex terhenyak mendengar apa yang dikatakan oleh Daniel kepadanya.
"Bos Serius nih, bos tidak main-main kan?
"Apa Saya pernah main-main berbicara kepadamu Alex?dari dulu saya tidak pernah bermain-main dalam hal seperti ini. Sekarang Lebih baik kau nikmati bulan madu Mu, Karena setelah ini kau harus bertempur lagi di kantor. menggantikan Aku, disana untuk sementara waktu.
Karena aku ingin memboyong seluruh keluargaku untuk melakukan liburan di Pulau Dewata Bali. Setelah kembalinya Ayah mertuaku kepada keluarga istriku. Kami ingin hubungan kekeluargaan kami semakin dekat ucap Daniel kepada Alex.
Karena ia ingin membuat Pak Roberto, Anisa Olivia, dan ibu Nurhaida kembali membaik setelah Apa yang terjadi keluarga mereka. setelah selesai memberikan informasi tentang perjalanan bulan madu Alex dengan Vika. Daniel pun mengakhiri percakapannya di dalam sambungan telepon selulernya.
"Siapa Mas?
"Daniel sayang."
"Ada apa? apa ada sesuatu hal yang penting yang harus kamu kerjakan hari ini?
"Tidak, Daniel hanya mengatakan kalau kita tidak perlu ke rumah. karena ia sudah mempersiapkan segala apa yang kita perlukan selama melakukan perjalanan bulan madu. Anak buahnya sudah ada di bawah menjemput kita." ucap dan Alex kepada Vika dibalas anggukan dari Vika. Saat itu juga Mereka pun bersiap untuk segera berangkat bulan madu. Karena Daniel sudah mempersiapkan segalanya.
"Apa kamu sudah siap sayang? tanya Alex ketika melihat Vika sudah bersiap ingin segera berangkat.
"Tentu Mas, semuanya sudah beres bagaimana dengan penampilan Vika saat ini. apakah penampilan Vika kali ini membuat Mas akan malu? Tanya Vika penasaran akan penampilannya, menurut penilaian suaminya.
Kamu sudah sangat cantik. Berpakaian apa saja pun pasti tetap cantik. Apalagi kamu menggunakan pakaian seperti ini,Kamu semakin cantik . Justru mas khawatir Nanti Jika kaum Adam melihatmu, mereka pasti akan terpesona dan akan menggodamu di sana." ucap Alex yang mampu membuat sikap memonyongkan bibirnya karena Vika menganggap pujian dari suaminya terlalu lebay.
"Assalamualaikum gadis cantik dan rupawan sapa Arif yang tiba-tiba keluar dari mobil miliknya, masuk ke warung sembako yang selama ini dikelola oleh Anisa. Membuat Anisa terhenyak melihat Arif yang tiba-tiba masuk ke warung sembako itu.
"Masya Allah, Mas Buat kaget Anisa saja." gerutu Anisa karena Anisa benar-benar kaget dengan kehadiran Arif di sana. Maaf sudah membuatmu kaget. "Bagaimana jualannya hari ini, apa berjalan dengan lancar? tanya Arif penuh selidik.
" Alhamdulillah sedikit demi sedikit akan menjadi bukit. tidak bisa seperti orang lain setidaknya dapat makan itu patut disyukuri." sahut Anisa sambil mengembangkan senyumnya.
"Oh ya Mas, Silakan duduk Maaf di warung hanya ada tempat duduk seperti ini. Anisa penasaran. "Mengapa Mas tiba-tiba datang ke sini? Ada apa ? apa Ada sesuatu yang penting? tanya Anisa kepada Arif.
"Tidak, hanya saja mas kangen saja melihat kamu." sahut Arif dengan santai.
"Kangen?
Baru juga semalam ketemu, tidak perlu bercanda atau mencari alibi. katakan Ada apa tiba-tiba mas datang ke sini. Jangan membuat Anisa semakin penasaran." ucap Anisa meminta alasan Apa yang membuat Arif tiba-tiba datang ke sana.
" Entahlah, hatiku berkata ingin datang ke sini melihat kamu. berharap kamu baik-baik saja." salut Arif dengan santai membuat Anisa mengerutkan keningnya. Ia bingung maksud dari perkataan Alex.
"Ya sudah Mas tunggu sebentar. Anisa akan buatkan kopi kepada mas." ucap Anisa sambil bangkit dari tempat duduknya.
Tidak menunggu lama, Anisa kembali dengan membawakan secangkir kopi untuk disuguhkan kepada Arif. "Ini kopinya Mas, Silakan diminum." ucapnya sambil meletakkan kopi itu di atas meja kasir.
"Apa aku mengganggumu?
"Tidak juga, lagian para ibu-ibu tetangga sudah selesai berbelanja. Kalau mereka ada disini, pasti kita menjadi bahan gosip lagi." ucap Anisa Sambil tertawa cengengesan membuat Arif ikut tertawa.
Karena Arif sering mendengar ibu-ibu tetangga yang ada disana, sering menggosip entah apa saja yang mereka gosipkan.
"Oh iya Anisa, Nanti malam kamu ada waktu tidak?
"Memangnya kenapa mas?
"Mas ingin mengajakmu makan di luar. Apakah kamu ada waktu?
Anisa terlihat memikirkan sejenak, lalu ia pun menganggukkan kepalanya.
"Tapi jangan lama-lama ya Mas, takut jadi bahan gosip lagi disini." sahut Anisa sambil terkekeh.Tiba-tiba ibu Nurhaida dan pak Roberto keluar dari rumah, berniat untuk menggantikan Anisa menjaga warung.
Ibu Nurhaida melihat kehadiran Arif disana, "loh Arif toh, Kenapa duduk di sini? Kenapa tidak masuk saja ke rumah? ucap Ibu Nurhaida meminta kepada Anisa agar mempersilahkan Arif masuk ke rumah.
"Anisa tidak bagus menerima tamu di warung seperti ini,lebih baik kamu ajak nak Arif masuk ke rumah. Biar Ibu dan Ayah kamu yang menjaga warung." ujar ibu Nurhaida meminta kepada Anisa mempersilahkan Arif masuk ke dalam rumah sederhana milik keluarga ibu Nurhaida.
Bersambung.....
hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏
JANGAN LUPA TEKAN, FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE, DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏💓