
"siapa?"tanya Alan penasaran.
mata Alena langsung beralih kearah alan duduk.
"Syam."kata Alena santai.
"apa?"tanya Alan lagi.
"enggak ada apa apa."kata Alena .
mendengar kata Alena yang tidak mau memberi taunya Alan pun kembali menatap layar laptop nya karena Alan yakin kalau pun Alena tidak memberi tau nya maka keadaan lah yang akan memberi tau.
Alan dan Alena kembali fokus pada layar laptopnya masing masing.
.
.
.
Alan dan alena sudah meninggalkan perusahaan, sekarang mereka sedang dalam perjalanan pulang dengan pak Han yang mengemudi.
kepala Alan sudah berada di pundak Alena seperti biasanya dengan tangan melingkar di pinggang Alena dan mata terpejam.
"hubby."kata Alena ingin menanyakan sesuatu.
"hemm."jawab Alan dengan deheman.
"Cia malam ini tidur dimana?"tanya Alena .
"dia tidur di tempat anela katanya mereka mau mengerjakan tugas sekolah mereka bersama."kata alan masih dengan posisi pertama.
memang Cia dan anela sudah satu sekolah,anelalah yang pindah ke sekolah Cia karena selalu ingin bersama sahabatnya itu.
"oooo."
Alena menghembuskan nafas lega .
"emang ada apa?"tanya Alan merasakan hembusan nafas Alena.
"sepertinya akan ada kejutan untuk kita."kata Alena datar.
"kejutan apa?"tanya Alan penasaran karena pasti ini ada hubungannya dengan Syam yang menelpon Alena siang tadi.
"kita tunggu saja."jawab Alena lalu memiringkan kepalanya dan sekarang kepalanya ada di atas kepala Alan mereka sama sama memejamkan mata.
.
.
.
mobil mewah itu sudah memasuki sebuah rumah mewah yang bertingkat dua dengan model modern.
ceklek
Alan dan Alena memasuki rumah bersama sama dan saling bergandengan tangan.
"apa kau tidak mau memberi salam pada mertuamu ini menantu?"kata seorang laki laki paruh baya di sofa ruang tengah.
laki laki yang sudah berumur separuh abad itu berdiri dan berjalan kearah Alan dan Alena berdiri dengan seorang wanita yang bergelayut di lengan kirinya.
'ini kejutannya.'kata Alan dalam hati.rahang Alan mengeras melihat lelaki yang pernah ia anggap dan ia hormati dan pernah ia panggil dengan sebutan ayah .
sedangkan Alena masih santai melihat lelaki itu .
"oh selamat malam ayah mertua,apa kabar?"kata Alena lembut dan menyalami lelaki itu lalu orang yang disampingnya.
lelaki paruh Baya mengangkat salah satu sudut bibirnya saat melihat apa yang dilakukan oleh alena.
rahang Alan makin mengeras melihat Alena menghormati lelaki sialan itu.
Baron Wijaya nama lelaki yang ada di hadapan Alan dan Alena sekarang ,dia merupakan ayah biologis dari Alan bagaimana pun bencinya Alan dalam darahnya masih ada darah Baron.
sedangkan yang disampingnya adalah istrinya yang bernama aurora.mereka sudah menikah sejak kepergian ibu Alan.umur Aurora sekarang mungkin baru menginjak 30 tahun.
"oh menantu jangan seperti itu kau membuatku merasa tidak enak,lagi pula aku sudah menganggap kamu dan Alan sama saja sama sama anak ku juga."kata Baron lembut mengelus puncak kepala alena .
Alena tersenyum manis ke arah lelaki itu.
"oh tidak apa apa ayah mertua bagaimana pun aku harus menghormati mu karena kau adalah ayah mertua ku."kata Alena tersenyu manis.
tiba tiba
hahahhahahhahha
"***apa aku sudah terlihat sebagai ayah mertua yang baik ."
.
.
.
.
bersambung
jangan lupa like and vote
salam hangat dari author 😘😘***