
"taraaaa"Aleta membuka lipatan kertas itu dan memamerkannya kepada Alan dan juga Frans dari raut wajahnya dapat dilihat dia seperti mendapat sebuah berlian yang sangat besar saking senangnya.
Alan dan Frans hanya melongo melihat coretan yang ada di kertas itu dan nama Alena dibawahnya.
'tanda tangan'pikir mereka bersamaan.
Frans tak habis pikir melihat istrinya melompat lompat bahagia karena mendapatkan sebuah tanda tangan kakaknya.
Frans kembali mengerutkan keningnya melihat Aleta memeluk Alena bahagia .
"makasih kakak ."kata Aleta memeluk Alena begitu erat.
'emang untuk apa tanda tangan itu?'tanya Frans dalam hati.
"iya iya ,lepaskan pelukanmu ini Aleta kau ingin membuat kakak mu ini kehabisan nafas."kata Alena menepuk punggung Aleta agar melepaskan pelukannya yang begitu erat.
Aleta melepaskan pelukan itu tapi senyuman tadi masih melekat diwajah cantiknya.
Alena ikut tersenyum melihat senyuman adiknya itu.
"emang apa gunanya tanda tangan itu?"akhirnya Frans bertanya karena penasaran.
"kau tidak tau apa yang bisa aku lakukan dengan tanda tangan ini?"tanya Aleta pada Frans .
Frans hanya menggeleng kan kepalanya pertanda tidak tau.
"hahaha kau tidak tau adik ipar apa yang bisa dilakukan dengan coretan coretan itu? kau tau Aleta sampai memohon dua jam hanya untuk meminta itu dulu."galaksi datang dan langsung merangkul pundak Aleta.
"dan sekarang dia mendapatkan secara percuma cuma."kata galaksi mencubit hidung Aleta.
"astaga kau masih ingat saat ya kak."kata Aleta terkejut karena waktu itu umurnya tujuh belas tahun berarti sudah tiga tahun yang lalu.
"tentu saja aku masih ingat kau yang menangis meraung-raung di depan Alena hanya untuk mendapatkan ini."kata galaksi menunjuk kertas yang berada di tangan Aleta.
"hahahaha"Aleta tertawa mengingat bagaimana dia dulu bersimpuh di hadapan Alena dan berpura-pura menangis bahkan meraung-raung tapi aksinya malah diketahui oleh Alena dan dia mendapatkan hukuman menggunting rumput dengar pemotong kuku .
"kau tau adik ipar dengan menggunakan ini."galaksi menunjuk kertas itu.
"kau bisa melakukan apa saja ,kau bisa membeli satu pulau atau perusahaan yang mana saja yang penting kau harus menggunakannya sebaik mungkin karena kau tau sendiri bagaimana kakak iparmu yang kejam itu bukan."kata galaksi ,diakhir kalimat galaksi menunjuk Alena yang masih berdiri di samping badan kokoh suaminya.
"dan kau juga sudah merasakan kekejaman kakak iparmu bukan."lanjut galaksi.
"berhentilah mengatakan aku kejam kak."sahut Alena.
"iya iya adikku ini tidak kejam cuman agak terlampau tegas."kata galaksi terkekeh geli diakhir kalimatnya.
"pergunakanlah itu sebaik mungkin Aleta ,tanda tangan itu hanya bisa dipakai dua kali jadi kalian harus menggunakannya untuk kebaikan kalian berdua."kata Alena tegas.
"baik kak."jawab Aleta dan Frans serempak.
Aleta langsung menyimpan tanda tangan itu di saku jas suaminya karena ia tidak punya saku dan tidak membawa dompet.
acara resepsi itu selesai pukul sepuluh malam .
sekarang semua orang sudah berada di rumah Alan karena itu permintaan dari tuan rumah sendiri.
"gantilah pakaian kalian setelah itu kalian datanglah ke ruang tengah ada yang harus aku bicarakan."kata alena.
semua orang bubar menuju ke kamar masing-masing .
Frans dan Aleta pergi kekamar dimana Frans biasanya tidur di rumah itu sebab Frans sudah biasa tidur dirumah Alan .
sedangkan galaksi lebih memilih tidur di kamar tamu.
dan anela sudah tertidur bersama Cia dikamar cia mereka sudah tertidur sejak diperjalanan pulang tadi lalu galaksi dan Alan memindahkan mereka kekamar Cia
setelah membersihkan diri sekarang Alena ,Aleta ,Alan , galaksi,dan Frans sudah berada di sofa ruang tengah.
galaksi duduk di sofa singel ,sedangkan selebihnya duduk di sofa panjang.
"ada apa kak?"kata Aleta memecah keheningan.
"sebenarnya ada sesuatu yang harus aku katakan pada kalian ."kata Frans dan Aleta .
"apa itu kak?"
"kalian belum boleh berhubungan badan dulu."kata Alena sambil melirik kearah Frans dan Aleta.
"apaaa" teriak Frans frustasi.
bersambung.
jangan lupa like and vote
**sa***lam hangat dari author 😘😘*