MY NAME IS ALENA

MY NAME IS ALENA
episode 44


setelah Aurel dan ayahnya pergi tidak ada orang yang berbicara bahkan bergerak dari tempatnya berdiri sedari tadi saja tidak ada.semuanya masih mencerna dalam otak mereka tentang kejadian yang barusan terjadi.


"kalian mau bekerja atau berdiri di sini saja."teriakan Alan membuat para karyawan terlonjak kaget dari lamunan mereka.


langsung saja para karyawan kembali ketempat masing masing.


sekarang tinggallah Alan ,Frans dan Alena yang kembali menunduk kan kepalanya.


"ayo ke atas."kata Alan dan berjalan terlebih dahulu.


Alena berdiri dan mengikuti Alan begitu juga dengan Frans.


"siapa kau sebenarnya."tanya Alan to the poin saat mereka berada di dalam ruangan yang bertulisan CEO tersebut.


Alena mengangkat kepalanya dan menatap manik coklat Alan.


"Alena ."jawab alena simpel.


Frans ternganga mendengar jawaban alena.biasanya orang yang ditanyai seperti itu akan gugub tetapi Alena malah santai menjawab dengan namanya saja.


"maksud ku siapa kau sebenarnya?kenapa tuan Chandra sampai bertekuk lutut di hadapanmu?"tanya Alan lagi kepada Alena.


"aku Alena dan jika kau bertanya tentang kenapa Tuhan Chandra tadi sampai berlutut dihadapanku maka aku tidak bisa memberi jawabannya, suatu saat kau akan tahu sendiri siapa aku."jawab Alena tegas sambil menatap mata alan.


"baiklah kalau begitu aku sendiri akan mencari tahu kau siapa kau sekarang kalian boleh pergi."kata Alan sambil mengibaskan tangannya.


tanpa banyak bicara Alena dan Frans langsung pergi ke meja kerjanya masing-masing.


alat mengambil handphonenya dan menelepon seseorang.


"cari tahu semua tentang istriku."setelah mengatakan itu ada langsung mematikan teleponnya.


Alan meletakkan handphone-nya dan beralih membuka laptopnya nya untuk menyelesaikan pekerjaan yang tertunda gara-gara kejadian tadi.


.


.


.


"tuan sekarang waktu untuk pulang"kata Alena.


Alan menengadahkan kepalanya ternyata Frans dan Alina sudah berdiri di hadapannya langsung saja alan menutup laptopnya dan berdiri dari kursi kebesarannya yang sudah berjam-jam dia duduki dan berlalu pergi.


dalam perjalanan tidak ada yang buka sekarang semuanya hening hanya bunyi deru mobil saja yang terdengar.


Alan keluar dari mobil diikuti oleh Alena.


"pulanglah Frans ini sudah malam."perintah alan.


Frans hanya mengangguk dan kemudian berlalu memasuki mobil dan berlalu pergi.


Alan dan Alena memasuki rumah.


"kakakkk."teriak Cia dari dalam rumah dan langsung berlari dan berhamburan memeluk Alena.


"apa aku bukan kakakmu lagi?"tanya alam sinis karena biasanya dia akan menyambutnya terlebih dahulu tapi sejak ada Alena dia merasa Cia lebih menyayangi Alena dari Pada dirinya sendiri.


Cia melepaskan pelukan dari Alena dan beralih memeluk kakaknya yang cemburuan itu.


"siapa bilang kakak tidak kakakku ,kakak adalah kakak kesayanganku, selamanya."kata Cia.


mendengar itu Alan menjadi tersenyum dan membalas pelukan adiknya itu.


"ya sudah ayo masuk kedalam kakak mau membersihkan diri."Alan pun melepaskan pelukannya dan menggandeng tangan Cia masuk ke dalam rumah.


"baiklah kakak akan ke kamar dulu untuk membersihkan diri dan kau pergilah ke meja makan terlebih dahulu dan tunggu kakak di sana."kata all under berlalu menuju ke atas dan diikuti oleh Alena.


seperti biasa Alena akan memandikan Alan terlebih dahulu baru dia yang membersihkan diri.


setelah selesai membersihkan diri mereka pun turun.


.


.


.


.


bersambung.


###


Jangan lupa like and vote.


Salam hangat dari author 😘😘