
"kamu capek."kata Frans melihat aleta yang terus menghembuskan nafas kasar.
entah berapa orang yang diundang oleh Alena .
"selamat atas pernikahanmu Frans."kata Alan datang lalu memeluk Frans.
"terima kasih tuan."kata Frans membalas pelukan Alan.
"kau tidak usah memanggil tuan lagi sekarang kau sudah menjadi adik iparku."kata Alan melepas pelukannya.
"baiklah bang."kata Frans mengubah panggilan tuan menjadi Abang saja .
"selamat atas pernikahanmu Aleta dan ini hadiah dariku untukmu."kata Alan kepada Aleta sambil memberikan sebuah kotak kecil yang ada pita cantik diatasnya.
Aleta menerimanya dengan senyuman yang sangat manis.
"terima kasih kak atas hadiahnya."
dijawab dengan anggukan oleh Alan.
"apa aku boleh membukanya sekarang?"tanya Aleta menatap Alan.
kembali di jawab dengan anggukan oleh Alan.
tanpa membuang waktu lagi Aleta langsung membuka kotak kecil yang diberikan oleh Alan.
Frans hanya melihat saja saat istrinya membuka hadiah pemberian Alan.
"wahh mobil baru."kata Aleta tersenyum bahagia saat melihat kalau isi kotak itu adalah sebuah kunci mobil .
"makasih bang atas hadiahnya."ucap Frans .
"iya."jawab Alan sambil tersenyum .
Aleta meletakkan kunci mobil itu dan beralih menatap kakaknya yang berada di balik tubuh Alan.
"kakak jangan bersembunyi di balik kakak ipar ,jangan pikir aku tidak melihatmu."kata Aleta menarik lengan Alena dari belakang tubuh alan.
sekarang Alena berada di samping suaminya.
Aleta langsung menampung tangan meminta hadiah.
Alena melihat adiknya menampung tangan langsung memberikan tangannya lalu didekat kan ke bibir Aleta (menyalami).
"kakakkkk"kesal Aleta karena kakaknya pura pura tidak tau apa maksud apa yang dilakukannya.
tanpa menghiraukan adiknya Alena menatap kearah Frans.
"selamatnya Frans semoga pernikahan kalian sakinah mawadah warahmah."kata Alena kepada Frans.
"makasih kak."jawab Frans sopan.
"kakakkkk."teriak Aleta lagi tanpa menghiraukan orang orang yang menatapnya ,dia hanya kesal melihat kakaknya tidak menghiraukan nya sedari tadi.
"wajah imutmu tidak mempengaruhi ku Aleta."kata Alena sok acuh padahal ingin sekali dia tertawa terbahak bahak melihat adiknya sekarang.
"dan untuk apa aku memberikan hadiah ,tidak kah kau lihat hadiahku sekarang ada dihadapan mu Aleta."lanjut Alena sambil menunjuk sekitar nya.
"tapi itu bukan hadiah itu merupakan janjimu padaku."kata Aleta kembali tanpa menurunkan tangannya menampung pada Alena.
Aleta tau kalau sudah kakaknya memberi hadiah pasti sesuatu yang tidak terduga.
"ayolah kakak apa kau tidak memberikan hadiah padaku saat hari pernikahan ku."kata Aleta pura pura menunduk seperti orang menangis padahal ia sedang menahan senyumnya melihat kakaknya merogoh saku gamisnya .
Alan dan Frans hanya memperhatikan drama yang dimainkan adik kakak ini.
Alena merogoh saku gamisnya mencari sesuatu yang akan dia berikan pada adiknya itu.
"ini."kata Alena memberikan selembar kertas biasa yang dilipat dua.
Alan dan Frans menganga melihat hadiah yang di berikan Alena baru kali ini mereka melihat orang memberikan hadiah selembar kertas pada acara pernikahan apalagi ini pernikahan adiknya sendiri.
beda dengan Frans dan Alan ,Aleta justru meloncat loncat menerima kertas yang diberikan oleh Alena itu.
semua orang menjadi penasaran apa berharganya kertas biasa itu sampai Aleta begitu bahagia saat menerimanya.
Alena hanya tersenyum melihat adiknya yang begitu senang saat melihat hadiahnya.
"emang kenapa dengan kertas itu kenapa kau sangat bahagia aleta?"Frans lah yang pertama bertanya kepada Aleta.
"***taraaaa."
.
.
.
.
bersambung
Jangan lupa like and vote
salam hangat dari author 😘😘***