
braakk
Alan memukul meja sangat keras sehingga menimbulkan bunyi yang begitu besar dan memekakkan telinga.
Alan beranjak dari tempat duduknya dan berjalan menuju ke meja kerjanya ,duduklah
dia disana sambil memijat kepalanya pusing.
Alena langsung berjalan menuju ke dekat Alan ia berdiri di samping Alan sambil menundukkan kepalanya.
"maafkan aku Alan."kata Alena lirih.
"sebenarnya aku bukanlah seorang gadis tapi aku adalah seorang janda yang telah ditinggalkan suaminya ,alan maafkan aku."lanjut nya masih dengan menunduk.
"kau tau alena…"Alan menjeda perkataannya ada rasa sakit saat mau melanjutkannya.
"kau tau Alena aku mencintaimu,dan apakah kau tau arti cinta itu?"kata Alan memandang Alena .
"aku mencintaimu menerima segala kekurangan mu dan menutupinya dengan kelebihan yang ada pada ku begitu pun sebaliknya."kata Alan lirih.
"tapi saat kau mengatakan hal itu tadi…"Alan kembali menjeda kalimatnya.
Alena semakin menundukkan kepalanya dengan air mata yang siap keluar kapan saja ,entah kenapa saat Alan marah rasa sakit di dada itu begitu terasa oleh dirinya padahal banyak orang yang lebih buruk saat marah kepadanya dari pada Alan.
"tapi saat kau mengatakan hal itu tadi kau mengatakan cinta yang aku berikan ini bukanlah cinta yang suci Alena,kau berbicara seolah-olah cinta ku ini hanya cinta yang dilandasi oleh nafsu saja."kata Alan lirih.
Alena terkejut ternyata dugaannya salah ,ternyata Alan tidak marah kalau ia bukanlah seorang gadis .
air mata itu jatuh dengan sendirinya , entah itu air mata kesedihan atau kebahagiaan mendengar ucapan suaminya .
"jika nama mu bukan disini lagi maka itu bukanlah itu hanya ego alan yang memenangkan dirinya."lanjut Alan.
Alan menarik Alena untuk duduk dipangkuan nya.alan menghapus air mata yang ada di pipi sang istri.
"aku juga kesal kenapa tidak aku yang dulu yang bertemu dengan dirimu bukan orang itu,tapi apalah itu takdir dari yang diatas ,aku menerimanya tapi asalkan kau jangan mengatakan hal itu ,saat kau mengatakan hal itu rasanya kau menganggap cinta yang aku berikan hanya nafsu saja alena ,ini bukan nafsu Alena disini hanya ada cinta."kata Alan sambil terus menghapus air mata Alena yang tidak hentinya keluar dari manik matanya.
"hiks hiks maaa aaaff hiks ."kata Alena terbata bata karena tangis yang tidak mau berhenti.alena lalu memeluk erat tubuh suaminya itu menyalurkan seluruh rasa yang ada dalam hatinya saat ini.
alan membalas pelukan Alena tak kalah erat sambil mengelus punggung Alena agar dia bisa tenang.
cukup lama Alena dan Alan berpelukan menyalurkan rasa yang tidak bisa diungkapkan dengan kata-kata saja.
Alan mengurai pelukan itu lalu menangkup pipi Alena sambil menghapus air mata yang masih tertinggal di pipi Alena .
"kau harus ingat cinta ku ini tulus jadi jangan pernah kau mengatakan hal itu lagi ,aku menerima segala kekurangan dan kelebihan yang ada padamu."kata Alan lalu mengecup kening sang istri cukup lama.
Alena menutup mata saat Alan mengecup keningnya ada perasaan tenang di dadanya saat Alan mencium keningnya.
.
.
.
.
bersambung.
***maaf semuanya karena tidak sesuai prediksi kalian , tapi terus ikuti ya cerita author sampai habis, jangan lupa like dan votenya untuk selalu mendukung author ,Lop yuuu 😘😘♥️♥️♥️🙊.
salam hangat dari author 😘😘***