
Sudah satu bulan berlalu sejak kejadian itu dan hubungan Alan dan Alena sudah lumayan dekat .
kalau di kantor alan menjadi pria yang arogan dan dingin sedangkan di rumah dia menjadi bayi besar yang imut dan manja apalagi kalau berduaan dengan Alena ia akan seperti ibu dan anak saja.
dan memang Alan hanya menganggap Alena sebagai ibunya bukan sebagai istrinya,aneh bukan?
ya begitulah yang ada di pikiran Alan ia menganggap Alena sebagai pengganti ibunya karena dulu ia paling suka dimanja manja oleh ibunya.
kalau kalau bersama Aurel ia akan menjadi sepasang kekasih yang romantis tetapi mereka hanya sebatas ciuman saja tidak pernah sampai ke ranjang padahal biasanya mereka sering melakukannya.
sejak menikah Dengan Alena Alan tidak pernah tidur dengan wanita lain.dia akan tidur dengan Alena karena alenalah obat tidurnya sekarang dan mereka hanya tidur tidak lebih.
bukan hanya di rumah saja bahkan di kantor pun kalau Alan lelah ia akan tidur di kamar nya yang ada di ruangannya dengan memeluk Alena.kalau sudah begitu Frans lah yang kesusahan karena harus menghandle pekerjaan Alan dan Alena.
itulah yang terjadi sekarang Alan sedang tertidur pulas sambil memeluk Alena.
ceklek
"dimana Alan Frans ?"tanya aurel kepada Frans karena saat memasuki ruangan Alan dia tidak menemukan orang yang dicarinya.
"itu nyonya... anu ...Hemm. tuan ada di..."kata Frans terbata bata karena tidak tau harus berkata apa.
ceklek
Aurel membuka kamar yang ada dalam ruang Alan .dan ia membulatkan matanya melihat orang yang dia cari sedang tertidur sambil memeluk seorang gadis.
dan kepala Alan tepat didepan dada gadis tersebut dengan tangan melingkar di pinggangnya.
"apa yang kau lakukan jalang!!beraninya kau tidur dengan kekasihku."teriak Aurel.
Aurel berjalan ke sebelah tempat Alena lalu ia menarik jilbab alena secara kasar sehingga Alena langsung terjaga dari tidurnya karena merasakan sakit dikepalanya karena Aurel.
dia langsung melepaskan pelukan Alan dan menghadap kearah orang yang menarik hijabnya.
Alena menatap datar kearah Aurel yang sedang memerah karena amarah yang meluap\-luap lalu....
aurel menampar pipi kanan Alena dengan kuat sehingga meninggalkan bekas merah dikulit putih alena.
dan Alena hanya diam sambil menunggu apa yang dilakukan oleh orang didepannya lagi.
karena tidak ada Alena disampingnya Alan pun membuka matanya dan yang pertama kali dilihatnya adalah kekasihnya menampar Alena.
melihat Alena yang biasa saja membuat amarah Aurel semakin tinggi dan sekali lagi ia menampar Alena di pipi sebelah kiri.
PLAK
"beraninya kau jalang tidur bersama kekasihku,"bentak aurel.
Alena hanya diam saja saat Aurel menampar dan memanggilnya jalang karena ia tidur dengan seseorang yang sah menjadi suaminya.
Alan yang melihat Aurel hanya diam saja.entah apa yang ada dipikiran Alan sekarang sampai dia membiarkan Alena dua kali ditampar oleh Aurel.
"untuk kali ini aku maafkan tetapi kalau kau berani tidur kembali bersama kekasih ku maka jangan harap lagi kau membuka mata untuk melihat dunia ini."ancam Aurel sambil menunjuk Alena.
"maaf."
Alan dan Frans melongo mendengar 'maaf'yang keluar dari mulut alena,bukankah seharusnya Alena menjawab atau menampar balik pipi Aurel bukannya meminta maaf kepada aurel.
dan Aurel jangan ditanya lagi pastilah dia sangat senang .dia tersenyum kemenangan melihat kearah alena.
.
.
.
.
bersambung.
###
Salam hangat dari author 😘😘