
mendengar kata-kata yang keluar dari mulut kakaknya tubuh Aleta menjadi menegang .
"ternyata kau tidak juga mematuhi peraturan yang aku buat aleta?"nada bicara Alena sedikit meninggi ,ya! orang yang ada di ruang tengah itu adalah galaksi dan alena.entah bagaimana Alena bisa pergi dari hadapan Alan saat itu yang jelas dia sudah berada di rumah nya.
"maafkan aku kakak ,aku mohon kali ini saja aku tidak akan mengulanginya lagi."kata Aleta mencoba memohon kepada Alena.
"selalu saja itu yang katakan saat melanggar aturan aturan yang aku buat."kata Alena sinis.
"tapi untuk kali ini bisa lah aku toleransi tetapi dengan syarat kita membuat sebuah perjanjian."
"baiklah ,tapi apa isi perjanjiannya?"tanya Aleta karena ia tau kalau kakaknya ini tidak akan membuat perjanjian kalau tidak mendapatkan keuntungan.
"kalau dalam peraturan yang berlaku kalau kau berpacaran aku hanya akan membuangnya saja sejauh mungkin agar kau tidak bertemu lagi dengannya."
"tapi sekarang kau harus berjanji kalau kau ketahuan berpacaran lagi maka aku memiliki hak untuk menghukum laki laki itu sesuai dengan keinginan ku sendiri ."kata Alena .
Aleta terdiam sebentar mencoba menimang nimang apa yang harus ia pilih.
"baiklah aku menerima perjanjian itu."akhirnya Aleta lebih memilih menerima perjanjian dari pada harus dipisahkan dari Frans.
Flashback end.
"jadi gitu."kata Aleta.
Frans hanya mengangguk ngangguk.
"tetapi kenapa aku yang dihukum?kenapa bukan kamu saja yang dihukum?"frans masih tidak habis pikir kenapa Alena menghukumnya seharusnya kan aleta juga dihukum.
"kakak tidak pernah menghukum aku dan anela.dia lebih baik menghukum dirinya sendiri dari pada menghukum kami,dia orangnya datar tetapi jangan salah dia sangat perhatian semua yang ia sayangi selalu berada di bawah pengawasan nya."kata Aleta lirih.aleta merasa bersalah karena telah mempermainkan kepercayaan yang diberikan Alena kepadanya.
"kau tau aku tidak menyangka sekali kak Alena menghukum diriku seperti itu ,biasanya kalau orang menghukum pasti dengan kekerasan terapi dia lebih memilih membuat diri ku lemah tanpa dia sentuh."
"itulah kakakku."kata Aleta bangga.
.
.
.
galaksi terkejut melihat Alena sudah berdiri di sampingnya.
"siapa?"
"jangan pura pura tidak tau,aku melihat semuanya."kata Alena lagi.
"ingat umurmu dia masih kecil untuk mu."kata Alena serius.
"lagi pun aku juga tidak akan merestui mu."lanjut Alena membuat wajah galaksi langsung menjadi pias.
"aku hanya menyukai gayanya saja tidak lebih."kata galaksi menghindari kata alena.
"kau tau adik iparku itu masih SMA jadi jangan mencoba coba mengejar nya,lagi pun Alan tidak akan menyetujuinya."kata Alena kembali mematahkan semangat kakaknya itu.
"tapi emang bisanya kalau aku menjadi kah dengan dia ,bukannya dia adik iparmu."tanya galaksi.
tukk
Alena memukul kepala galaksi mendengar kata kata kakaknya itu.
"sudah ku bilang aku tidak akan menyetujui hubungan mu kalau sama dia , sekarang malah bicara tentang nikah nikah."kesal Alena.
"oh ayo lah Alena , abangmu ini baru kali ini memiliki sebuah rasa kepada seorang gadis jadi restuinya."kata galaksi memeluk Alena dari samping dan menampilkan wajah seimut mungkin.
"tidak"kata Alena tegas .
"ayolah Alena aku mohon berilah semangat abangmu yang tampan ini."kata galaksi sambil terus memohon.
semua orang yang melihat itu hanya tersenyum melihat kedekatan Alena dan galaksi.
"lepaskan tangan mu dari istri ku itu."kata Alan baru datang sambil membawa dua buah gelas minuman.
.
.
.
.
bersambung
***jangan lupa like and vote
salam hangat dari author 😘😘***