
"ngapain kalian diruangan ku ."ada nada tidak suka dari pertanyaan alan.
"kami baru selesai makan tuan,maaf tadi kami makan disini tetapi kami sudah membersihkan semuanya tuan."jawab Alena seperti biasa menjawab dengan begitu tenang.
"kalian makan berdua diruangan ku."tanya Alan dengan sinis.
"ia tuan tadi nona Alena membawa bekal lebih jadi dia menawarkanku untuk makan bersama."Frans menjawab.
"sudahlah sayang lebih baik kita duduk sekarang."Aurel mengajak Alan duduk di sofa.
Alan hanya menurut saja apa yang dikatakan oleh Aurel sedangkan dalam hatinya sedang mengumpat Frans yang berani makan dengan istrinya.
"apa jadwalku setelah ini Frans?"
"Anda akan rapat dengan klien dari Jerman jam empat tuan dan berarti ada waktu tiga jam waktu santai anda."kata Frans sambil melihat arlojinya yang menunjukkan pukul satu siang.
"sayang gimana kalau kita pergi berbelanja saja mumpung waktumu lagi senggang."
sebenarnya Alan ingin menolak ajakan Aurel tetapi ia tidak punya alasan yang pas .
"baiklah,kalian juga ikut dengan kami."Alan menunjuk Frans dan Alena.
astaga apa maksud tuan dengan membawa kami juga.batin Frans.
"sayang kita aja yang ke mal mereka gak usah diajak."protes Aurel karena Alan mengajak Alena juga.
"mereka ikut atau kita tidak jadi pergi."
"ya udah mereka boleh ikut ."kata Aurel .
mereka pun beranjak dari duduknya dan berjalan keluar sebelum keluar Alena menghidupkan handphone nya kembali dan langsung saja banyak bunyi notifikasi.
Alan sudah tiba dalam lift bersama Aurel yang selalu bergelayut di tangannya.sedangkan Alena masih berjalan menuju lift sambil menelpon seseorang dia begitu sibuk sampai tidak mengetahui kalau ia sedang ditunggu di dalam lift.
setelah sampai di depan lift Alena baru mematikan handphonenya dan melihat kedepan ternyata Alan sudah menanti dengan tatapan tajam.
"cepatlah kau lambat sekali ."kata Aurel.
sedangkan Alan terus menatap tajam kearah Alena.
Alena langsung masuk kedalam lift dan langsung memencet tombol 1.
setelah sampai dibawah Alan langsung keluar dengan Aurel yang tidak henti-hentinya bergelayut di tangan Alan.
sedangkan Alena dan Frans berjalan dibelakang Alan.
sekarang mereka di dalam mobil dengan Frans yang mengemudi dan Alena duduk disamping Frans sedangkan rajanya dengan kekasihnya duduk dibelakang.
dalam perjalanan hanya keheningan tidak ada yang berani membuka suara karena aura dingin yang dikeluarkan oleh Alan.
drett drett
bunyi handphone Alena memecahkan keheningan.alena langsung mematikan handphone nya.
drettt drettt
handphone Alena kembali berbunyi dan Alena juga mematikannya.
dan handphone Alena terus berbunyi dan Alena juga terus mematikannya.
'apakah selingkuhannya yang menelpon kenapa ia terus mematikannya.'pikir Alan.
kembali lagi ponsel Alena berbunyi dan Alena akan mematikan tetapi tidak jadi karena suara Alan.
"jawab,dan loud speaker kan."perintah alan.
Alena langsung melaksanakan perintah Alan.
"HALO SAYANG."baru saja menjawab telepon itu langsung saja terdengar kata kata orang diseberang telepon itu yang sangat jelas didengar oleh telinga orang yang ada di dalam mobil tersebut.
'sial dia benar\-benar selingkuh dariku'kata Alan dalam hati sekarang wajah Alan sudah memerah karena menahan amarahnya yang akan meledak sebentar lagi.
'astaga nyonya benar be*nar tidak* bisa ditebak ,dia berani selingkuh dari tuan.' kata frans dalam hati.
sedangkan Alena masih dengan sikap tenangnya seakan akan tidak ada yang terjadi.
.
.
.
.
bersambung.
###
Salam hangat dari author 😘😘