MY NAME IS ALENA

MY NAME IS ALENA
episode 73


Alan mendekap erat sang istri yang masih menangis selama setengah jam.alan merutuki kebodohannya sendiri kenapa dia harus menanyakan hal ini juga ? yang menyebabkan sang istri tak henti hentinya menangis sedari tadi.


Alan dengan setia mengelus punggung Alena yang masih menangis.


Alena mengurai pelukan itu ia mendongak melihat kearah Alan, dengan sigap Alan menghapus air mata yang ada di pipi sang istri.


"jangan menangis lagi aku tidak akan menanyakan hal itu lagi ,jadi tolong hentikan air mata ini."kata Alan menghapus air mata Alena.


"soal pertanyaan mu tentang aku sudah punya anak dengan nya ?jawabannya adalah tidak,aku tidak memiliki anak dengan nya."kata Alena sudah bisa menguasai dirinya.


"maafkan aku menangis terlalu lama."kata Alena menghapus air mata di ujung matanya .


"tidak apa-apa yang penting sekarang kamu sudah lega.terkadang memang air mata itu harus keluar dulu baru hati menjadi tenang."kata Alan mengelus kepala Alena.


"baiklah aku mau cuci wajah dulu."Alena beranjak dari tempat tidur.


Alan hanya memandangi sang istri,tidak dipungkiri ia merasa cemburu dengan laki laki yang Alena cerita kan itu tetapi dia tidak egois dia yang berhasil membuat Alena menjadi lebih baik.


tapi kalau boleh meminta ia juga berharap kalau dialah yang lebih dahulu bertemu dengan Alena menemaninya di kala suka mau pun duka tapi apalah ini adalah takdir dari Sang Pencipta.


Alan cukup lama melamun sehingga tanpa sadar kalau orang yang ada dalam lamunannya sudah duduk disampingnya.


"Heidi Alan."kata Alena membuyarkan lamunan Alan.


Alan yang tersadar dari lamunannya langsung memandang kearah alena .


"ada apa?"tanya Alan pada Alena.


"tidak ada cuman…"Alena memilin milin ujung baju tidurnya .


"cuman apa?"


"apa kau mau meminta hak mu sekarang?jika ia aku sudah siap."kata Alena mantap.


Alan terkejut mendengar kata Alena itu.


"tidak,aku tidak bisa,kau sedang dalam keadaan baik baik saja sekarang,aku tidak ingin memintanya sekarang."kata Alan sungguh sungguh ,melihat Alena menangis saja hatinya apalagi meminta haknya sekarang ,Alan rasa lebih baik ia membuat Alena jatuh cinta lebih dulu padanya baru meminta hak nya.pikir alan.



"tidak papa ,aku baik baik saja,jika kau ingin aku akan memberikan itu malam ini,aku tidak ingin berbuat dosa dengan menolak permintaan suamiku ."kata Alena lembut.


"iya."kata Alena.


tiba tiba bibir Alena disambar oleh Alan pertama hanya sebuah kecupan tetapi sepertinya pelakunya ingin melakukan lebih dari itu.


Alena hanya mengalungkan tangannya ke leher Alan dan perlahan lahan ia balas ******* suaminya itu.


dan malam itu terjadilah penyatuan antara Alan dan alena.


.


.


.


.


pagi harinya Alena terbangun sekitar jam 10 pagi memang sekarang mereka tidak kekantor jadi mereka agak bangun kesiangan setelah pagi tadi kembali di hajar oleh Alan selepas shalat subuh.


Alena tidak menyangka ternyata Alan sangat buas dalam hal ranjang,bayangkan setelah tadi malam dia bercinta selama 4 jam dan di tambah tadi pagi rasanya tulang tulang Alena menjadi susah untuk digerakkan ditambah bagian bawahnya yang merasa perih karena ini merupakan yang kedua kalinya Alena bercinta.


Alena memandang wajah suaminya yang tertidur. dia mengelus mulai dari kening lalu turun ke mata lalu turun ke hidung sampai tiba di depan bibir tapi tiba tiba bibir itu terbuka dan menggigit jari Alena yang ada di depannya.


Alena terkejut karena Alan sudah bangun.


"***sudah nakal ya sekarang."


.


.


.


.


bersambung


jangan lupa like and vote


salam hangat dari author 😘😘***