Mertua Dan Menantu

Mertua Dan Menantu
Maaf


Michelle mulai khawatir karna Eja tidak menelepon nya balik. Tapi Michelle sangat malu, kesal, marah, sedih, kecewa. Ia tidak ingin batal menikah hanya karena hal sepele ini tetapi ia juga tak ingin menghubungi Eja dan memohon-mohon maaf padanya. Ia tak pernah sama sekali meminta maaf kepada mantan-mantan nya karena ia tau, ia hanya diperalat untuk menggunakan kekayaan keluarganya. Michelle memang terkenal polos sehingga apa-apa pasti memberikan dan membelikan sesuatu untuk mantan-mantan nya sehingga kali ini ia tak ingin begitu duluan, haruslah lelaki yang duluan memberikan atau membelikannya. Ia tak ingin dianggap polos lagi. Ia berusaha membuat Image tegar dan mandiri.


Sudah tiga hari sejak kejadian, Michelle masih nampak murung dan memikirkan Eja. ia merasa bersalah dan ingin sekali menghubungi nya, tetapi sebelum itu handphone nya berbunyi duluan. Kakak Sayang. Itulah nama yang tertera di layar kaca handphone nya. Ia ingin sekali mengangkat telepon itu tapi ia ingin harga dirinya tidak diinjak-injak lagi. Habis sudah yang tersisa dari nya. Ia pun menangis sesenggukan menyesali apa yang telah terjadi di antara mereka, tetapi nasi sudah menjadi bubur.


Lama Michelle nampak murung dan masih melihat- lihat foto mereka. Mungkin inilah keputusan yang terbaik menurutnya. Ia pun buka sosial media untuk menghibur dirinya sendiri. Tiba-tiba media sosial Eja berisi konten penyesalan dan salam perpisahan. Seketika Michelle kaget dan segera menghubungi Eja tetapi tidak di angkat. Ya Tuhan ini bukanlah akhir yang diinginkannya. Michelle tak pernah berpikir sampai sejauh itu. Kenapa Eja mesti bunuh diri dan meninggalkan surat2 yang dipamerkannya di media sosial. Michelle sempat ragu mungkin kah Eja hanya menguji nya? Tidak terasa tiba-tiba air mata nya jatuh, pikiran nya kalut, ia tak ingin jika benar-benar terjadi suatu hal yang tidak diinginkan nya. Michelle pun tergesa-gesa menelepon Eja. Diangkat. Alhamdulillah.


“Kak, maafin Michelle ya kak. Michelle tau Michelle salah, maafin Michelle ya kak. Kakak gapapa kan? Lagi ngapain? Jangan marah lagi ya kak, Michelle sayang kakak.”


“Hmmm, iya kakak udah maafin kamu dek. Kalo marah kakak gak lebih dari tiga hari. Kakak gapapa kok tenang aja.”


“Tapi kenapa kakak posting begitu di media sosial? Michelle jadi khawatir”


“Ya gak ada guna nya kakak hidup kalo Michelle pergi dari hidup kakak. sudah gak ada artinya lagi.”


“Enggak kak, Michelle gak pernah pergi dari hidup kakak. Michelle cuma ga mau Michelle berakhir seperti dengan mantan-mantan Michelle. Maafin Michelle ya kak”


“Yauda kalau gitu jangan pergi lagi dari kakak ya dek”


“Iya kak, maafin Michelle ya kak”


“Pa, Ma, lagi ngapain? Hmmmm Michelle mau tanya sesuatu nih” pak Ardi dan Bu Nita menoleh dan tersenyum.


“Tanya apa nak?”


“Papa sama mama merestui hubungan kami kan? Rencana Michelle dan Eja bulan depan tetep jadi kan pa ma? Atau papa dan mama ada keberatan nya?”


“Nak kita sudah pernah ketemu orang tuanya Eja, menurut kamu yakin papa nya sudah tidak ada? Ataukah mereka bercerai? Kenapa keluarga ayahnya tidak ada yang datang ke rumah kita?”


Michelle pun terbelalak tidak menyangka orang tua nya berpikir sampai sejauh itu.


“Sepertinya bener ma sudah meninggal, soalnya Michelle waktu itu sempet diajak ke makam ayah nya, cuma Michelle lagi berantem sm Eja. Akhirnya ga jadi pergi deh”


“Yah tapi tetap saja aneh bagi kami kalau keluarga ayahnya satu pun tidak ada yang datang” pak Ardi menimpali


Apa yang dikatakan ayahnya itu ada benarnya. Michelle jadi semakin bingung apakah benar keputusan nya untuk menikah dengan Eja adalah keputusan yang tepat.


“Hmmmmm Michelle bingung juga kenapa ya? Kalau keluarga nya baik-baik tentu tidak akan begitu ya pa ma. Tapi gimana pun Eja adalah yang terbaik untuk Michelle” . Ia tidak ingin berpikiran yang tidak-tidak terhadap calon suaminya dan keluarga calon suaminya. Karena bagaimanapun niatan mereka sudah baik dan bagi Michelle itu sudah cukup. Ia tidak ingin menghiraukan hal yang lainnya yang belum tau gimana sudut pandang orang yang dimaksud. Akan tetapi ia juga ingin menghormati apa yang dikatakan orang tuanya, akhirnya ia pun menjelaskan dengan pelan bahwa ia ingin mengarungi bahtera rumah tangga dengan calon suaminya itu terlepas dari apa yang terjadi dalam keluarga calon suaminya itu. Karena menurutnya datang menemui papa dan mama nya saja sudah merupakan tindakan cukup berani dan mampu dipertanggungjawabkan. Tidak semua pria yang dekat dengan nya mampu untuk datang menemui kedua orang tuanya. Ia pun tulus ingin mencintai calon suaminya dan tulus ingin mempercayai calon suaminya dengan segala kelebihan maupun kekurangannya. Karena ia sadar ia pun tak sempurna dan juga banyak memiliki kekurangan seperti keras kepala dan terkadang ingin menang sendiri. Akan tetapi ia mencoba untuk tidak membuat kekurangan nya itu menjadi suatu akar permasalahan dalam berumah tangga kelak, karena ia ingin untuk belajar lebih keras lagi untuk menjadi yang terbaik untuk keluarga nya kelak. Ia hanya minta doa dari kedua orang tuanya, mama papa nya, agar selalu menguatkan dan mendampingi ketika dibutuhkan, juga selalu mendoakan yang terbaik untuk dirinya dan calon suaminya dalam mengarungi bahtera rumah tangga nya nanti. Ia tau itu akan menjadi tantangan terbesar nya sendiri dan ia tidak akan mampu menjalaninya sendiri tanpa memiliki landasan yang kuat, yaitu kedua orang tuanya yang senantiasa mendoakannya dan nasihat mereka. Kedua orang tua nya pun tersenyum dan memeluk Michelle setelah mendengar penjelasan Michelle sendiri. Mereka sadar anak perempuan mereka satu-satunya ini adalah salah satu harta mereka yang berharga layaknya berlian yang harus selalu diasah agar tampak berkilau dan dapat memancarkan kecantikan hati nya yang luar biasa. Mereka cukup terharu dan bersyukur karena mereka merasa sudah cukup baik membesarkan anak perempuan mereka satu-satunya itu. Tidak terasa kini mereka harus melepas anak perempuan mereka satu-satunya ini ke dalam pelukan orang lain. Akan tetapi hanya doa yang dapat mereka panjatkan agar kelak bahtera rumah tangga nya pun lengkap dengan cinta dan kasih sayang satu sama lain.