
"Apa perlu bantuan Bu?" tanya alex
"tidak nak Alex ,ini sudah selesai. apa amel masih sibu? biar ibu bantu dulu ya"
"tidak perlu Bu, Amel sudah disini" ucap Amel dengan berjalan ke arah mereka.
"eoh, sini nak Lia. duduk di dekat ibu" ucap Bu Nia dengan hangat
"iya Bu" Amel tersenyum
Roy dan Alex dibuat kaget untuk kesekian kalinya atas sikap Amel pagi ini.
"sayang kamu sehat?" tanya Alex
"hemm? iya mas aku sehat, ada apa?" jawab Amel dengan menyiapkan nasi ke dalam piring untuk Bu Nia ,Alex dan Roy
"tadi kata Bu Nia, kamu pengin dibuatkan bubur. mas kira kamu sedang tidak enak badan"
"eoh, itu. iya aku pesan ke Bu Nia bubur karna aku pengin makan bubur dengan disuapi Bu Nia. boleh kan Bu?"
"Boleh nak, ibu sangat senang mendengar nya"
Pagi itu mereka menghabiskan sarapan dengan tenang, sesekali Alex menatap sang istri yang menunjukkan sikap aneh pagi ini.
Bu Nia yang dengan telaten, menyuapi Amel dengan sesekali juga dia menyuapi makanan ke mulut nya sendiri.
"apa bubur ibu enak nak?"
"Hem. enak Bu, terimakasih"
"sama-sama nak"
****
Siang hari nya Roy memasang iklan untuk membuka lowongan pekerjaan sebagai pramuniaga.
Alex dan Amel ke pasar untuk berbelanja memenuhi stok toko yang sudah menipis.
"sayang, apa kamu sudah bisa memaafkan Bu Nia?" tanya Alex dengan tangan nya menggenggam tangan Amel
"Aku sedang berusaha mas"
"Syukurlah, mas sangat percaya, jika istri mas ini adalah wanita Sholehah"
"terimakasih mas, selalu nasehatin aku ya. jika sikap ku sudah keluar batas"
"iya sayang, pastinya. kita sama-sama saling mengingatkan. supaya kapal yang kita tumpangi ini bisa berjalan ke tempat tujuan dengan selamat"
...----------------...
Beberapa tahun kemudian....
Kini Amel dan Alex sudah mempunyai 3 anak..
Anak pertama mereka adalah Aira Graham, yang kini usia nya sudah memasuki 14 tahun dan sudah mengemban sekolah menengah pertama.
Anak ketiga mereka bernama Wiraya Putrian Graham,. Wiraya adalah gadi kecil yang kehadirannya sangat di nantikan oleh keluarga Graham. Kini usia nya tengah memasuki tahun pertama.
Jeda usia dengan Malik memang cukup jauh, dikarenakan faktor kesuburan Amel yang kurang.
.
.
.
Bu Nia kini tinggal bersama Amel di kota dan tinggal satu rumah bersama Amel dan Alex.
Sejak saat diketahui Bu Nia adalah ibu kandung Amel dan saat itu juga Amel meminta untuk selalu bisa bersama dengan ibu kandung nya.
Namun, sayang nya. usia Bu Nia tidak bisa sampai dimana Wiraya lahir.
Bu Nia menghembuskan nafas terakhirnya saat anak kedua mereka memasuki usia ke enam.
Umur memang tidak ada yang tahu, tapi Amel sangat bersyukur. dia bisa berdamai dengan masa lalu dan bisa menemani masa tua ibu kandung nya.
Ayah Amel adalah pemilik ruko yang pernah ia sewa saat dirinya kabur dari rumah.
Pak Harun, adalah nama ayah kandung Amel.
Namun, saat Alex bersama rombongan menuju rumah pak Harun. mereka tidak menerima perlakuan baik oleh keluarga pak Harun.
Apa pak Harun mengetahui jika Amel adalah putri nya? iya, pak Harun mengetahui status tersebut. namun, sikap yang pak Harun tunjukkan bukanlah sikap yang menunjukkan bahwa dirinya bahagia atas informasi tersebut.
Ruko yang pernah Amel sewa, kini tidak Amel teruskan sewa kontrak nya. Dia menutup toko kelontong nya setelah bertemu dengan pak Harun dan mendapat perlakuan tersebut.
.
.
.
Rumah Bu Nia kini sudah selesai Amel renovasi. sebelum Bu Nia meninggal, Bu nia sudah membalikkan nama atas kepemilikan rumah tersebut.
Kini, rumah Bu Nia sudah menjadi milik Amel. namun, amel juga tidak bisa menempati rumah tersebut lantaran dirinya tinggal di kota bersama keluarga nya.
Rumah tersebut tidak Amel biarkan kosong atau di jual.
Namun, rumah tersebut kini di alih fungsikan menjadi rumah sewaan. siapapun boleh menyewa dengan harga yang cukup terjangkau dan fasilitas yang cukup lengkap.
...END...
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Hallo, terimakasih sudah membaca sejauh ini ❤️
Jangan lupa selalu support karya author lain nya yaa.. next akan ada projects yang cukup sedikit keluar dari tema biasanya, . jangan lupa follow dulu akun author,supaya tidak kelewat untuk karya-karya selanjutnya.. terimakasih ❤️