
⛔WARNING!! Area berbahaya⛔
****
"makasih sayang"
"iya mas, buruan aku tunggu. sarapannya udah jadi"
"Iya, bentar"
Setelah memberikan handuk ke Alex ,Amel melangkahkan kaki keruang makan di hotel tersebut.
Hari ini dia memasak capcay goreng, telur balado dan ca toge.
Amel berharap semoga Alex suka dengan makanan yang ia masak hari ini. Dia tidak bisa memasak dengan leluasa karna tempat yang minimalis dan peralatan memasak yang sedikit.
"Wah masak apa ini?" tanya Alex ketika sampai tepat di depan meja makan
"Aku cuma masak telur balado, capcay goreng sama ca toge. suka nggak?"
"Suka, apapun aku suka"
Amel menuangkan menu satu persatu di piring Alex dengan sangat telaten.
Mereka berdua makan dengan keadaan tenang.
.
.
.
"Mas kita pulang kapan?" tanya Amel dengan tubuhnya yang bersandar di lengan dan tubuh Alex
"Kita belum pulang, kalau belum melakukan apa-apa"
"maksudnya?"
"jangan pura-pura nggak tau deh" jawab Alex dengan menarik pelan hidung Amel
Amel yang tau maksud Alex tidak menanggapi obrolan itu.
"kapan kamu siap?" tanya Alex tiba-tiba setelah keheningan melanda
"aku sudah siap kok, tapi aku masih takut" cicit Amel
"kenapa? apa yang kamu takutkan?"
"aku belum pernah melakukan nya dan tidak tau harus bagaimana?" jawab malu Amel dengan membenamkan kepalanya di dada Alex
"Aku yang akan mengajari mu"
Cup
"aku lakukan sekarang ya? boleh kan?" izin Alex
Amel yang kaget mendapatkan serangan dadakan , dia hanya bisa mengangguk pasrah.
Alex yang sudah mendapat lampu hijau, dia kembali menyerang Amel dengan kekuatan ekstra.
Sedikit demi sedikit Alex memberikan gigitan kecil.
Alex yang sudah tidak tahan dia menggendong Amel menuju kamar mereka.
"eunggh" Amel memukul dada Alex dengan pelan karna dia sudah kehabisan nafas
Alex meletakkan Amel ke tempat tidur dengan perlahan dan kembali melakukan pemanasan tadi.
Dengan pelan tapi pasti Alex menelusupkan tangannya kedalam blouse yang di pakai Amel.
Dia meraba perut sedikit naik hingga menemukan sebuah benda yang ukurannya sangat pas ditangannya.
"eungghh" - amel
Alex sedikit menggoda pucuk bukit tersebut dan bibirnya digunakan untuk berkelana di area lain.
Amel yang baru pertamakali merasakan sensasi ini ,dia hanya diam dan mengeluarkan suara-suara yang dapat menaikkan gairah Alex lebih tinggi.
"aku sudah tidak sabar" ucap berat Alex dengan tangannya membuka penutup hidangan yang ada didepannya.
Satu tangan Alex untuk menyangga tubuhnya dan satu tangan lainnya tak tinggal diam. tangannya menelusuri letak titik sensitif sang istri yang masih terbalut sempurna dengan penutupnya.
Amel yang mendapatkan dua serangan sekaligus tidak henti-hentinya Mengeluarkan suara-suara menggelikan. dia sebenarnya sangat Malu ,tapi dia tidak tau harus mengekspresikan seperti apalagi.
suara yang keluar dari mulutnya pun ,keluar begitu saja.
"Essshhh, eungghh mas"
Alex melepaskan pembungkus yang masih membungkus menu utama pagi hari ini.
Dia dapat melihat menu utama yang sangat indah, Alex berusaha melebarkan kedua penghalang yang Amel miliki dan Alex dapat melihat dengan sangat jelas detail produk tersebut.
Dan penyerangan kembali Alex lakukan.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Next part langsung ke intinya atau pemanasan dulu ???
Berikan dukungan yaa guys 🔥 biar aku makin suka update dan semangat juga buat nulisnya..
Terimakasih ❤️